Cara Mengatur Jam Operasional & Libur Nasional Google Business Profile

Panduan lengkap mengatur jam operasional dan informasi hari libur nasional Indonesia pada Google Business Profile B2B. Tutorial step-by-step dengan gambar.

Pernah mencari sebuah perusahaan di Google, lalu melihat keterangannya masih “Buka” padahal kantor sebenarnya sudah tutup?

Hal kecil seperti ini bisa membuat calon klien ragu untuk menghubungi atau datang ke lokasi.

Bagi perusahaan B2B, informasi jam operasional di Google Business Profile bukan sekadar pelengkap. Calon klien bisa menggunakan informasi tersebut untuk menentukan kapan harus menelepon, mengirim permintaan kunjungan, melakukan meeting, atau datang ke kantor.

Karena itu, jam kerja biasa dan perubahan jadwal saat hari libur perlu diperbarui secara berkala.

Google Business Profile memungkinkan bisnis mengatur jam buka utama untuk operasional normal serta Jam khusus untuk hari libur, acara tertentu, atau perubahan jadwal sementara.

Catatan: Google sekarang menggunakan nama Google Business Profile, meskipun istilah Google My Business masih sering digunakan dalam pencarian.

Mengapa Jam Operasional Akurat Penting untuk Bisnis B2B?

Untuk bisnis B2B, calon pelanggan biasanya tidak langsung melakukan transaksi. Mereka mungkin perlu menghubungi sales, meminta proposal, menjadwalkan konsultasi, mengatur meeting, atau datang ke kantor.

Artinya, informasi kapan bisnis bisa dihubungi menjadi bagian dari customer journey.

Bayangkan sebuah perusahaan konsultan memiliki jam kantor Senin–Jumat pukul 08.00–17.00. Namun di Google Maps masih tertulis buka sampai pukul 18.00.

Calon klien yang melihat informasi tersebut mungkin menelepon pukul 17.30. Ketika tidak ada respons, mereka bisa menganggap perusahaan tersebut kurang responsif. Hal yang sama berlaku saat hari libur.

Misalnya perusahaan di Bali tutup saat Nyepi, tetapi profil Google masih menunjukkan kantor buka. Orang yang tidak mengetahui jadwal tersebut bisa saja mencoba datang atau menghubungi perusahaan.

Dengan menjaga informasi operasional bisnis di Google Maps tetap akurat, Anda membantu calon klien memahami kapan bisnis benar-benar tersedia.

Google sendiri menyarankan bisnis menyediakan jam operasional yang mencerminkan jam layanan kepada pelanggan dan menggunakan jam khusus untuk hari libur atau perubahan sementara.

Jadi, manfaatnya bukan sekadar “supaya profil terlihat lengkap”, tetapi untuk mengurangi ketidakpastian sebelum calon pelanggan mengambil tindakan.

Persiapan Sebelum Mengatur Jam Operasional Google Business

Sebelum melakukan setting jam buka tutup profil bisnis, siapkan dulu informasi operasional yang benar.

1. Pastikan Anda memiliki akses ke Profil Bisnis

Anda harus login menggunakan Akun Google yang terhubung dengan Profil Bisnis yang ingin diedit.

Untuk beberapa perubahan, profil juga perlu sudah ditambahkan atau diklaim dan diverifikasi. Google menjelaskan bahwa bisnis perlu menambahkan atau mengklaim profil dan melakukan verifikasi agar informasi bisnis dapat ditampilkan di layanan Google.

Kalau profil belum diverifikasi, sebaiknya selesaikan proses tersebut terlebih dahulu.

2. Tentukan jam operasional normal

Catat jam kerja perusahaan untuk setiap hari. Contohnya:

HariJam Operasional
Senin08.00–17.00
Selasa08.00–17.00
Rabu08.00–17.00
Kamis08.00–17.00
Jumat08.00–17.00
SabtuTutup
MingguTutup

Jika perusahaan memiliki jam istirahat, Google juga memungkinkan Anda membuat dua sesi jam buka pada hari yang sama.

3. Perhatikan zona waktu

Untuk perusahaan di Indonesia, jangan menganggap semua kantor menggunakan waktu yang sama.

Ada tiga zona waktu:

  • WIB – UTC+7
  • WITA – UTC+8
  • WIT – UTC+9

Ini menjadi penting terutama untuk perusahaan yang memiliki beberapa lokasi.

