Waspada Penjual Ludah Video Reiner Rahardja

hups

Penjual ludah adalah orang yang mendapat uang dari hasil mengajar ilmu (bisnis), tapi dirinya sendiri belum terbukti berhasil dalam mempraktekkan ilmu (bisnis) yang diajarkan. Dalam video ini ko Reiner lebih menekankan terhadap penjual ludah yang mengajarkan ilmu bisnis, seperti coach bisnis, motivator bisnis, konselor bisnis dll. lebih jelasnya simak video ko Reiner Rahardja dibawah ini.

Oh ya, ko Reiner ini adalah pengusaha yang pada saat usia 26 tahun sudah berhasil mencetak omset 250 milyar lebih (media biasa nulis 1/4+ triliyun as sama saja). Detailnya bisa googling sendiri ya

 

Kalo nyebut penjual ludah jadi nggak enak gitu ya 😅, ya karena yang bikin sebutan itu adalah ko Reiner sendiri yang memang terkenal kalo ngomong blak-blakan. Tahu sendirilah seperti Dedi Corbuzer kalo lagi ngomong gitu hehe

Motivator bisnis, coach bisnis dan temennya itu biasanya kalau memberi info yang enak-enak dan nggak lengkap, kalau mau lengkap bayar. Disitulah mereka memainkan perasaan audience. KEPONESS. Karena paham saat kita tahu alasan untuk melakukan sesuatu kita cenderung akan mencari tahu caranya, dan kalau mau tahu caranya dari mereka ya bayar.

Menjual ilmu bisnis dalam dunia imers (Internet Marketers) itu sudah biasa. Kalau menurut saya itu sudah menjadi kultur jadi sulit diubah. Masalah benar atau tidak itu terserah netizen. Dan tujuan saya share video ini agar orang-orang yang mau bisnis atau yang mau menghasilkan uang dari internet itu tahu bahwa ada lho praktek yang seperti itu.

Jadi biar sadar bahwa akan banyak ilmu berbayar saat masuk dunia imers. Aturannya PAY BEFORE PLAY. Nggak mau bayar? boleh asal kuat nahan rasa penasaran dan lebih giat lagi ngulik info di google. Tidak mau 2 pilihan tadi? mending jangan ikutan, langsung putus semua channel yang berhubungan dengan dunia imers dan motivasi bisnis. kalau punya temen sosmed mastah imers atau coach bisnis langsung unfriend.

Biar kelihatan adil saya juga ingin memuat alasan mengapa mereka mengajarkan ilmu dengan memungut biaya. berikut beberapa pertanyaan dan jawaban mereka. tulisan di bawah ini saya copas dari fb yang sudah saya hilangin nama pebuat status.

  • Kenapa Workshop itu kok bayar? 
  • Udah kaya kok nge-charge?
  • Kenapa Pebisnis kok banyak yang buka Workshop? 
  • Apa karena duit dari Workshop lebih menghasilkan daripada bisnisnya?
  • Udah tajir kok menghisap darah Newbie?

Statement diatas ini sering banget saya temui di timeline, di komentar, dll.

Sebelum status ini dianggap saya membela para penjual Workshop, saya cuma mau bilang bikin WS itu gak gampang, karena tanggung jawab yang dipikul setelahnya itu berat, after sales dll.

Saya juga bukan membela kasus WS berbayar yang ditinggalkan mentornya ditengah jalan yg saat ini lagi ramai dibicarakan, karena menurut saya itu salah total.

Menyoroti pertanyaan diatas saya coba JAWAB dengan PERTANYAAN balik ke yang sering memberikan statement diatas.

1. kamu sekolah, sampai universitas, apakah setelah lulus SMP, lulus SMA, lulus kuliah, itu Dosennya buka group di WA, telegram, di facebook untuk mentoring kamu hingga maut memisahkan? Nggak kan, lalu apakah kalian komplain? Nggak juga.

2. Jika kamu sering mengatakan Mastah penghisap darah Newbie, apakah pernah kalian mendengar istilah Newbie penghisap darah Mastah?

3. Udah tajir kok charge biaya?, baiklah, ini sama saja saya tanya balik –>

“Dagang udah balik modal dan profit kok masih jualan? kenapa gak dikasih gratis aja barang-barang jualannya?” , ATAU

“ih gila kamu ya, drophsip barang dari marketplace terus iklan di Facebook, mark-upnya kok tinggi amat sampai 2 hingga 3 kali lipat, untung dikit aja kan bisa”

4. Kenapa Workshop kok bayar?, bagi ilmu itu kan berfaedah 
👉 kamu sekolah dari kecil sampai gede bayar nggak? meskipun bayar, guru-nya pun tetap kamu sematkan sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, apakah ada yang pernah menyebut guru sekolah, atau dosen kuliahnya sebagai penghisap darah newbie?

