Cara Menggunakan Skala Dalam Desain Grafis

Memahami prinsip skala dalam desain grafis dapat membantu para desainer menciptakan visual yang lebih baik dalam desain mereka.

Apa itu skala dalam desain grafis

Skala dalam desain grafis adalah perbandingan suatu ukuran antara satu elemen dan elemen lainnya. Untuk bisa disebut skala harus ada minimal 2 elemen yang dibandingkan.

Misalnya ada dua lingkaran berukuran berbeda di sebuah kertas.

Perbandingan skala
Perbandingan skala

Skala adalah ukuran lingkaran kecil dibandingkan dengan lingkaran besar. Ukuran lingkaran dibandingkan dengan ukuran kertas juga bisa disebut skala.

Skala itu relatif, sebuah elemen grafis bisa terlihat lebih besar atau lebih kecil tergantung dari ukuran, penempatan, maupun warna dari elemen-elemen lain disekitarnya.

Skala bisa digunakan untuk menciptakan tention, mood, depth of field, dan hirarki.

1. Tension (ketegangan)

Skala yang kontras bisa menciptakan tension antara dua objek.

Visual tension merupakan cara untuk mengatur elemen-elemen pada gambar, yang mempengaruhi psikologi orang yang melihat sehingga menarik perhatian.

Suatu objek yang dibuat jauh lebih besar dari yang lain membuat orang bisa langsung menangkap perbedaan yang kontras di antara keduanya, sehingga menciptakan tension lebih tinggi.

CHEEZ-IT
CHEEZ-IT

Misalnya pada gambar iklan CHEEZ-IT, perbandingan ukuran antara keju dan biskuit membuat mata kita langsung menangkap pesan ‘rasa keju asli yang kuat dan biskuit yang kecil’.

2. Mood (emosi)

Skala juga bisa bercerita dan menciptakan mood dalam desain.

Jika dua objek dibuat menjadi seukuran maka audience akan secara otomatis membandingkan kemiripan, atau koneksi antara satu objek dengan objek lainnya.

Misalnya pada campaign Words Kill Wars.

Words Kill Wars
Words Kill Wars

Ukuran pensil dan bom dibuat serupa, digabungkan menjadi satu gambar. Mengilustrasikan bahwa kata-kata juga sama powerful nya dengan senjata.

Contoh lainnya pada iklan smart watch ini.

Apple watch banner
Apple watch banner

Penggunaan jam dalam skala asli, dan manusia sebagai miniatur, menyampaikan pesan bahwa apple adalah bagian yang besar dalam kehidupan penggunanya.

Permainan skala seperti ini menciptakan kesan hiperbola dan playfull.

3. Depth of field

Skala juga bisa digunakan menciptakan depth of field.

Depth of field adalah jarak dari satu objek terdekat dengan objek terjauh dalam suatu gambar atau foto.

Depth of field sendiri bisa menciptakan perspektif pada gambar. Elemen yang lebih kecil dan terlihat lebih jauh, dan elemen besar terlihat lebih dekat.

BACA JUGA:  Spesialisasi Dalam Desain Grafis

Seperti iklan coca-cola ini misalnya

Coca-cola Open happiness
Coca-cola Open happiness

Menggunakan skala untuk membentuk senyuman dari susunan botol botol coca-cola. Dengan menggunakan skala pesan ‘Open happiness’ dari iklan coca-cola dapat tersampaikan.

4. Hierarchy

Skala juga berfungsi untuk menciptakan hierarki atau urutan visual diantara elemen-elemen desain. Skala bisa memberitahu audience elemen mana yang paling penting dari sebuah desain.

Contohnya pada visualisasi data berikut ini.

Skala hirarki
Skala hirarki

Skala digunakan untuk menyampaikan kuantitas. Lingkaran yang ukurannya lebih besar menandakan kuantitas pencarian yang lebih banyak.

Soal hirarki ini akan kita bahas lagi lebih lanjut nanti.

Contoh penggunaan skala dalam desain grafis

Sekarang kita lihat betapa powerfull nya penggunaan skala dalam desain khusus nya dunia advertising.

1. Think Small VolkWagen

Pada tahun 1959 agency DDB merilis iklan di majalah berjudul think small untuk VolkWagen yang disebut “The ad that changed advertising”, dan dinobatkan sebagai salah satu iklan terbaik sepanjang masa.

Think Small VolkWagen
Think Small VolkWagen

Jika dibandingkan dengan iklan mobil Amerika pada masa itu penggunaan skala pada iklan VolksWagen ini berbeda.

Designer menggunakan ukuran mobil yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan keseluruhan halaman pada majalah.

Skala antara mobil dengan halaman ini justru membuat mobil menjadi pusat perhatian, karena iklan ini berbeda dengan iklan-iklan mobil pada umumnya di masa itu.

2. Coffee – McDonald

Contoh lain agency Leo Burnett di Dubai membuat iklan Billboard untuk mempromosikan bahwa McDonald’s menjual kopi selama 24jam.

Karena iklan Billboard hanya bisa terlihat sekilas, maka penggunaan skala pada iklan ini pun menjadi sangat krusial.

Ukuran angka 5 dan 7 yang dibuat besar membuat audiens bisa membaca iklan dengan jelas, baik pagi hari maupun di malam hari.

Kesimpulan dari dua contoh diatas :

Skala hanya bisa diciptakan dengan membandingkan satu objek dengan objek lainnya atau lebih.

Bigger isn’t always better. Jika digunakan dengan benar, memperkecil objek dalam desain bisa menghasilkan impact yang besar.

Skala bisa mengubah desain dan sangat krusial untuk keberhasilan design kamu.

Add your first comment to this post

Pin It on Pinterest

Share This