Menemukan profil bisnis Anda di Google Maps belum tentu berarti Anda sudah memiliki kendali atas profil tersebut.
Banyak pemilik bisnis baru menyadari hal ini ketika ingin mengubah jam operasional, memperbarui nomor telepon, atau membalas ulasan pelanggan, tetapi semua fitur tersebut ternyata tidak bisa diakses.
Kondisi ini cukup sering terjadi, terutama pada bisnis B2B. Ada profil yang dibuat otomatis oleh Google, ada yang dibuat oleh pelanggan, ada juga yang sebelumnya dikelola oleh mantan karyawan atau agensi.
Akibatnya, meskipun nama perusahaan sudah muncul di hasil pencarian Google, Anda belum menjadi pemilik resmi Google Business Profile tersebut.
Di sinilah proses klaim kepemilikan (ownership claim) dan verifikasi (verification) menjadi penting. Keduanya merupakan tahapan untuk mendapatkan kontrol resmi atas Google Business Profile sehingga hanya pihak yang berwenang yang dapat mengelolanya.
Apa Itu Klaim dan Verifikasi Google Business Profile?
Saat membahas Google Business Profile, banyak orang menganggap bahwa menemukan profil bisnis di Google Maps berarti mereka otomatis menjadi pemiliknya. Padahal, ada tiga proses yang berbeda, yaitu menemukan profil, mengklaim kepemilikan, dan memverifikasi bisnis.
Memahami perbedaan ketiganya penting agar Anda tidak bingung ketika Google meminta proses klaim atau verifikasi sebelum memberikan akses penuh ke profil bisnis.
Menemukan Profil Bisnis
Tahap pertama adalah menemukan profil bisnis yang sudah muncul di Google Search atau Google Maps.
Profil tersebut bisa saja:
- dibuat otomatis oleh Google berdasarkan informasi yang tersedia di internet,
- dibuat oleh pelanggan atau pengguna Google,
- dibuat oleh pemilik bisnis sebelumnya,
- atau memang sudah pernah dibuat oleh perusahaan Anda.
Pada tahap ini, profil hanya muncul di Google, tetapi belum tentu berada di bawah kendali Anda.
Sebagai contoh, Anda mencari nama perusahaan di Google Maps dan menemukan informasi alamat, nomor telepon, serta lokasi kantor. Meskipun profil tersebut adalah milik perusahaan Anda, bukan berarti Anda sudah memiliki hak untuk mengubah atau mengelolanya.
Apa Arti Mengklaim Kepemilikan Profil?
Mengklaim kepemilikan (claim ownership) adalah proses meminta hak sebagai pemilik resmi Google Business Profile.
Setelah mengajukan klaim, Google akan memeriksa apakah Anda memang berwenang mengelola bisnis tersebut. Jika profil sebelumnya sudah dimiliki akun lain, Google biasanya akan memulai proses ownership request kepada pemilik saat ini sebelum memberikan akses kepada Anda.
Singkatnya, proses klaim bertujuan untuk memastikan bahwa hanya pihak yang berhak yang dapat mengelola profil bisnis.
Apa Itu Verifikasi Google Business Profile?
Setelah klaim diajukan atau ketika membuat profil baru, Google biasanya meminta proses verifikasi. Verifikasi merupakan cara Google memastikan bahwa bisnis tersebut benar-benar ada dan Anda memiliki hubungan yang sah dengan bisnis tersebut.
Metode verifikasi yang tersedia bisa berbeda untuk setiap bisnis. Misalnya melalui:
- video verifikasi,
- telepon atau SMS (jika tersedia),
- email (jika tersedia),
- atau metode lain yang ditawarkan langsung oleh Google.
Perlu diketahui bahwa tidak semua bisnis mendapatkan pilihan metode verifikasi yang sama. Google akan menentukan metode yang tersedia berdasarkan berbagai faktor pada profil bisnis Anda.