5. Kenapa Workshop kok bayar?, sekarang kalau boleh saya bertanya kembali ke kamu

👉 kamu menuntut ilmu, sekolah tinggi-tinggi, menghabiskan waktu berpuluh-puluh hingga beratus-ratus jam untuk belajar, keluar uang untuk seminar, workshop, buku, ebook, trial error yang menghabiskan banyak biaya

👉 kemudian kamu melamar kerja di suatu perusahaan, apakah kamu rela gak digaji? Apakah kamu rela ilmu dan jerih payah kamu gak dihargai?

6. Workshop berbayar, apakah si pembuka Workshop memaksa kamu untuk ikut workshop dia? .. nggak.

Sama saja ketika kamu berjualan, apakah kamu memaksa orang yang melihat iklan atau dagangan kamu itu untuk harus membeli produk tersebut?, nggak.

Semua transaksi dilakukan dalam keadaan sadar dan sifatnya win-win.

Si pembuka workshop dihargai ilmu-nya, kamu memiliki masalah, Mentor memiliki solusinya yang ditukar dengan uang kamu, kamu keberatan dengan biayanya, ya gak usah daftar ya toh.

7. Kenapa Pebisnis banyak yang buka workshop?

sebenarnya gak banyak, segelintir saja, bisa dibilang gak sampai 10% dari populasi para mastah.

Sekarang saya tanya balik, apa jadinya kalau gak ada workshop sama sekali, semua pebisnis menyimpan dalam-dalam ilmunya, ngapain juga share ilmu toh? nambahin pesaing aja, iya nggak?.

8. Apa karena duit dari Workshop lebih menghasilkan daripada bisnisnya?

👉 gak bisa dipungkiri, ada, ada loh ya, gak semua, yang memang duitnya lebih gede dari hasil dia buka Workshop, tapi apakah itu salah?,

namanya juga pebisnis, seorang pebisnis akan melihat faktor apa yang menguntungkan, sama saja dengan kamu ketika menjual atau men-test banyak produk untuk dijual, produk mana yang akhirnya kalian sampai stock bahkan produksi sendiri?,

tentunya suatu produk yang bisa memiliki faktor repetisi tinggi, dan paling menguntungkan.

9. Loh kalau Pebisnis malah dapat duitnya lebih gede dari workshop dan bukan dari bisnisnya, padahal dia ngajarin gimana gedein bisnis, berarti workshopnya hoax dong?

👉 gak juga, seorang pebisnis yang kemudian buka workshop, jika di batch pertama saja sudah banyak menuai kecaman karena ternyata ilmu yang diajarkan ternyata hoax,

tentunya lama kelamaan mati sendiri bisnis workshopnya. Sama saja ketika kalian menghire seorang staff yang resume-nya mengagumkan tapi setelah 1-2 bulan bekerja keliatan performanya ternyata hoax, pecat dong?.

10. Kenapa Pebisnis men-charge biaya Workshop, padahal sudah tajir?,

karena mereka menghargai waktunya.

WAKTU buat orang tajir itu adalah sesuatu yang sangat berharga. Dulu saya pernah menulis bahwa Orang biasa dibayar berdasarkan waktu, lama mereka kerja, berapa mereka dibayar per jam, per bulan.

Mereka mengukur uang itu didapat dengan mereka menjual waktu.

Orang kaya, membeli waktu, karena waktu adalah satu satunya hal yg gak bisa digantikan, 1 menit yg kamu buang buat baca tulisan ini, 1 menit itu gak akan kembali. Kamu gak bisa gantiin waktu yg terbuang itu, Saya juga ga bisa gantiin.

Alasan orang kaya beli waktu, kenapa mereka “beli” talent, “beli” orang ya karena mereka ingin mencari orang yg akhirnya bisa membantu mereka menghemat waktu. 

11. Menurut saya, orang yang selalu komentar “seharusnya orang sudah tajir itu bagi ilmunya secara gratis” 👉

adalah orang yang tidak bisa menghargai orang lain

👉 dan boleh dong kalau saya sebut juga sebagai Newbie penghisap Darah Mastah

12. Yang bagi ilmu gratis saja juga tidak berarti luput dari celaan kok. Dan yang mencela juga biasanya nih, memang hanya mencela, belum tentu juga jika workshop itu digratiskan, dia akan datang juga.

13. Saya pernah bikin WS Fb  slot 20 orang durasi 9 jam, charge 100rb, 20% gak dateng. Charge 150rb, 10% gak dateng.

Lalu mulai saya bikin, WS TIap SABTU 3 jam ke kantor saya, GRATIS terbatas 5 orang. You know what? Bisa 90% gak dateng. Bahkan pernah 100% cancel semua

Ketika gratisan, malah tidak dihargai.

Akhir kata saya tegaskan.

Bikin Workshop itu tidak gampang, ada tanggung jawab yang dipikul setelahnya.

Dan sulit menjalankan bisnis bersamaan dengan membuka workshop, kecuali bisnisnya sudah auto pilot. Pasti seiring waktu, akan ada salah satu yang di anak-tirikan.

 

Sudah tahu apa itu penjual ludah dan juga alasan mereka melakukannya. Sekarang tinggal kitanya mendukung atau tidak :).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

LeadPress Wordpress Theme By WPBisnis.