Contohnya, kantor pusat berada di Jakarta tetapi perusahaan juga memiliki cabang di Bali. Jangan menggunakan jadwal kantor pusat secara otomatis untuk cabang Bali.

Untuk bisnis dengan multiple location, periksa setiap profil secara terpisah dan pastikan jam yang ditampilkan sesuai dengan operasional lokasi tersebut.

Langkah-Langkah Mengatur Jam Operasional Reguler di Google Business

Kalau jadwal perusahaan sudah siap, berikut cara mengatur jam operasional Google Business.

Google saat ini memungkinkan pengelolaan jam melalui Google Penelusuran maupun Google Maps. Tampilan menu dapat sedikit berbeda tergantung perangkat dan antarmuka yang sedang digunakan.

Langkah 1: Buka Profil Bisnis Anda

Login ke akun Google yang memiliki akses ke Profil Bisnis. Anda dapat menemukan profil melalui Google Search atau Google Maps.

Langkah 2: Pilih “Edit profil”

Pada Profil Bisnis, pilih Edit profil.
Kemudian masuk ke bagian Jam buka.

Google juga menjelaskan bahwa dari Google Maps Anda dapat memilih Edit profil → Informasi bisnis, lalu masuk ke bagian jam.

Langkah 3: Pilih jam buka utama

Pada bagian jam buka, pilih opsi untuk menggunakan jam buka utama. Setelah itu, tentukan hari ketika bisnis beroperasi.

Langkah 4: Masukkan jam buka dan tutup

Pilih jam mulai dan jam selesai untuk setiap hari. Contohnya:

  • Senin–Jumat: 08.00–17.00
  • Sabtu–Minggu: Tutup

Jika perusahaan memiliki jadwal berbeda setiap hari, Anda bisa mengaturnya satu per satu. Misalnya:

  • Senin: 08.00–17.00
  • Selasa: 08.00–17.00
  • Rabu: 08.00–17.00
  • Kamis: 08.00–17.00
  • Jumat: 08.00–16.30

Google juga mendukung beberapa sesi jam buka dalam satu hari. Ini berguna untuk bisnis yang memiliki waktu istirahat atau jeda operasional.

Langkah 5: Simpan perubahan

Setelah semua jadwal sesuai, klik Simpan.

Jangan langsung menganggap pekerjaan selesai hanya karena perubahan sudah disimpan. Buka kembali profil dari sudut pandang pengguna dan periksa apakah jam yang tampil sudah benar.

Ini penting karena tujuan akhirnya bukan sekadar mengubah data di dashboard, tetapi memastikan calon pelanggan melihat informasi yang tepat di Google Search dan Google Maps.

Cara Menambahkan Jam Khusus untuk Hari Libur Nasional Indonesia

Ini bagian yang sering terlewat dalam pengelolaan Google Business Profile.

Jam operasional reguler digunakan untuk pola mingguan biasa. Sementara Jam khusus digunakan ketika jadwal pada tanggal tertentu berbeda dari jadwal normal. Contohnya:

  • Idulfitri
  • Natal
  • Tahun Baru
  • Nyepi
  • Hari Kemerdekaan
  • Cuti bersama
  • Libur perusahaan
  • Acara internal tertentu

Google secara khusus menyediakan fitur Jam khusus untuk perubahan operasional sementara seperti hari libur dan acara khusus.

Cara menambahkan jam khusus

  1. Buka Profil Bisnis.
  2. Pilih Edit profil.
  3. Masuk ke bagian Jam buka.
  4. Cari bagian Jam khusus.
  5. Klik Edit.
  6. Pilih tanggal yang ingin diatur.
  7. Tentukan apakah bisnis tetap buka atau tutup.
  8. Jika buka, masukkan jam operasional khusus.
  9. Klik Simpan.

Google juga dapat memberikan tanggal hari libur yang disarankan. Anda bisa meninjau tanggal tersebut dan memastikan apakah perusahaan buka atau tutup.

Yang menarik, Google menyarankan bisnis untuk tetap mengonfirmasi jam khusus pada hari libur resmi meskipun jam operasionalnya sama seperti jadwal normal. Tujuannya agar pelanggan mendapatkan sinyal bahwa informasi hari tersebut memang sudah dikonfirmasi.

