Banyak pemilik bisnis mengira profil Google Business Profile (GBP) sudah lengkap setelah mengisi nama bisnis, alamat, nomor telepon, jam buka, dan kategori. Akibatnya, menu Layanan sering dibiarkan kosong atau berisi layanan yang tidak pernah mereka tambahkan sendiri.
Padahal, bagian Produk dan Layanan di Google Business Profile membantu bisnis menampilkan pekerjaan yang mereka tawarkan menggunakan istilah yang relevan dengan pencarian calon pelanggan. Dengan begitu, profil bisnis berpeluang lebih sesuai dengan pencarian layanan yang spesifik, meskipun tidak menjamin posisi tertentu di Google.
Karena itu, penting untuk memahami perbedaan antara Layanan dan Produk, cara memilih nama layanan yang tepat, serta langkah menambahkannya ke profil. Artikel ini juga membahas cara menulis deskripsi dan harga layanan, termasuk penyebab layanan tidak muncul di profil Google.
Perbedaan Layanan dan Produk di Google Business Profile
Layanan dan Produk sering dianggap sebagai dua fitur yang sama. Padahal, Google membedakan keduanya berdasarkan jenis penawaran yang dijual oleh bisnis.
Layanan adalah pekerjaan yang dilakukan untuk pelanggan. Menurut Bantuan Google (diperiksa Oktober 2026), fitur ini tersedia untuk kategori bisnis tertentu, termasuk bisnis jasa. Layanan dapat ditampilkan di profil ketika pelanggan lokal mencari jasa terkait, sedangkan daftar lengkapnya tersedia di bagian Layanan pada aplikasi Google Maps.
Sementara itu, Produk digunakan untuk menampilkan barang fisik yang dijual di tempat. Untuk bisnis yang menawarkan jasa, Google mengarahkan pemilik bisnis ke editor layanan, bukan editor produk. Karena itu, jika bisnis Anda bergerak di bidang jasa, bagian Layanan menjadi pilihan utama, meskipun fitur yang tersedia dapat berbeda menurut kategori bisnis.
Perbedaan Layanan, Produk, dan Kategori Bisnis
Kategori bisnis memiliki fungsi yang berbeda dari Layanan dan Produk. Kategori menjelaskan jenis bisnis Anda sekaligus memengaruhi layanan yang disarankan Google, sedangkan Layanan merinci pekerjaan yang ditawarkan kepada pelanggan.
Menggunakan kategori sebagai tempat memasukkan kata kunci layanan atau atribut (informasi tambahan tentang bisnis) dapat membuat profil kurang sesuai dengan jenis usaha yang dijalankan. Akibatnya, profil berisiko muncul pada pencarian yang tidak relevan. Untuk menentukan kategori yang sesuai, Anda dapat mengikuti panduan cara memilih kategori Google Business Profile yang tepat.
Contoh Penerapan Layanan dan Produk
Bayangkan sebuah studio foto di Yogyakarta yang memiliki dua fotografer. Studio ini melayani foto wisuda, foto keluarga, foto maternity (foto kehamilan), pas foto, dan foto produk untuk UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). Selain menawarkan jasa fotografi, studio tersebut juga menjual cetak foto dan bingkai.
Contoh hipotetis ini akan digunakan kembali pada bagian berikutnya. Untuk memahami pembagiannya, perhatikan contoh lima jenis bisnis berikut dan sesuaikan dengan penawaran usaha Anda.
| Jenis bisnis | Masuk Layanan | Masuk Produk |
|---|---|---|
| Studio foto | Foto wisuda, foto keluarga, foto maternity, pas foto, foto produk untuk UMKM | Cetak foto dan bingkai |
| Spa | Layanan yang dikelompokkan berdasarkan jenis, seperti pijat, lulur, perawatan wajah, dan paket perawatan | Produk perawatan yang dijual di tempat, jika fitur Produk tersedia untuk kategorinya |
| Klinik gigi | Setiap jenis perawatan, seperti scaling (pembersihan karang gigi), tambal gigi, cabut gigi bungsu, dan pemasangan behel | Umumnya tidak diisi; periksa kebijakan produk kesehatan terlebih dahulu |
| Kontraktor | Setiap jenis pekerjaan, seperti renovasi dapur, pembangunan rumah, dan perbaikan atap bocor | Tidak diisi |
| Kantor akuntan atau konsultan pajak | Pembukuan bulanan, pelaporan SPT tahunan, dan konsultasi pajak UMKM | Tidak diisi |
Dengan memahami perbedaan tersebut, Anda dapat menempatkan setiap penawaran bisnis pada bagian yang sesuai. Langkah berikutnya adalah mengetahui apakah pengisian Layanan benar-benar berpengaruh terhadap peluang profil muncul di hasil pencarian Google.
