Membuat Konten Untuk Optimasi SEO OnPage

Conten is a king. Banyak bloger yang mengatakan itu. Bukan tanpa alasan, karena konten web yang bagus akan membuat pengunjung senang. Informasi yang jelas, tampilan menarik, bahasa yang mudah dimengerti adalah faktor utama yang membuat pengunjung blog betah menghabiskan waktunya di sebuah web. Selain itu ada faktor lain yang perlu diperhatikan dalam membuat konten untuk optimasi SEO OnPage.

Membuat konten blog

Membuat konten blog untuk keperluan optimasi juga harus ramah terhadap robot google. Umumnya google lah yang akan mengenalkan blog kita kepada pengunjung. Maka memahami cara robot google mengenali suatu website itu penting. Beberapa tips berikut perlu dilakuakan dalam membuat konten web agar lebih cepat dikenal dan disukai google.

1. Judul dan kalimat pembuka

Perbedaan paling nyata antara menulis cerpen dengan menulis artikel SEO adalah pada cara membuat judul dan kalimat pembuka. Bisa dikatakan 2 elemen ini sangat penting dalam SEO. Oleh karena itu sebisa mungkin untuk memasukan keyword dalam judul, jika tidak bisa maka usakan menyisipkan keyword pada kalimat pembuka artikel.

Judul selain merupakan kalimat yang menggambarkan seluruh isi konten, juga digunakan sebagai penarik perhatian pengguna search engine untuk melakukan klik terhadap halaman web. Maka memberi judul yang berunsur clickbait (membuat penasaran) diperbolehkan, asalkan tidak melenceng dari isi kontennya.

Kalimat pembuka juga sama pentingnya dalam menggambarkan isi konten. Setidaknya untuk saat ini, seperti itulah cara robot google membaca halaman web. Menaruh kata beberapa kunci pada kalimat pembuka akan mempermudah robot google dalam mengenal isi konten halaman web.

2. Unik

Konten unik dalam arti belum pernah ada sebelumnya. Bukan soal topik tapi susunan kata dan kalimatnya. Meski sudah banyak informasi tersebar di internet. Nyatanya seorang bloger wajib untuk bisa membuat konten yang unik, walau dengan topik yang sama.

Google tidak suka dengan tindakan plagiarisme. Maka jangan sekali-kali mencoba untuk membuat konten copy paste. Boleh melakukan spin artikel, namun setidaknya harus tetap unik  90% dimata google. Untuk mengeceknya bisa dengan menggunakan plagiarisme checker yang tersebar di internet, mau yang gratis atau sesuaikan saja. kalau yang gartis biasanya menggunakan plagiarisme checker dari smallseotools.

3. Panjang

Selain isinya harus informatif dan menarik, artikel dengan tulisan yang panjang akan menjadi nilai plus tersendiri. Gampangnya semakin banyak halaman novel, semakin lama juga pembaca untuk menyelesaikannya.

Menurut plugin YOAST SEO artikel yang dibuat untuk optimasi SEO minimal ada 300 kata. Namum banyak bloger berpendapan rata-rata panjang artikel, minimum 500 kata. Artikel bisa disebut panjang jika sudah lebih dari 1000 kata.

Sedikit tips jika kamu punya artikel yang panjang, usahakan setiap paragraf tidak lebih dari 200 kata. Karena jika terlalu panjang, pengunjung malah tidak nyaman membacanya.

4. Variasi

Variasi konten maksudnya selain berisi tulisan, juga bisa dengan menambah gambar dan video. Gambar dan video bisa membuat isi konten menjadi lebih menarik dan informatif. Dan tentunya membuat pengunjung lebih betah.

5. Mahir menulis

Pada akhirnya konten yang dibuat akan dinikmati oleh manusia, maka kemampuan menulis yang bagus akan sangat diperlukan. Para manusia ini membutuhkan informasi yang bisa menyelesaikan masalah mereka. Tulisan yang dibuat asal-asalan hanya akan membuat pengunjung lari tak kembali. Dan tinggal menunggu waktu suatu blog akan sepi, meski sudah dioptimasi.

Saran jika kamu belum cakap menulis, kamu bisa mencari jasa penulis artikel, yang benar benar handal.

Link dalam artikel

Tautan yang mengarah halaman lain web sendiri (inbound) ataupun keluar web (outbound). Pada dasarnya link digunakan untuk memberi referensi kepada pembaca blog untuk mengunjungi konten lain yang mirip-mirip. Membuat (inbound) link yang mengarah ke postingan lain di website kita tentu akan menguntungkan. Pengunjung bisa lebih lama lagi berada di website yang sama. Sementara membuat (outbound) link akan menguntungkan website lainnya, karena bisa mendapat pengunjung dari blog kita.

Dari kaca mata google sendiri saat ada outbound link dari website A ke website B, itu menandakan bahwa website A merekomendasikan website B. Seperti pemilihan, jika website A memilih website B, maka website B akan mendapat nilai tambah. Hal inilah kemudian dimanfaatkan para pegiat SEO untuk membangun linkbuilding. Membuat banyak back link ke arah website utama agar mendapat nilai lebih di mata google.

Perlu di ingat dalam membuat outbound link kita harus melakukan pada 3 hal ini.

  1. Relevansi, artinya link yang dibuat harus mengarah ke konten yang relevan (satu topik).
  2. Membuat outbound link terbuka di tab atau jendela baru, agar pengunjung tidak langsung keluar dari website kita.
  3. Jangan membuat terlalu banyak outbound link pada 1 artikel, karena bisa dianggap spam oleh google.

Daftarkan ke google webmastertools

Konten selesai dibuat dan diterbitkan. Tugas selanjutnya adalah submit ke google webmastertools, agar konten di website segera dirayapi dan terindex google.

Jika kamu sudah punya gmail secara otomatis kamu sudah punya akun google webmaster tools. Langkah selanjutnya tinggal daftarkan web kamu dan mememverifikasi nya. Caranya bisa lihat video dibawah ini, dan pastikan sudah login gmail nya.

Hal terakhir yang perlu dilakukan di SEO OnPage adalah update konten secara teratur. Update konten dilakukan agar pengunjung memiliki alasan untuk datang lagi. Bukan cuma menambah konten, merubah koten yang sudah lama ada karena dianggap tidak relevan lagi juga termasuk update konten. Tidak ada patokan wajib seberapa sering suatu website harus memiliki konten baru, karena harus disesuikan dengan model bisnisnya.

Web berita tentu wajib menambah konten setiap hari agar pembaca tidak ketinggalan berita terbaru, berbeda dengan dengan website perusahaan yang di update hanya saat ada promo atau event-event tertentu.

Melakukan riset keyword, membeli domain dan hosting, Install set up wordpress, serta optimasi konten yang baru saja dibahas maka sebenarnya kita sudah mengerjakan seluruh kegiatan SEO OnPage. Langkah selanjutnya adalah melakukan SEO OffPage yang tidak jauh-jauh dengan yang namanya backlink dan strategi linkbuilding.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

LeadPress Wordpress Theme By WPBisnis.