Panduan Lengkap Public Relation

Public Relations (PR) adalah proses interaksi atau strategi komunikasi yang dilakukan oleh suatu perusahaan untuk membangun hubungan baik dengan publik atau audiens, pemerintah, media, dan investor.

Tujuan dari Public Relations adalah untuk memperkuat citra positif organisasi dan mendorong parstisipasi publik dalam segala aktivitas yang dilaksanakan perusahaan.

Public Relations melibatkan berbagai taktik atau teknik komunikasi, termasuk media relations, event planning, crisis management, sponsorship, dan social media management.

Tujuan dari teknik-teknik tersebut adalah untuk memastikan bahwa pesan yang ingin disampaikan oleh organisasi dapat diterima dengan baik oleh publik. Sehingga dapat meningkatkan kepercayaan publik dan menciptakan citra positif yang kuat.

Dalam praktiknya, Public Relations sering kali dijalankan oleh seorang Public Relations Officer atau PR Officer, yang bertanggung jawab untuk merencanakan dan melaksanakan program Public Relations yang efektif untuk organisasi.

4 model public relation

Ada empat model Public Relations (PR) yang sering digunakan oleh para praktisi PR, yaitu:

Model Press Agentry/Publicity

Model ini hanya ada komunikasi satu arah dimana arus informasi diberikan dari perusahaan langsung kepada publiknya perusahaan tidak menaruh perhatian pada Umpan balik atau feedback dari publik.

Dalam model ini perusahaan lewat praktisi PR berusaha meningkatkan reputasi mereka dimata mitra kerja, investor dan masyarakat dengan cara manipulasi, mempengaruhi publik dengan memaksakan ide pemikiran dan informasi lain mengenai perusahaan.

Fokus utama dari model ini adalah pada pencitraan dan pengaruh, bukan pada pembangunan hubungan jangka panjang dengan publik.

Model ini bisa dibilang cukup usang dan tidak cocok lagi diterapkan saat ini.

Model Public Information

Fokus pada model ini adalah mempertahankan dan meningkatkan reputasi perusahaan dengan menyebarkan informasi yang relevan, tepat dan akurat, serta memberikan pemahaman yang lebih baik kepada publik tentang organisasi.

Biasanya perusahaan berkomunikasi dengan masyarakat melalui siaran pers atau pers rilis, brosur iklan dan video yang umumnya dilakukan via media massa. Hampir mirip dengan model pers atau publisitas, model Informasi Publik masih bersifat satu arah.

Model ini biasanya digunakan oleh organisasi pemerintah dan lembaga non-profit yang ingin memberikan informasi tentang program atau layanan mereka kepada publik.

Model Two-Way Asymmetric

Inti dari model ini adalah adanya komunikasi dua arah antara perusahaan dan publik, tapi komunikasi tersebut bersifat asimetris alias tidak seimbang. Tujuannya adalah untuk mempengaruhi pandangan atau perilaku publik tanpa memperhitungkan kepentingan publik secara keseluruhan.

Model ini lebih bersifat persuasif dan cenderung menggunakan teknik manipulatif, memaksa publik untuk berperilaku dengan cara yang sama sebagaimana yang mereka inginkan.

Menggunakan riset pasar dan psikologi sosial, untuk mempengaruhi pandangan publik. intinya Umpan balik atau feedback dari masyarakat atau pemangku kepentingan lainnya tidak dianggap serius dalam model ini.

Model Two-Way Symmetric

Model yang paling lazim diterapkan saat ini karena berfokus pada komunikasi dua arah yang seimbang dan menganggap serius feedback yang diberikan oleh publik. Bertujuan untuk membangun hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan dan memperoleh pemahaman yang lebih baik antara keduanya.

Model ini bersifat dialogis dan menciptakan ruang untuk publik memberikan masukan dan kritik terhadap organisasi, sehingga organisasi dapat memperbaiki kinerjanya dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan publik.

Public relation konvensional vs digital

Di era digital seperti sekarang ini pekerjaan public relations juga terdisrupsi, para praktisi PR menjalankan fungsi-fungsi komunikasi secara internal maupun secara eksternal.

Publik itu tidak selau orang yang berada di luar perusahaan tapi juga berkenaan dengan para karyawan, Pimpinan, dan juga pemegang saham sebuah perusahaan.

