{"id":1750,"date":"2020-03-01T22:54:00","date_gmt":"2020-03-01T15:54:00","guid":{"rendered":"https:\/\/taiciken.com\/desain\/?p=1750"},"modified":"2025-07-30T20:14:14","modified_gmt":"2025-07-30T13:14:14","slug":"layout","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/taiciken.com\/blog\/layout\/","title":{"rendered":"Prinsip Dasar Layout Pada Desain Grafis Serta Panduan Menggunakannya"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam postingan ini, kami akan menguraikan prinsip dasar layout dan bagaimana mengaplikasikannya dalam desain grafis. Kami juga akan memberikan beberapa panduan yang dapat membantu proses desain.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Layout principles<\/h2>\n\n\n\n<p>Layout yang baik memberikan struktur pada desain kamu dan membuat konten dalam desain lebih mudah untuk dipahami.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada beberapa prinsip yang bisa kamu terapkan untuk menciptakan layout yang baik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Proximity<\/h3>\n\n\n\n<p>Proximity atau kedekatan adalah suatu cara untuk menggunakan ruang visual untuk menunjukkan hubungan antar elemen dalam desain.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image \">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"329\" src=\"https:\/\/taiciken.com\/blog\/wp-content\/uploads\/Law-of-Proximity.avif\" alt=\"\" class=\"wp-image-41310\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">proximity<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Sederhananya elemen-elemen yang berhubungan harus diletakkan berdekatan dalam satu kelompok. Misalnya headline dan sub headline.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebaliknya elemen-elemen yang tidak berhubungan harus diletakkan secara berjauhan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. White space<\/h3>\n\n\n\n<p>White space adalah area kosong yang ada di antara atau disekitar elemen-elemen desain. Untuk menciptakan layout yang baik kamu juga harus memperhatikan white space. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan menggunakan white space yang cukup, maka desain akan terlihat lebih terbuka dan juga tidak penuh.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image \">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"989\" src=\"https:\/\/taiciken.com\/blog\/wp-content\/uploads\/Black-swan-poster-white-space.avif\" alt=\"\" class=\"wp-image-41311\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">White space poster<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Penggunaan white space yang baik membuat informasi dalam desain yang cukup banyak jadi lebih mudah dibaca oleh audiens.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Repetition<\/h3>\n\n\n\n<p>Ketika membuat layout untuk suatu brand atau produk, pengulangan sangat penting untuk menciptakan tampilan yang konsisten dan juga kohesif.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya ketika kamu sudah memiliki style di headline, ulangi penggunaan style tersebut pada setiap headline di desain kamu.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemilihan font yang konsisten juga membantu Layout terlihat lebih kohesif dan memudahkan audience untuk mencerna informasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Hirarki<\/h3>\n\n\n\n<p>Ingat lagi teori hirarki yang sudah dibahas sebelumnya?<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam sebuah layout hirarki bisa menangkap mata audience menciptakan penekanan atau mengarahkan perhatian ke hal yang lebih penting dalam desain.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Alignment <\/h3>\n\n\n\n<p>Alignment adalah pengaturan berbagai elemen dalam desain agar sejajar.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image \">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/taiciken.com\/blog\/wp-content\/uploads\/Alignment-principle.avif\" alt=\"\" class=\"wp-image-41312\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Alignment<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Yang terpenting ketika melakukan alignment adalah konsisten. Artinya setiap grup elemen harus memiliki jarak yang merata.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengenal grid<\/h2>\n\n\n\n<p>Salah satu cara untuk memastikan layout yang kita buat sudah seimbang dan rapi adalah dengan menggunakan sistem Grid.<\/p>\n\n\n\n<p>Grid adalah sebuah sistem yang digunakan untuk menata layout. Grid berguna untuk memberikan audience sebuah referensi yang seragam dalam melihat dan memahami suatu desain.<\/p>\n\n\n\n<p>Grid penting karena ketika setiap elemen desain grafis terkoneksi melalui satu sistem penataan yang sama, audience akan merasa lebih nyaman untuk melihat desain, sehingga lebih mudah pula untuk mencerna isinya.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image \">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"755\" height=\"491\" src=\"https:\/\/taiciken.com\/blog\/wp-content\/uploads\/Layout-grids.avif\" alt=\"\" class=\"wp-image-41313\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Layout grids<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Ada beberapa jenis grid yang bisa kamu gunakan dalam desain.