Apakah Layanan Google Business Profile Berpengaruh pada Peringkat Pencarian?
Google menjelaskan bahwa layanan dapat ditampilkan di profil ketika seseorang mencari layanan tersebut. Selain itu, hasil pencarian lokal ditentukan oleh tiga faktor utama, yaitu relevansi, jarak, dan keterlihatan bisnis (seberapa dikenal bisnis tersebut). Penjelasan ini tercantum dalam Bantuan Google tentang peringkat lokal, yang diperiksa pada Oktober 2026.
Berdasarkan penjelasan tersebut, daftar layanan berpotensi membantu meningkatkan relevansi profil, yaitu kesesuaian informasi bisnis dengan apa yang dicari calon pelanggan. Namun, ini merupakan interpretasi, bukan pernyataan langsung Google bahwa penambahan layanan akan meningkatkan peringkat.
Jawaban berbasis AI (kecerdasan buatan) di Google Maps juga disebut menggunakan informasi dari profil bisnis. Karena itu, mencantumkan layanan secara akurat tetap berguna untuk membantu calon pelanggan memahami penawaran bisnis Anda.
Apa Kata Hasil Pengujian SEO Lokal?
Pengamatan praktisi SEO lokal (optimasi pencarian untuk bisnis di wilayah tertentu) dapat memberikan gambaran tambahan. Meski bukan pernyataan resmi Google, hasil pengujian berikut bisa menjadi bahan pertimbangan.
Dalam pengujian ulang pada 2022, Sterling Sky menemukan perubahan peringkat setelah layanan yang disarankan Google ditambahkan. Dampaknya terlihat terutama pada kata kunci yang sama persis dengan nama layanan. Namun, pengujian sebelumnya pada 2019 tidak menemukan pengaruh serupa. Hasil ini menunjukkan bahwa dampaknya dapat berbeda menurut industri dan pasar.
Laporan Sterling Sky pada Januari 2024 juga menyebutkan bahwa layanan kustom (layanan yang ditambahkan sendiri oleh pemilik bisnis) memiliki pengaruh yang jauh lebih kecil terhadap peringkat dibandingkan layanan yang disarankan Google.
Meski begitu, kedua pengujian tersebut memiliki keterbatasan. Informasi tentang kelompok pembanding, durasi pengujian, dan jumlah sampel tidak dipublikasikan. Pengaruh deskripsi dan harga layanan juga belum diuji secara terpisah. Oleh karena itu, hasil tersebut lebih tepat dijadikan petunjuk daripada bukti pasti.
Sementara itu, Whitespark dalam panduannya pada 2026 menambahkan bahwa layanan yang relevan dapat muncul sebagai keterangan singkat pada daftar hasil pencarian. Pada versi bahasa Inggris, keterangan tersebut dapat menggunakan label seperti “Provides”.
Apakah Layanan yang Lengkap Membuat Profil Lebih Sering Muncul?
Sebagian pemilik profil melaporkan bahwa setelah melengkapi bagian layanan dan produk, profil mereka lebih sering muncul untuk pencarian yang lebih spesifik. Namun, tanpa sumber laporan yang dapat diverifikasi, pengalaman tersebut belum bisa digunakan sebagai bukti pendukung yang kuat.
Untuk studio foto di Yogyakarta yang telah dibahas sebelumnya, harapan yang masuk akal adalah profilnya berpeluang muncul ketika seseorang mencari “foto wisuda”, bukan hanya “studio foto”. Meski demikian, peluang tersebut tidak menjamin profil akan tampil atau mendapatkan posisi tertentu.
Batas Pengaruh Layanan terhadap Peringkat
Sebelum mulai mengisi layanan, penting untuk memahami batas pengaruhnya. Penambahan layanan tidak mengatasi faktor jarak dan tidak menjamin kenaikan peringkat untuk kata kunci umum seperti “studio foto”.