Dalam public relation konvensional, umumnya praktisi PR menyampaikan pesan terkait perusahaan melalui media konvensional seperti media cetak, dan melakukan konferensi pers secara tetap muka.

Sementara untuk praktek PR secara digital media yang digunakan juga sudah digital, dengan tidak lupa melibatkan sosial media.

Jadi dalam hal melihat efektivitas sebuah pesan dalam public relations digital seorang praktisi PR juga akan melihat hastag yang menjadi trend, jumlah like & share, atau mungkin komen dari sebuah unggahan di sosial media.

Dari segi aktivitasnya public relation digital memungkinkan penyebaran informasi secara Real Time, interaktif tanpa batasan waktu dan tempat serta memungkinkan perusahaan untuk memulainya dengan penuh kreativitas di saluran-saluran media sosial milik perusahaan.

Berikut adalah beberapa poin perbedaan antara PR konvensional dan digital:

Media dan teknologi

PR konvensional menggunakan media tradisional seperti televisi, radio, koran, majalah, brosur, dan flyer untuk menyebarkan pesan mereka.

BACA JUGA:  Mengenal Business Model Canvas Dan Cara Menggunakannya

Sedangkan, PR digital menggunakan teknologi seperti website, blog, media sosial, email, dan berbagai aplikasi untuk mencapai publik mereka.

Jangkauan publik

PR konvensional cenderung mencapai publik yang lebih terbatas dan spesifik, seperti audiens yang mengonsumsi media cetak atau elektronik tertentu.

Sementara itu, PR digital memiliki potensi untuk mencapai audiens yang lebih luas dan beragam, terutama melalui platform media sosial dan website.

Interaksi dengan publik

PR konvensional biasanya hanya bersifat satu arah dan tidak interaktif, di mana organisasi menyampaikan pesan mereka kepada publik tanpa adanya kesempatan bagi publik untuk memberikan feedback atau bertanya.

Di sisi lain, PR digital bersifat dua arah dan interaktif, di mana publik dapat memberikan feedback langsung melalui komentar, like, atau pesan.

Pengukuran kinerja

PR konvensional cenderung sulit diukur efektivitasnya, karena sulit untuk melacak seberapa banyak publik yang terlibat dan merespon pesan organisasi.

Namun, dengan PR digital, dapat dengan mudah melacak pengaruh dan efektivitas kampanye PR dengan menggunakan berbagai alat analisis dan metrik digital seperti jumlah tampilan, jumlah pengikut, dan tingkat keterlibatan.

Dalam era digital yang semakin berkembang, banyak organisasi yang beralih ke PR digital untuk meningkatkan jangkauan mereka dan membangun hubungan yang lebih baik dengan publik mereka.

Namun, PR konvensional masih memiliki peran penting dalam menghasilkan perhatian media dan memberikan pengalaman komunikasi yang lebih personal dengan publik.

Ruang lingkup public relation

Public relation dan informasi adalah dua hal yang tidak terpisahkan, PR memiliki peran penting dalam mengemas penyampaian informasi dari perusahaan kepada masyarakat.

Dalam keseharian publik relations atau PR berkaitan erat dengan arus informasi yang beredar di sekitar perusahaan baik itu yang terjadi secara internal maupun eksternal.

Tujuan public relation

Salah satu tugas utama praktisi public relations adalah mengelola informasi tersebut agar memenuhi 3 tujuan:

Menjamin akurasi atau validitasnya

Penting bagi seorang public relations profesional untuk bisa melakukan crosscheck atas informasi yang berkembang, apalagi sekarang di era ketika informasi terbentuk dan tersebar dengan begitu cepat.

Ancaman berita bohong atau hoax sangat nyata dan bisa berdampak buruk terhadap citra perusahaan. Dalam konteks ini tugas seorang praktisi PR tidak hanya menyebarkan informasi namun juga memeriksa memonitor dan memastikan kebenaran informasi.

Informasi yang membawa manfaat bagi perusahaan

Bisa meningkatkan reputasinya atau meningkatkan kepercayaan karyawan dan konsumen terhadap nilai-nilai yang dianut serta produk dan layanan yang ditawarkan

Memiliki nilai-nilai yang baik itu satu hal, namun menyampaikan dan memastikan agar publik memahami nilai-nilai yang baik tersebut merupakan sebuah tantangan yang tentu tidak mudah.