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Baseline grid<\/h3>\n\n\n\n<p>Baseline grid adalah garis-garis horizontal yang menentukan dimana teks akan duduk.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh paling sederhana dari baseline grid adalah kertas bergaris dalam buku tulis seperti yang biasanya kita gunakan untuk menulis. <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Column grid<\/h3>\n\n\n\n<p>Column grid adalah jenis great yang paling sering digunakan oleh desainer. Kolom grid membagi suatu halaman ke dalam bagian-bagian vertikal atau kolom.<\/p>\n\n\n\n<p>Column grid biasanya digunakan berbarengan dengan baseline grid. Contoh paling umumnya adalah majalah ataupun koran.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Modular grid<\/h3>\n\n\n\n<p>Modular grid adalah kelanjutan dari kolom grid dengan menambahkan garis-garis horizontal atau biasa disebut juga baris ke dalam kolom grid.<\/p>\n\n\n\n<p>Setiap pertemuan antar garisnya menciptakan modul-modul yang dapat digunakan untuk menata layout. Biasanya majalah dan corporate repot menggunakan grid ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Manuscript grid<\/h3>\n\n\n\n<p>Ini adalah grid yang hanya memiliki satu kolom, dan menentukan dimana teks akan berada.<\/p>\n\n\n\n<p>Menggunakan gerejani sini sama seperti kalau kamu menang paint margin dalam dokumen. Biasanya ini digunakan pada publikasi konvensional seperti novel.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Hierarchical grid<\/h3>\n\n\n\n<p>Sesuai namanya gereja jenis ini tidak memiliki aturan yang mengikat. Grid dibuat untuk menyesuaikan kebutuhan konten yang spesifik.<\/p>\n\n\n\n<p>Hirarkikal grid bisa benar-benar bebas atau bisa juga terdiri dari gabungan beberapa jenis grade yang sudah dijelaskan. Aplikasi grid jenis ini bisa sangat luas mulai dari desain website, poster, dan lain-lain.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Komposisi<\/h2>\n\n\n\n<p>Pernah dengar istilah <em>golden ratio<\/em> dan <em>rule of third<\/em>? <\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image \">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"308\" src=\"https:\/\/taiciken.com\/blog\/wp-content\/uploads\/Golden-ration-rule-of-third.avif\" alt=\"\" class=\"wp-image-41314\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Golden ratio &amp; rule of third<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Keduanya adalah jenis komposisi yang populer di dunia desain dan fotografi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Golden ratio<\/h3>\n\n\n\n<p>Golden ratio adalah sebuah persegi panjang dengan proporsi 1 banding 1.618 . Golden ratio ini sudah dibuktikan secara sistematis sebagai jenis grid yang menarik secara visual.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan menggunakan Golden ratio mata audiences diarahkan untuk melihat informasi sesuai dengan urutan yang diinginkan. Sebagai designer kamu bisa mengaplikasikan golden ratio ini dengan berbagai cara.<\/p>\n\n\n\n<p>Golden ratio juga sering digunakan untuk membuat logo seperti logo National Geographic, Twitter, Pepsi, dan masih banyak lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Rule of third<\/h3>\n\n\n\n<p>Rule of third adalah pembagian suatu halaman menjadi 9 bagian oleh dua garis horizontal dan juga dua garis vertikal.<\/p>\n\n\n\n<p>Posisi objek paling penting diletakkan di garis-garis pembagi atau titik-titik pertemuan garisnya. penggunaan rule of third sering ditemukan pada layout website.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Layout merupakan komponen penting dalam desain grafis. Konsep yang diperlukan untuk membuat layout yang efektif dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu prinsip dasar layout dan panduan menggunakannya.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":38543,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[],"class_list":["post-1750","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-desain"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/taiciken.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1750","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/taiciken.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/taiciken.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/taiciken.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/taiciken.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1750"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/taiciken.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1750\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/taiciken.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/38543"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/taiciken.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1750"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/taiciken.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1750"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/taiciken.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1750"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}