Selain itu, belum ada bukti dari pengujian yang disebutkan sebelumnya bahwa deskripsi dan harga layanan secara terpisah dapat meningkatkan peringkat. Fungsi yang lebih jelas dari kedua elemen ini adalah membantu calon pelanggan memahami penawaran bisnis dan mempertimbangkan apakah layanan tersebut sesuai dengan kebutuhan mereka.
Layanan juga bukan satu-satunya faktor yang perlu diperhatikan. Kategori bisnis, ulasan pelanggan, dan foto turut berperan dalam optimasi Google Business Profile. Anda dapat mempelajari hubungan berbagai faktor tersebut dalam panduan cara optimasi Google Business Profile.
Pada akhirnya, mengisi layanan secara akurat merupakan langkah untuk membantu Google dan calon pelanggan memahami apa yang ditawarkan bisnis Anda. Karena pencocokan pencarian berkaitan dengan nama layanan, langkah berikutnya adalah memilih istilah yang benar-benar digunakan calon pelanggan saat mencari jasa yang mereka butuhkan.
Menyusun Daftar Layanan dari Kata yang Diketik Calon Pelanggan
Nama paket dalam daftar harga sering kali langsung digunakan sebagai nama layanan di Google Business Profile (GBP). Padahal, calon pelanggan yang belum pernah menggunakan jasa Anda biasanya tidak mengenal nama paket internal bisnis. Mereka cenderung mencari layanan menggunakan istilah yang sudah familiar bagi mereka.
Karena itu, nama layanan sebaiknya disusun berdasarkan cara calon pelanggan mencari jasa yang dibutuhkan. Dengan begitu, informasi di profil lebih mudah dipahami dan relevan dengan kebutuhan mereka.
1. Kumpulkan Layanan dari Tiga Sumber
Mulailah dengan mengumpulkan daftar layanan dari tiga sumber yang sudah tersedia:
- Pertanyaan yang paling sering masuk melalui WhatsApp dan telepon.
- Layanan yang ingin Anda tingkatkan jumlah peminatnya.
- Saran layanan dari Google yang muncul saat Anda menambahkan layanan sesuai kategori bisnis.
Sebagai contoh, studio foto di Yogyakarta dapat memulai dengan daftar layanan berupa foto wisuda, foto keluarga, foto maternity (foto kehamilan), pas foto, dan foto produk untuk UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah).
Daftar ini menjadi dasar sebelum Anda menentukan nama layanan yang akan ditampilkan di profil.
2. Gunakan Nama yang Sesuai dengan Pencarian Calon Pelanggan
Nama layanan sebaiknya menggunakan istilah yang biasa dipakai calon pelanggan, bukan nama paket internal bisnis. Anda tetap dapat mencantumkan nama paket dalam deskripsi agar pelanggan mengenali penawaran yang tersedia.
Contohnya, nama paket “Paket Toga Silver” dapat diganti menjadi “Foto wisuda di studio”. Sementara itu, “Family Gold” dapat diubah menjadi “Foto keluarga”.
Berikut contoh penyesuaian nama paket menjadi nama layanan di Google Business Profile.
| Nama di daftar harga | Nama layanan di profil |
|---|---|
| Paket Toga Silver | Foto wisuda di studio |
| Family Gold | Foto keluarga |
| Paket Bunda Glow | Foto maternity |
Untuk menemukan istilah yang lebih sesuai, ketik nama layanan Anda di Google dan Google Maps, lalu perhatikan saran pencarian yang muncul. Anda juga bisa mengamati istilah yang digunakan pelanggan ketika bertanya melalui telepon atau WhatsApp.
Jika ingin melakukan riset keyword (riset kata kunci) lebih mendalam, pelajari juga cara riset keyword untuk bisnis. Panduan tersebut membantu Anda memahami perbedaan antara orang yang mencari informasi dan calon pelanggan yang sudah mempertimbangkan pembelian.
3. Gunakan Satu Nama yang Jelas untuk Setiap Layanan
Setiap layanan cukup menggunakan satu nama yang jelas dan mudah dipahami. Hindari menambahkan nama kota, kata seperti “terbaik” atau “murah”, harga, maupun nomor telepon ke dalam nama layanan.
Menurut Bantuan Google, layanan kustom yang mencantumkan harga, nomor telepon, informasi pribadi, atau kata-kata yang tidak pantas dapat ditolak secara otomatis.
