Belajar Covert Selling

Inti covert selling adalah berjualan atau ngiklan secara terselubung. Pura-pura ngga jualan padahal jualan. Kalau bahasa teknisnya covert selling adalah sebuah upaya memasukkan informasi yang berhubungan dengan penjualan secara sekilas ke pikiran bawah sadar calon pembeli.

Kebanyakan orang sudah ngga suka iklan. Buktinya? kalau nonton tv pas jeda iklan langsung pindah channel. Oleh karena itu covert selling hadir. Biar dikira nggak ngiklan tapi yang penting informasinya tersampaikan.

Ibarat suka ama cewek, si laki nggak perlu ngomong “I love you neng” buktikan saja dengan perhatian dan kasih sayang. Kalau ceweknya tetep ngga sadar bilang aja “kamu jadi cewek tuh ngga peka”.

3 hal penting covert selling

Pertama, penasaran. Semakin penasaran maka semakin ingin tahu manfaat nya. Kalau sudah tahu manfaat dari suatu produk/jasa akan lebih mudah untuk membeli. Karena tahapan orang beli itu kan, sadar, tahu, seneng, yakin, beli.

Nah biasanya rasa penasaran akan membuat orang melakukan proses cari tahu, seneng, yakin dengan sendirinya tanpa dipaksa. Jadi kalau sudah siap langsung beli, tapi kalau baru tahu langsung ngga suka ya langsung gugur sendiri.

Kedua, ambigu atau banyak makna. Sudah dengar yang namanya salah kaprah? kesalahan yang sudah jadi kebiasaan sehingga dianggap normal. Ambigu disini memanfaatkan salah kaprah dalam memaknai suatu kata atau kalimat.

Contoh nih sold out = habis terjual. padahal yang sold out kan 50, sedangkan stoknya ada 70, berarti masih 20. atau “Alhamdulillah” dengan foto barang yang sudah dipaking rapi. Padahal belum ada yang beli, cuma alhamdullah sudah selesai dipaking.

Alhamdulliah

Ketiga, emosi. Emosi ini biasanya ada bila menggunakan gaya cerita. Seperti iklan-iklan TV di Thailand.

Pokoknya, kalau jualan jangan sampai keliatan. Covert selling ini juga ngga ada call to action, jadi jangan terlalu ngarep banyak lead yang masuk. Semakin ngga ngarep semakin natural semakin bagus covert sellingnya. Soal rejeki sudah ada yang ngatur yang penting kan sudah berusaha nyebar informasinya. #CMIIW

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

LeadPress Wordpress Theme By WPBisnis.