Contoh pengaturan perusahaan B2B

Misalnya sebuah perusahaan software di Bali biasanya beroperasi: Senin–Jumat, 08.00–17.00. Tetapi perusahaan tutup saat Nyepi. Maka:

Jam reguler:
Senin–Jumat, 08.00–17.00
Jam khusus Nyepi:
Tanggal Nyepi → Tutup

Jadwal reguler tidak perlu diubah menjadi “tutup” setiap minggu. Cukup tambahkan tanggal tersebut sebagai jam khusus. Dengan begitu, setelah hari libur selesai, jadwal reguler tetap kembali seperti biasa.

Bagaimana jika hanya tutup satu atau dua hari?

Gunakan Jam khusus. Google menyebut fitur ini dapat digunakan ketika bisnis mengubah jam sementara atau tutup sampai enam hari berturut-turut.

Jika perusahaan tutup selama periode yang jauh lebih panjang, misalnya lebih dari satu minggu atau untuk jangka waktu yang belum diketahui, situasinya berbeda dan sebaiknya menggunakan status penutupan sementara sesuai panduan Google.

Jam Reguler vs Jam Khusus: Kapan Menggunakan yang Mana?

Supaya tidak salah setting, gunakan patokan sederhana berikut.

SituasiGunakan
Jadwal kerja normal Senin–JumatJam buka utama
Sabtu selalu tutupJam buka utama
Hari Jumat selalu pulang lebih awalJam buka utama
Tutup saat IdulfitriJam khusus
Tutup saat NyepiJam khusus
Buka lebih singkat saat NatalJam khusus
Ada acara perusahaan satu hariJam khusus
Jam layanan tertentu berbeda dari jam utamaJam buka lainnya

Perbedaan ini penting. Jangan mengubah jam utama hanya karena perusahaan akan libur selama satu hari. Kalau dilakukan, Anda justru mengubah pola operasional normal bisnis.

Strategi Optimasi Jam Operasional untuk Perusahaan B2B

Mengatur jam operasional tidak berhenti pada memasukkan angka. Untuk perusahaan B2B, Anda juga perlu mempertimbangkan bagaimana calon klien menggunakan informasi tersebut.

Gunakan jam yang untuk customer

Google menyarankan bisnis memasukkan jam operasional reguler yang memang berlaku untuk pelanggan. Jadi, jangan otomatis memasukkan jam kerja internal karyawan jika berbeda dengan waktu ketika pelanggan bisa mendapatkan layanan.

Misalnya: Karyawan bekerja pukul 08.00–17.00, tetapi customer service hanya tersedia pukul 09.00–16.00.

Informasi yang ditampilkan sebaiknya 09.00–16.00, waktu yang merepresentasikan waktu ketika pelanggan memang bisa mendapatkan layanan yang relevan.

Untuk bisnis appointment-based

Banyak perusahaan B2B bekerja berdasarkan appointment. Contohnya:

  • konsultan bisnis
  • agency
  • software company
  • perusahaan jasa profesional
  • supplier
  • manufaktur
  • kantor jasa korporat

Jika kunjungan harus melalui appointment, jangan membuat informasi jam operasional memberikan kesan bahwa pelanggan bisa datang kapan saja tanpa konfirmasi.

Jam operasional dan sistem appointment sebaiknya konsisten.

Gunakan “Jam buka lainnya”

Google membedakan Jam khusus dengan Jam buka lainnya.

Jam buka lainnya dapat digunakan ketika fitur atau layanan tertentu memiliki waktu berbeda, misalnya layanan tertentu memiliki jam operasional khusus.

Jadi, jangan menggunakan Jam khusus untuk sesuatu yang sebenarnya merupakan jadwal layanan rutin.

Untuk multiple location, buat standar pengelolaan

Jika perusahaan memiliki kantor di Jakarta, Bali, Surabaya, dan kota lainnya, buat master kalender operasional. Minimal berisi:

  • lokasi
  • zona waktu
  • jam normal
  • hari libur
  • cuti bersama
  • libur lokal
  • jam khusus
  • tanggal terakhir diperbarui

Dengan sistem seperti ini, Anda tidak perlu mengingat satu per satu setiap kali ada hari libur.