Hindari juga menumpuk variasi kata kunci, seperti “foto wisuda”, “foto wisuda murah”, dan “foto wisuda Jogja”, sebagai layanan yang berbeda jika semuanya merujuk pada pekerjaan yang sama. Cara tersebut tidak membantu pelanggan memahami penawaran bisnis dan berisiko dianggap sebagai spam.
Jika bisnis Anda melayani wilayah tertentu, atur informasi wilayah melalui alamat atau area layanan, bukan dengan menambahkan nama kota ke setiap layanan. Prinsip yang sama berlaku untuk nama bisnis: jangan menambahkan kata kunci yang tidak termasuk dalam nama bisnis yang digunakan di profil.
4. Masukkan Hanya Layanan yang Masih Dikerjakan
Pastikan daftar layanan hanya mencakup pekerjaan yang benar-benar Anda tawarkan saat ini. Hapus layanan yang sudah tidak tersedia, termasuk layanan yang muncul di profil tetapi tidak pernah Anda tambahkan sendiri.
Sebagai contoh, studio foto di Yogyakarta tadi tidak melayani fotografi pernikahan. Karena itu, layanan tersebut perlu dihapus agar informasi di profil tetap sesuai dengan kondisi bisnis. Pembahasan mengenai asal-usul layanan yang muncul tanpa ditambahkan sendiri akan dijelaskan pada bagian pertanyaan yang sering diajukan.
Setelah daftar layanan terkumpul, nama layanan diperjelas, dan layanan yang tidak relevan dihapus, Anda bisa mulai memasukkannya ke Google Business Profile. Prioritaskan layanan yang disarankan Google dan sesuai dengan pekerjaan yang benar-benar Anda lakukan.
Baca juga: Mitos SEO dan Google Maps yang Merugikan Bisnis.
Langkah Memasukkan Layanan ke Profil
Layanan di Google Business Profile (GBP) dapat ditambahkan melalui editor layanan pada profil bisnis. Namun, urutan pengisiannya perlu diperhatikan: pilih layanan yang disarankan Google terlebih dahulu, kemudian tambahkan layanan kustom jika diperlukan.
Dengan mengikuti urutan ini, Anda dapat memanfaatkan pilihan layanan yang tersedia sesuai kategori bisnis sebelum menambahkan layanan yang belum tercantum.
1. Buka Editor Layanan
Pastikan profil bisnis Anda sudah terverifikasi dan Anda masuk menggunakan akun yang memiliki akses sebagai pemilik atau pengelola. Setelah itu, buka profil bisnis melalui Google Penelusuran atau aplikasi Google Maps.
Pilih menu “Edit layanan” untuk mulai mengatur daftar layanan yang ditawarkan bisnis Anda.
2. Pilih Saran Google, lalu Tambahkan Layanan Kustom
Mulailah dengan memilih layanan yang tersedia melalui menu “Tambahkan lebih banyak layanan”. Saran yang muncul mengikuti kategori bisnis, dan pengamatan praktisi SEO lokal menunjukkan bahwa layanan yang disarankan Google dapat memberikan pengaruh lebih besar terhadap peringkat dibandingkan layanan kustom.
Jika layanan yang Anda butuhkan tidak tersedia dalam daftar saran, tambahkan melalui menu “Tambahkan layanan kustom”.
Pada contoh studio foto di Yogyakarta sebelumnya, cocokkan daftar layanan yang sudah disusun dengan pilihan dari Google. Jika layanan seperti “pas foto” atau “foto keluarga” sudah tersedia, pilih layanan tersebut tanpa menambahkannya kembali sebagai layanan kustom.
Menurut Whitespark dalam artikel yang diterbitkan pada 2023 dan diperbarui pada 2024, saran layanan berkaitan dengan kategori utama bisnis. Menambahkan kategori lain juga dapat membuka lebih banyak pilihan layanan. Namun, contoh yang digunakan dalam pembahasan tersebut bersifat anekdotal (berdasarkan pengalaman atau pengamatan, bukan pengujian terkontrol).
3. Pahami Hubungan Layanan dengan Kategori Bisnis
Daftar layanan yang tersedia mengikuti kategori bisnis pada profil Google Business Profile. Karena itu, kategori yang dipilih turut menentukan pilihan layanan yang dapat Anda tambahkan.
Perhatikan juga menu “Tambahkan kategori bisnis baru” di editor layanan. Menggunakan menu ini dapat menambahkan kategori baru ke profil bisnis Anda. Oleh karena itu, pilih kategori tambahan hanya jika benar-benar menggambarkan jenis usaha yang dijalankan.