Seorang praktisi publik relations yang profesional harus terbiasa dan memiliki strategi dalam melakukan tugas ini.

Memitigasi potensi krisis komunikasi

Perlu dicatat bahwa krisis komunikasi ini bisa membawa dampak yang tidak biasa bagi perusahaan. Sehingga pendekatan dan strategi yang diambil pun tidak bisa biasa-biasa saja, harus ada perencanaan khusus, koordinasi khusus.

Aktor komunikasi perusahaan

Di dalam sebuah perusahaan seorang praktisi PR dapat dikatakan sebagai nakoda, yang mengarahkan dan mengelola arus informasi untuk memenuhi 3 tujuan diatas.

Dalam prakteknya ada banyak sekali pemangku kepentingan yang juga berkaitan erat dengan informasi seperti direksi, komisaris, pemegang saham atau investor, karyawan, pemerintah, media massa, serta ada juga kelompok kepentingan ormas sampai masyarakat pada umumnya.

Secara prinsip komunikasi merupakan elemen utama yang dibutuhkan dalam menyampaikan visi, misi, dan kultur sebuah perusahaan.

Sedangkan seorang praktisi PR memiliki tugas penting dalam memformulasikan visi, misi, dan kultur tersebut ke dalam sebuah pesan yang dapat diterima oleh masyarakat dengan baik.

Dalam perannya seorang praktisi PR wajib mendalami nilai-nilai dari sebuah perusahaan agar Informasi yang disampaikan menjadi kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan di kemudian hari.

Mungkin bagi sebagian orang visi misi perusahaan ini hanyalah poster yang dibingkai atau digantung di sudut-sudut ruangan.

Tapi bagi seorang praktisi PR visi misi perusahaan ini adalah sebuah hal yang harus diterjemahkan ke dalam cara perusahaan ini berkomunikasi, berinteraksi, dan bersinergi dengan publik.

Intinya PR menjadi wajah perusahaan saat berhubungan dengan dunia luar, baik dengan masyarakat maupun stakeholder yang terlibat lainnya. Maka sudah seharusnya seorang praktisi publik relations memahami fungsinya di perusahaan.

Fungsi public relation

BACA JUGA:  Apa Itu Slogan?

Public relation memeiliki peran penting dalam membangun reputasi yang baik atau brand dalam perusahaan. Karena PR yang mengelola informasi baik dari internal atau eksternal untuk kemudian dijadikan strategi.

Ada 2 fungsi PR dalam perusahaan yaitu fungsi umun dan fungsi krisis.

Fungsi umum

Dalam kondisi biasa seperti keseharian perusahaan pada umumnya setidaknya ada 4 fungsi atau tugas praktisi public relation:

Fungsi riset

Dengan memlakukan riset praktisi PR dapat membuat perencanaan atau PR plan yang baik serta memberikan saran berdasarkan data dan fakta kepada perusahaan tentang cara berkomunikasi kepada publik secara terarah dan efektif.

Melakukan monitoring terhadap pemberitaan media dan melakukan interkasi atau memantau ide-ide yang dicetuskan oleh KOL di tengah masyarakat, merupakan cara riset yang paling sederhana.

Dengan melakukan riset paraktisi PR bisa mendapat strategi yang bersifat solutif dalam mengatasi masalah dan menjawab tantangan yang dihadapi perusahaan.

Fungsi media relation dengan awak media

Fungsi ini terkait erat dengan menulis siaran pers atau pers rilis yang efektif dengan tujuan mendapat pemberitaan yang sifatnya positif dan juga berimbang dari media.

Fungsi ini terkait erat dengan membangun reputasi perusahaan di tengan arus informasi yang deras dan dinamis. Sederhanya fungsi media rilis ini membantu perusahan untuk membangun brand awareness.

Fungsi komunikasi internal perusahaan

Membangun sebuah ubungan yang strategis dalam konteks internal, artinya adalah praktsi PR mendorong terwujudnya praktek bisnis yang adil berdasarkan prinsip atau norma yang lazim.

Fungsi komunikasi internal dalam dijalankan melalui saluran komunikasi perusahaan miliki seperti buletin kantor, email, dan aplikasi kolaborasi yang digunakan.

