Mengenal Apa Itu Freelancer?

Freelancer dalam bahasa indonesia diartikan sebagai pekerja lepas, atau kasarnya disebut sebagai pekerja serabutan (pekerja bukan kuli). Ya karena untuk mendapatkan uang harus selalu mencari proyek baru, proyek satu selesai nyari lagi begitu seterusnya. Freelancer adalah orangnya, dan jenis pekerjaannya disebut freelance.

Dulu perkerja serabutan sangat lekat dengan kerja kasar, oleh karena itu muncul sebutan kuli serabutan. Tapi dengan seiringnya perkembangan media yang modern ada banyak kerja serabutan yang jauh dari kesan kerja kasar. Malah terkesan sebagai kerja kreatif dan menuntun skill tertentu.

Contohnya adalah, desainer grafis, penulis, penerjemah, programer, editor dll.

KEUNTUNGAN

Ada beberapa alasan freelancer menjadi profesi yg harus digeluti selain kurangnya lapangan kerja dbanding jumlah penduduk Indonesia

  1. Waktu yang fleksibel. Freelancer umumnya tidak terikat waktu kerja masuk jam 7 pulang jam 4, 8 jam sehari, 5 hari seminggu. Karena umumnya pekerjaan freelancer dilihat berdasarkan hasil kerja bukan absensi.
  2. Bisa multi proyek. Multi proyek artinya multi income, semakin banyak proyek yang dikerjakan maka semakin banyak juga uang yang bisa didapat tapi harus disesuaikan juga dengan kemampuan. Jangan karena terlalu banyak proyek hasil pekerjaan jadi menurun.
  3. Bisa bekerja berdasarkan hobi atau skill yang dimiliki. Hal ini tidak lepas dari banyaknya pekerjaan yang sudah bisa diambil oleh freelancer. Berkerja berdasarkan hobi/skill membuat pekerjaan lebih menyenangkan.
  4. Bisa bekerja dimana saja. Yang penting pekerjaan selesai sesuai keinginan klien dan tepat waktu maka biasanya hal tersebut sudah cukup.

KERUGIAN

  1. Pekerjaan yang tidak menentu. Biasanya dialami saat pertama masuk dunia freelance, karena klien masih sedikit, demikian juga dengan koneksi. Alhasil freelancer pemula harus lebih giat mencari pekerjaan dan menawarkan jasanya.
  2. Tidak dapat gaji tetap. Freelancer dibayar berdasarkan hasil kerja, jika tidak/belum mendapat proyek maka freelancer tidak mendapat uang. Berbeda dengan karyawan yang tetap mendapat uang mau ada kerjaan atau tidak.
  3. Freelancer harus sering berurusan dengan masalah dokumen-dokumen yang sah mengenai kontrak, keuangan, pemasaran dan pekerjaan bisnis lainnya. Dan repotnya dilakukan sendiri.
  4. Bekerja melebihi standar kerja harian. Hal ini bisa terjadi jika freelancer memilih mengerjakan multi proyek dalam satu waktu. Selain mendapat multi income, jam kerja juga jadi multi (nambah). Sehingga harus bekerja lebih lama agar pekerjaan selesai tepat waktu.

SISTEM KERJA SAMA KLIEN

Didunia freelance sendiri terdapat beragam sistem kerja sama, ada yang harus tanda tangan kontrak kerja terutama untuk klien perusahaan, ada juga yang hanya berdasar perjanjian lisan saja.

Namun jika ingin menjadi freelancer prifesional lebih baik membuat surat perjanjian kerja mangenai lama waktu, anggaran biaya proyek, waktu pembayaran, dan hasil kerja yang harus dicapai freelancer.

Dan untuk menghindari kerugian surat perjanjian kerja harus ditandatangani oleh kedua belah pihak. Sehingga nantinya bisa dikadikan sebagai dokumen yang sah secara hukum jika ada pihak yang berbuat curang.

Harga jasa freelance juga beragam. Umumnya harga jasa ini berdasar pada lama jam kerja, hari kerja atau besar kecilnya proyek yang dikerjakan.

Sebenarnya siapapun bisa menjadi freelancer, mau laki-laki wanita, muda tua, lulusan S1 S2 S3, atau yang tidak luluspun bisa jadi freelancer karena syaratnya hanyalah skill. Belajarlah, kuasai satu skill dan mulai berpenghasilan sebagai freelancer.

LeadPress Wordpress Theme By WPBisnis.