Seperti dijelaskan pada bagian sebelumnya, kategori berfungsi untuk menjelaskan jenis bisnis, sedangkan layanan merinci pekerjaan yang ditawarkan kepada pelanggan. Keduanya perlu disesuaikan agar informasi profil tetap akurat dan relevan.
4. Simpan Perubahan dan Periksa Hasilnya
Setelah selesai memilih layanan, klik “Simpan”, lalu periksa kembali daftar yang sudah ditambahkan. Pastikan semua layanan sesuai dengan pekerjaan yang benar-benar ditawarkan bisnis Anda.
Perlu diingat, layanan kustom yang melanggar kebijakan Google dapat ditolak secara otomatis. Selain itu, perubahan yang disimpan mungkin membutuhkan waktu sebelum tampil di profil. Hindari mengubah terlalu banyak informasi sekaligus karena perubahan berulang berpotensi memperlambat proses peninjauan.
Setelah nama layanan tersusun dengan benar, Anda dapat melanjutkan ke pengisian deskripsi dan harga. Nama layanan membantu menjelaskan jenis pekerjaan yang ditawarkan, sedangkan deskripsi dan harga membantu calon pelanggan memahami penawaran sebelum memutuskan untuk menghubungi bisnis Anda.
Deskripsi dan Harga Layanan yang Membantu Calon Pelanggan Memutuskan
Deskripsi layanan di Google Business Profile (GBP) sering kali ditulis dengan fokus pada mesin pencari. Padahal, fungsi utamanya adalah membantu calon pelanggan memahami penawaran bisnis setelah mereka membuka profil.
Karena itu, deskripsi sebaiknya menjawab pertanyaan yang mungkin muncul sebelum calon pelanggan menghubungi Anda. Selain menulis deskripsi yang jelas, Anda juga perlu menentukan apakah harga perlu ditampilkan, memastikan informasi tetap konsisten, dan menghubungkan profil dengan halaman layanan di website.
1. Tulis Deskripsi yang Menjawab Pertanyaan Calon Pelanggan
Deskripsi layanan yang baik menjelaskan informasi yang biasanya ingin diketahui calon pelanggan, seperti apa yang mereka dapatkan, siapa yang cocok menggunakan layanan tersebut, berapa lama prosesnya, dan apa yang perlu disiapkan.
Cukup gunakan satu atau dua kalimat sesuai batas karakter yang tersedia di editor. Beberapa sumber praktisi menyebut batas sekitar 300 karakter untuk deskripsi layanan, tetapi Google tidak mencantumkan angka tersebut secara resmi.
Sebagai contoh, berikut perbandingan deskripsi layanan foto wisuda untuk studio foto di Yogyakarta. Angka yang digunakan hanya ilustrasi.
| Versi | Isi deskripsi |
|---|---|
| Sebelum | Foto wisuda dengan hasil sangat memuaskan dan pelayanan ramah, cocok untuk semua wisudawan. |
| Sesudah | Sesi foto wisuda di studio berdurasi sekitar 30 menit untuk satu wisudawan, dengan 10 file hasil edit. Bawa toga dan perlengkapan sendiri. |
Deskripsi kedua memberikan informasi yang lebih konkret tentang durasi, hasil foto, dan perlengkapan yang perlu dibawa. Dengan begitu, calon pelanggan dapat memahami penawaran dengan lebih jelas sebelum menghubungi studio.
2. Tentukan Apakah Harga Perlu Ditampilkan
Editor layanan menyediakan beberapa pilihan untuk menampilkan harga, seperti harga tetap atau harga “mulai dari”, bergantung pada opsi yang tersedia. Gunakan harga “mulai dari” jika Anda memiliki harga dasar yang jelas untuk layanan tersebut.
Sebaliknya, kosongkan kolom harga jika biaya baru dapat ditentukan setelah survei atau konsultasi. Anda dapat menjelaskan dalam deskripsi bahwa harga menyesuaikan hasil survei agar calon pelanggan memahami proses penentuannya.
Untuk bisnis kontraktor, keputusan antara menampilkan kisaran harga dan menawarkan survei terlebih dahulu perlu dipertimbangkan secara khusus. Sementara itu, informasi promo dan diskon berbatas waktu sebaiknya disampaikan melalui postingan, bukan dimasukkan ke dalam nama atau harga layanan.
