Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Mendesain

Saat memiliki proyek desain baru, diperlukan meeting untuk mengumpulkan dan menyaring informasi sehingga dapat menyimpulkan solusi desain yang baik.

3 hal penting yang perlu dilakukan saat meeting awal sehingga proses desain menjadi lebih fokus.

1. Tentukan tujuan desain

Satu kalimat yang menjelaskan tentang hasil yang ingin dicapai dan apa yang perlu dilakukan.

Seringnya klien mendiskripsikan tujuan mereka dengan kurang jelas. Dengarkan klien dan bantu mereka memprioritaskan apa yang harus dilakukan di proyek tersebut. Kemudian simpulkan dalam satu kalimat.

Jika lebih dari satu kalimat, maka akan lebih sulit bagi orang untuk memahami apa yang ingin dicapai. Jaga agar deskripsi tetap sederhana dan fokus.

Beberapa contoh yang mungkin terdengar seperti ini :

  • Teaser ini harus membuat hype sepatu baru yang akan rilis.
  • Konten video ini akan mengedukasi konsumen tentang teknologi AI.

2. Identifikasi masalah

Masalah yang perlu diselesaikan.

Desain adalah tentang memecahkan masalah. Akan selalu masalah saat mengerjakan proyek untuk klien. Mereka membayar untuk mendapat solusi dari masalah ini.

Inilah yang perlu diketahui saat ingin menganalisa masalah: siapa, bagaimana, dan apa tujuannya.

Siapa target audiens untuk produk ini? Mengapa ini penting bagi mereka? Mengapa mereka peduli?

Mungkin ada lebih dari satu pengguna, jadi coba identifikasi tiga teratas dan prioritaskan yang paling penting.

Apa pesan yang ingin disampaikan dari proyek ini? Bagaimana perasaan audien setelah melihatnya?

Jika klien memiliki banyak hal untuk disampaikan, bantu mereka memprioritaskan pesan dan menentukan hierarki.

Ini akan menunjukkan nilai kamu sebagai desainer, selanjutnya menggunakan keterampilan desain untuk memberikan kejelasan.

Setelah pesannya jelas, di mana ingin menunjukkannya? Dalam konteks apa?

Audien memiliki keadaan pikiran dan rentang perhatian yang berbeda tergantung pada konteksnya.

Misalnya, jika mereka menonton iklan pre-roll di YouTube, hanya ada 5 detik untuk memikat mereka sebelum mereka bisa melewatinya. Namun, jika di ruang konvensi atau teater, akan ada lebih banyak waktu.

Berdasarkan siklus funnel, audien memiliki niat dan ketertarikan yang berbeda.

Saat berada di tahap awal, mereka perlu disadarkan tentang produk atau layanan. Jika mereka berada di tahap akhir, mereka kemungkinan besar sudah siap untuk membeli.

Sekarang kita tahu pesan yang harus disampaikan, kepada siapa, dan cara menyampaikannya, artinya kita sudah bisa mengidentifikasi masalahnya.

3. Persempit Eksplorasi Desain

Menentukan akan seperti apa hasil desain akhir.

BACA JUGA:  Jenis Lisensi dalam Desain Grafis

Jika ingin menghemat waktu dan tenaga, penting untuk mempersempit fokus sebelum mulai mendesain. Dengan begitu, kita dapat menghindari tebak-tebakan dan fokus menemukan solusi yang tepat.

Pertanyaan yang bisa diajukan ke klien:

  • Apa saja creative parameters yang perlu dimasukkan?
  • Apakah ada contoh hasil yang diinginkan?

Hati-hati dengan banyaknya kode bahasa di sini. Kata-kata seperti “epik, elegan, atau energik” dapat diartikan secara subjektif. Buatlah lebih spesifik dengan meminta contoh dan gunakan bahasa sederhana untuk menghindari kebingungan.

Sekarang kita sudah memiliki informasi untuk memulai dan menyimpulkan solusi desain yang efektif.

  • Tentukan tujuan desain – Hal yang ingin dicapai dan yang perlu dilakukan.
  • Identifikasi masalah – Masalah yang perlu diselesaikan.
  • Persempit eksplorasi desain – Menentukan akan seperti apa hasil desain akhir.

Dengan tiga hal ini kita dapat mulai mendesain dengan lebih jelas dan akan menjadi acuan untuk proses selanjutnya.

Dapatkan notifikasi ke email kamu setiap kali ada tulisan baru. GRATIS.

    Add your first comment to this post

    Website ini menggunakan theme generatepress premium dan layanan hosting di webnesia.co.id.

    Pin It on Pinterest

    Share This