Fungsi public affairs management

Public affairs management bertujuan untuk mengelola hubungan antara organisasi atau perusahaan dengan berbagai pihak yang terkait, seperti pemerintah, masyarakat, media, dan stakeholder lainnya.

Fungsi public affairs management dalam public relations mencakup berbagai kegiatan, seperti membangun hubungan dengan pihak-pihak terkait.

Memberikan informasi dan pendapat mengenai kebijakan publik yang berkaitan dengan industri atau bisnis perusahaan, serta membantu perusahaan dalam menanggapi isu-isu publik yang berkaitan dengan bisnis atau industri mereka.

Tujuan utama dari public affairs management adalah untuk membantu perusahaan dalam memperoleh dukungan dan pengakuan dari pihak-pihak terkait, sehingga perusahaan dapat beroperasi dengan lebih baik dan efektif.

Selain itu, public affairs management juga bertujuan untuk memastikan bahwa perusahaan mematuhi peraturan dan regulasi yang berlaku, serta menjaga hubungan yang baik dengan pihak-pihak terkait sehingga dapat menciptakan citra yang positif bagi perusahaan di mata publik.

Fungsi krisis

Sementara itu dalam kondisi kritis terjadi fungsi utama PR adalah meredam isu, memberi sudut pandang alternatif, merespon keingintahuan publik, mengelola ekspektasi dan memberi solusi:

Perlu diketahui bahwa krisis ini merupakan peristiwa yang tidak diharapkan. Sesuatu yang berdampak negatif terhadap perusahaan.

Krisis dapat terjadi karena adanya bencana alam, hubungan yang kurang baik antara perusahaan dan karyawan, ataupun isu lain yang membuat perusahaan menjadi tidak harmonis dengan publik eksternal.

Meredam isu

Fungsi public relations dalam konteks krisi yang yang pertama adalah meredam isu.

Cara meredam isu yang paling efektif adalah dengan cara berusaha terbuka dengan publik. Menyampaikan yang sebenarnya terjadi agar tidak terjadi simpang-siur informasi di tengah masyarakat.

Cara menyampaikannya adalah dengan menjelaskan baik dan buruk dari sebuah peristiwa yang terjadi.

Fungsi public relation disini sagat vital, karena berhubungan langsung dalam membangun rasa saling percaya antara perusahaan dengan publik yang seringkali dimediasi oleh media massa.

Ketika media massa memberikan ruang bagi perusahaan untuk melakukan klarifikasi, maka kita bisa katakan disinilah fungsi public relation berjalan optimal.

Memberikan sudut pandang alternatif

Terkait dengan memberikan sudut pandang alternatif, fungsi public relation dalam keadaan krisis adalah menginformasikan kepada publik bahwa ada banyak cara dan perspektif dalam melihat sebuah kejadian.

Seorang public relation yang profesional, akan menulis dan menyebarkan informasi secara objektif, dengan tetap memperhatikan data dan fakta tanpa adanya upaya untuk memanipulasi publik.

Dengan komunikasi dua arah perusahaan dapat merespon secara langsung pertanyaan ataupun keluhan yang publik sampaikan. Komunikasi dua arah antara perwakilan resmi perusahaan dan masyarakat juga berfungsi untuk menjawab keingintahuan publik tentang hal yang sebenarnya terjadi.

Mengelola ekspektasi dan memberi solusi

Public relation didalam sebuah perusahaan akan pasang badan dan menjadi garda terdepan yang mengelola informasi di saat krisis.

Mulai dari menerima keluhan, memetakan hal yang menjadi kekhawatiran masyarakat, tempat masyarakat biasa menyampaikan pendapatnya, kata kunci atau keyword yang mengemuka, dan mengidentifikasi harapan masyarakat.

Seorang pubic relation profesional akan bekerja dengan manajemen untuk menyampaikan solusi jangka pendek,menengah, dan panjang bagi public. Agar publik kembali diingatkan akan komitmen perusahaan serta nilai-nilai perusahaan yang mengedepankan kebermanfaatan bagi masyarakat.

PR mencegah citra perusahaan jatuh begitu saja saat terjadi pergejolakan atau krisis.

4 strategi PR perusahaan

Dapatkan notifikasi ke email kamu setiap kali ada tulisan baru. GRATIS.

    Add your first comment to this post

    Website ini menggunakan theme generatepress premium dan layanan hosting di webnesia.co.id.

    Pin It on Pinterest

    Share This