3. Samakan Nama dan Harga di Semua Saluran
Pastikan nama layanan dan harganya konsisten di Google Business Profile, website, serta balasan admin kepada pelanggan. Perbedaan informasi dapat membuat calon pelanggan bingung atau mempertanyakan kembali harga yang ditampilkan.
Jika harga berubah, segera perbarui informasi di profil dan saluran pemasaran lainnya. Dengan begitu, calon pelanggan mendapatkan informasi yang selaras sebelum memutuskan untuk menggunakan layanan Anda.
4. Hubungkan Profil dengan Halaman Layanan di Website
Jika bisnis memiliki website, buat halaman khusus untuk setiap layanan yang ditawarkan. Halaman tersebut dapat memuat penjelasan lebih lengkap, rincian penawaran, dan informasi harga dengan nama layanan yang sama seperti di Google Business Profile.
Konsistensi ini membantu calon pelanggan memahami informasi saat berpindah dari profil Google ke website. Cara menyusun halaman tersebut dapat Anda pelajari dalam panduan cara membuat halaman layanan.
Untuk klinik gigi dan kantor akuntan, pastikan informasi harga, diskon, dan klaim dalam deskripsi juga mengikuti batasan promosi yang berlaku bagi profesi masing-masing. Pembahasan mengenai ketentuan tersebut dapat dipelajari dalam artikel tersendiri.
Setelah nama, deskripsi, dan harga layanan tersusun dengan rapi, langkah berikutnya adalah memeriksa apakah bisnis Anda juga menjual barang secara langsung. Bagi sebagian bisnis jasa, bagian Produk dapat menjadi pelengkap informasi yang ditampilkan di Google Business Profile.
Baca juga: Link Booking di Profil Google.
Produk: Kapan Bisnis Jasa Perlu Mengisinya
Sebagian panduan menyarankan agar layanan bisnis juga dimasukkan ke bagian Produk supaya lebih mudah ditemukan di Google. Padahal, Google menyediakan editor yang berbeda untuk layanan dan produk, dengan fungsi serta ketentuan masing-masing.
Karena itu, pemilik bisnis perlu memahami kapan harus menggunakan fitur Produk dan kapan cukup mengisi Layanan. Dengan memilih fitur yang sesuai, informasi di Google Business Profile (GBP) tetap akurat dan tidak menimbulkan risiko akibat penggunaan fitur yang tidak tepat.
Ketentuan Google untuk Produk
Menurut Bantuan Google yang diperiksa pada Oktober 2026, editor produk ditujukan untuk toko lokal yang menjual barang fisik dan memenuhi satu atau lebih kondisi berikut:
- Tidak memiliki website untuk pembelian online.
- Menjual produk tanpa barcode.
- Tidak memiliki data stok terkini.
Produk yang diunggah dapat ditampilkan pada profil bisnis di Google Penelusuran. Namun, fitur Produk tidak tersedia untuk semua kategori bisnis. Praktisi juga mencatat adanya pengecualian untuk penginapan dan beberapa kategori yang diatur.
Isi Produk Hanya Jika Bisnis Menjual Barang
Jika bisnis Anda berfokus pada jasa, gunakan fitur Produk hanya ketika memang ada barang yang dijual di lokasi bisnis. Sebagai contoh, studio foto di Yogyakarta dapat menampilkan cetak foto dan bingkai sebagai produk, sementara jasa foto wisuda dan foto keluarga tetap dimasukkan ke bagian Layanan.
Prinsip yang sama berlaku untuk jenis bisnis lainnya. Spa yang menjual produk perawatan di meja resepsionis perlu memeriksa kebijakan Google terkait kosmetik terlebih dahulu. Klinik gigi juga sebaiknya memeriksa ketentuan produk kesehatan, sedangkan kontraktor dan kantor akuntan umumnya tidak perlu mengisi bagian Produk.
Mengapa Layanan Tidak Perlu Dimasukkan sebagai Produk?
Produk di Google Business Profile harus mengikuti kebijakan iklan Shopping, yaitu aturan Google untuk barang yang dijual melalui fitur tersebut. Menurut Bantuan Google, pengiriman produk yang melanggar kebijakan dapat menyebabkan seluruh produk yang diunggah dihapus.