Kesalahan Umum Saat Mengatur Jam Operasional Google Business

  • Mengubah jam utama setiap kali ada hari libur
    Ini salah satu kesalahan paling umum. Kalau perusahaan tutup hanya pada tanggal tertentu, jangan mengubah jadwal mingguan. Gunakan Jam khusus.
  • Lupa memperbarui jam setelah libur panjang
    Misalnya perusahaan mengubah jadwal menjelang Idulfitri, lalu lupa mengembalikannya.
  • Menggunakan zona waktu yang salah
    Untuk bisnis dengan multiple location, pastikan setiap lokasi menggunakan jadwal yang sesuai dengan operasional lokal.
  • Menganggap perubahan langsung selalu terlihat sama di semua tempat
    Google menjelaskan bahwa pengelolaan profil dapat dilakukan melalui Search dan Maps, dan fitur atau tampilannya dapat berbeda tergantung platform dan perangkat.
  • Tidak mengecek tanggal libur nasional
    Jangan hanya mengandalkan ingatan tim marketing. Buat kalender operasional perusahaan untuk satu tahun dan gunakan kalender tersebut sebagai referensi saat mengatur Jam khusus.
  • Menggunakan jam operasional untuk bisnis yang sebenarnya tidak cocok menampilkan jam
    Google memiliki pedoman bahwa beberapa jenis bisnis dengan jadwal sangat bervariasi atau yang hanya melayani berdasarkan appointment dapat memiliki aturan berbeda terkait penampilan jam.

Monitoring dan Pembaruan Rutin Jam Operasional

Setelah melakukan cara mengatur jam operasional Google Business, jangan berhenti di tahap setting. Buat jadwal pengecekan sederhana.

Minimal lakukan pengecekan:

  • Bulanan
    Periksa apakah jam operasional di Google masih sama dengan kondisi perusahaan.
  • Menjelang hari libur
    Periksa kalender nasional, cuti bersama, dan libur khusus perusahaan.
  • Setelah perubahan organisasi
    Jika perusahaan pindah kantor, mengubah jam customer service, atau membuka cabang baru, periksa kembali seluruh profil.
  • Setelah libur panjang
    Pastikan Jam khusus tidak mengganggu jadwal normal setelah periode libur selesai.

Anda juga bisa mengecek profil sebagai pengguna biasa. Cari nama perusahaan di Google dan lihat apakah jam yang muncul sudah sesuai.

Jika perusahaan memiliki beberapa lokasi, buat spreadsheet sederhana agar tim marketing atau admin dapat mencentang setiap lokasi setelah diperiksa.

Kesimpulan

Jam operasional mungkin terlihat seperti informasi kecil di Google Business Profile, tetapi bagi perusahaan B2B informasi ini ikut menentukan ekspektasi calon klien.

Jadwal normal sebaiknya dimasukkan sebagai jam buka utama, sementara perubahan sementara seperti Lebaran, Natal, Tahun Baru, Nyepi, atau libur perusahaan sebaiknya menggunakan Jam khusus.

Google memang menyediakan fitur tersebut agar jadwal sementara tidak mengubah jam operasional reguler. Kalau perusahaan memiliki beberapa lokasi, jangan lupa memperhatikan zona waktu dan membuat kalender operasional yang jelas.

Untuk bisnis appointment-based, pastikan informasi di Google tidak memberikan kesan bahwa pelanggan dapat datang kapan saja jika sebenarnya membutuhkan janji terlebih dahulu.

Yang paling penting, jangan hanya melakukan setting jam operasional bisnis B2B sekali lalu melupakannya. Jadikan pengecekan jam sebagai bagian dari maintenance Google Business Profile, terutama menjelang periode libur panjang.

Dengan begitu, informasi yang dilihat calon pelanggan di Google Maps tetap konsisten dengan kondisi bisnis yang sebenarnya.

Catatan: antarmuka Google Business Profile dapat berubah dari waktu ke waktu. Nama menu dan posisi fitur dapat sedikit berbeda tergantung perangkat, wilayah, dan pembaruan Google.

Tinggalkan komentar

Butuh Jasa Website?

Yuk ngobrol dulu. Nggak harus langsung mulai, kita bisa diskusi ringan dulu buat tahu apa yang paling pas untuk bisnis kamu.

Konsultasi Gratis

Yuk, ngobrol lewat WhatsApp

desain website