Bagi bisnis jasa, memasukkan layanan sebagai produk justru berpotensi menimbulkan risiko yang tidak sebanding dengan manfaatnya. Karena itu, panduan ini menyarankan agar layanan tetap ditempatkan pada editor Layanan, bukan diubah menjadi produk demi meningkatkan visibilitas (kemudahan untuk ditemukan).
Cara Mengisi Produk di Google Business Profile
Jika bisnis Anda memang menjual barang fisik dan memenuhi ketentuan yang berlaku, tambahkan produk melalui menu “Edit produk”, kemudian pilih “Publikasikan” untuk mengirimkan perubahan.
Kolom yang umumnya tersedia meliputi:
- Nama produk.
- Kategori produk.
- Harga.
- Deskripsi produk.
- Foto barang yang dijual.
- Tombol tambahan jika tersedia.
Pastikan setiap informasi mengikuti batas karakter yang ditampilkan pada editor. Gunakan foto produk milik bisnis sendiri dan sesuaikan dengan panduan foto profil Google Business Profile. Anda dapat mempelajari ketentuannya lebih lanjut dalam artikel tentang jenis dan frekuensi foto profil.
Sementara itu, strategi menawarkan produk seperti cetak foto, bingkai, atau produk perawatan kepada pelanggan di lokasi merupakan pembahasan yang berbeda. Topik tersebut dapat dipelajari dalam artikel tersendiri.
Setelah bagian Layanan dan Produk terisi sesuai fungsinya, langkah berikutnya adalah memeriksa apakah seluruh informasi sudah tampil dengan benar dan membantu calon pelanggan memahami penawaran bisnis Anda.
Layanan Tidak Tampil atau Tidak Membantu: Penyebab dan Jadwal Cek Ulang
Layanan yang sudah disimpan di Google Business Profile (GBP) belum tentu langsung terlihat oleh pelanggan. Selain itu, layanan yang sudah tampil juga belum tentu membuat profil muncul untuk pencarian yang spesifik. Kedua masalah ini memiliki penyebab berbeda, sehingga cara memeriksanya pun perlu disesuaikan.
Layanan Tidak Terlihat di Profil
Jika layanan yang sudah ditambahkan tidak muncul, periksa beberapa kemungkinan berikut terlebih dahulu:
- Layanan kustom ditolak otomatis karena namanya melanggar kebijakan Google.
- Layanan masih dalam proses peninjauan, sehingga belum ditampilkan.
- Kategori bisnis berubah, sehingga kelompok layanan yang tersedia ikut berubah.
- Layanan hanya disorot pada pencarian tertentu, sedangkan daftar lengkapnya tersedia di aplikasi Google Maps.
Artinya, layanan yang tidak terlihat di layar komputer belum tentu sudah hilang dari profil. Karena itu, buka aplikasi Google Maps untuk memeriksanya sebelum menghapus atau menambahkan ulang layanan.
Layanan Sudah Terisi, tetapi Profil Tidak Muncul
Jika layanan sudah terlihat di editor, tetapi profil bisnis tidak muncul saat orang mencari layanan tersebut, penyebabnya mungkin berada di luar menu Layanan.
Beberapa faktor yang perlu diperiksa meliputi:
- Jarak dari calon pelanggan. Pesaing yang lokasinya lebih dekat dengan pencari mungkin memiliki peluang lebih besar untuk muncul.
- Nama layanan kurang sesuai. Istilah yang digunakan di profil berbeda dengan kata yang diketik calon pelanggan.
- Informasi pendukung belum memadai. Website dan ulasan pelanggan belum menyebut layanan yang ingin ditonjolkan.
Perlu diingat, hasil pencarian dari HP Anda sendiri dipengaruhi oleh lokasi saat pencarian dilakukan. Karena itu, jangan hanya mengandalkan satu lokasi untuk menilai posisi bisnis. Pelajari cara mengecek posisi di Google Maps dari beberapa lokasi agar hasil pemeriksaan lebih representatif.
Jadwal dan Cara Memeriksa Ulang Layanan
Periksa menu Layanan setiap tiga bulan sekali dan setiap kali ada perubahan pada layanan, harga, atau kategori bisnis. Jadwal ini merupakan saran untuk pemeliharaan profil, bukan ketentuan resmi dari Google.
Saat melakukan pemeriksaan, buka laporan performa Google Business Profile. Laporan tersebut menampilkan kata penelusuran yang digunakan orang untuk menemukan profil bisnis Anda. Bandingkan kata-kata tersebut dengan daftar layanan yang tersedia, lalu pertimbangkan untuk menambahkan atau menyesuaikan nama layanan yang belum terwakili.
Cara membaca data tersebut dapat Anda pelajari lebih lanjut dalam panduan cara membaca performa Google Business Profile.
[GAMBAR: Tangkapan layar bagian kata penelusuran pada laporan performa profil, dengan informasi sensitif disamarkan.]
Alt text: Laporan kata penelusuran pada performa Google Business Profile.
Sebagai contoh, laporan studio foto di Yogyakarta mulai menunjukkan pencarian “foto produk”. Studio tersebut kemudian memastikan bahwa nama layanan itu tercantum secara konsisten di profil Google dan website.
Namun, jika bisnis sama sekali tidak muncul, bahkan ketika nama bisnis dicari, masalahnya kemungkinan bukan terletak pada menu Layanan.
Baca juga: Penyebab Bisnis Tidak Muncul di Google Maps.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa banyak layanan yang sebaiknya dimasukkan ke profil?
Sebanyak layanan yang benar-benar kamu kerjakan dan ingin didatangi pelanggan. Google tidak memberi angka ideal. Daftar pendek dengan nama yang jelas lebih berguna daripada daftar panjang berisi variasi kata yang sama, dan layanan yang tidak dikerjakan kemungkinan besar mendatangkan pertanyaan yang salah sasaran.
Perlukah layanan ditulis lagi di deskripsi bisnis?
Tidak perlu diulang sebagai daftar. Deskripsi bisnis menjelaskan bisnis secara umum dan boleh menyebut beberapa layanan utama secara wajar, sedangkan daftar lengkap tetap di menu Layanan. Pedoman Google meminta deskripsi tidak berfokus pada promosi, harga, atau diskon.
Bisakah layanan yang dikerjakan di lokasi pelanggan dimasukkan?
Bisa. Layanan menjelaskan pekerjaannya, bukan tempatnya, jadi fotografer panggilan boleh mencantumkan “foto prewedding outdoor”. Wilayah yang dilayani diatur di pengaturan area layanan, bukan dengan menambahkan nama kota ke nama layanan. Panduannya ada di profil Google untuk bisnis tanpa kantor.
Kenapa ada layanan yang tidak pernah ditambahkan tiba-tiba muncul di profil?
Google kadang menambahkan layanan sendiri. Praktisi SEO lokal, seperti Whitespark (2026), melaporkan bahwa penambahan itu bisa berdasarkan informasi dari website atau sumber lain, tanpa pemberitahuan. Cek menu Layanan secara berkala, hapus atau ubah yang tidak sesuai, dan pastikan website kamu menyebut layanan apa adanya.
Apakah produk bisa dibeli langsung dari profil Google?
Umumnya tidak. Profil menampilkan nama, foto, harga, dan deskripsi produk, tetapi pembayaran tidak dilakukan di profil lewat editor produk. Calon pembeli tetap datang ke tempat, menghubungi, atau membuka website lewat tombol bila tersedia, jadi harga dan ketersediaan di profil harus sama dengan jawaban admin.
Penutup
Mengisi Layanan dan Produk di Google Business Profile (GBP) bukan pekerjaan yang selesai setelah sekali disimpan. Gunakan Layanan untuk menjelaskan pekerjaan yang ditawarkan dan Produk khusus untuk barang yang benar-benar dijual. Pastikan nama layanan sesuai dengan istilah yang digunakan calon pelanggan, serta tulis deskripsi dan harga secara jujur dan konsisten di semua saluran.
Daftar layanan dan deskripsi tidak perlu disusun ulang setiap saat. Anda cukup memperbaruinya ketika ada perubahan pada layanan, harga, atau informasi bisnis. Sementara itu, pemeriksaan setiap tiga bulan dapat dilakukan sendiri tanpa memerlukan alat khusus.
Setelah informasi layanan tertata rapi, langkah berikutnya adalah memudahkan calon pelanggan membuat janji atau melakukan pemesanan. Menu Layanan juga perlu diperiksa sebagai bagian dari pengelolaan profil secara menyeluruh, seperti dijelaskan dalam panduan mengelola Google Business Profile.
Jika ingin memeriksa layanan, produk, dan kelengkapan profil sekaligus, Anda dapat mengunduh checklist audit Google Business Profile sebagai panduan evaluasi.
Tinggalkan komentar