Perbedaan Menemukan Profil, Klaim, dan Verifikasi
Agar lebih mudah dipahami, berikut perbedaan ketiga proses tersebut.
| Tahapan | Tujuan |
|---|---|
| Menemukan profil | Mengetahui apakah bisnis sudah memiliki Google Business Profile. |
| Mengklaim kepemilikan | Meminta hak untuk menjadi pemilik resmi profil bisnis. |
| Verifikasi bisnis | Membuktikan kepada Google bahwa Anda benar-benar berhak mengelola bisnis tersebut. |
Urutannya juga tidak boleh tertukar. Anda biasanya menemukan profil terlebih dahulu, kemudian mengajukan klaim kepemilikan jika belum memiliki akses, dan setelah itu menyelesaikan proses verifikasi sesuai metode yang disediakan Google.
Kapan Bisnis Perlu Mengklaim Profil yang Sudah Ada?
Banyak pemilik bisnis mengira proses klaim hanya diperlukan saat membuat Google Business Profile pertama kali. Padahal, dalam banyak kasus, sebuah profil sudah lebih dulu muncul di Google Search atau Google Maps meskipun pemilik bisnis belum pernah membuatnya.
Jika Anda tidak memiliki akses untuk mengelola profil tersebut, berarti Anda perlu mengajukan klaim kepemilikan (ownership claim) agar dapat menjadi pemilik resmi Google Business Profile.
Berikut beberapa kondisi yang paling sering terjadi.
Profil Sudah Dibuat Otomatis oleh Google
Google dapat membuat profil bisnis secara otomatis berdasarkan informasi yang ditemukan dari berbagai sumber di internet, seperti direktori bisnis, website perusahaan, atau data publik lainnya.
Biasanya profil seperti ini sudah menampilkan nama bisnis, alamat, atau nomor telepon, tetapi belum dikelola secara resmi oleh pemilik bisnis. Jika menemukan kondisi tersebut, Anda dapat mengklaim profil tersebut agar seluruh informasi dikelola langsung oleh perusahaan Anda.
Profil Dibuat oleh Pelanggan atau Pengguna Lain
Google juga memungkinkan pengguna memberikan informasi tentang suatu bisnis, misalnya menambahkan lokasi baru di Google Maps. Akibatnya, bisnis Anda bisa saja sudah memiliki Google Business Profile meskipun belum pernah mendaftarkannya sendiri.
Selama Anda belum menjadi pemilik profil tersebut, Anda tidak bisa mengubah informasi bisnis, mengunggah foto resmi, atau mengelola berbagai fitur yang tersedia.
Profil Dibuat oleh Mantan Karyawan
Kasus ini cukup sering terjadi pada perusahaan yang pernah memiliki staf marketing, admin, atau karyawan yang bertanggung jawab mengelola Google Business Profile.
Masalah muncul ketika karyawan tersebut keluar dari perusahaan, sementara akun Google yang digunakan tetap menjadi pemilik utama profil bisnis.
Jika perusahaan sudah tidak memiliki akses ke akun tersebut, Anda perlu mengajukan proses klaim kepemilikan agar hak pengelolaan dapat dipindahkan ke akun yang saat ini digunakan perusahaan.
Profil Dikelola oleh Agency Lama
Sebagian perusahaan menggunakan jasa digital marketing atau SEO agency untuk membuat dan mengelola Google Business Profile. Idealnya, agency hanya berperan sebagai manager, sedangkan kepemilikan utama tetap berada di akun Google milik perusahaan.
Namun, tidak jarang agency menggunakan akun mereka sendiri sebagai primary owner. Ketika kerja sama berakhir, perusahaan kesulitan mengambil alih akses.
Jika hal ini terjadi, Anda dapat mengajukan permintaan kepemilikan (ownership request) melalui Google Business Profile.
Bisnis Baru Menyadari Sudah Memiliki Profil di Google Maps
Ada juga pemilik bisnis yang baru mengetahui bahwa perusahaannya sudah muncul di Google Maps ketika calon pelanggan mengatakan, “Saya menemukan kantor Anda di Google.”
Saat dicek, ternyata profil tersebut memang sudah ada, tetapi belum pernah dikelola.
Dalam situasi seperti ini, langkah yang tepat bukan membuat profil baru. Sebaiknya cari terlebih dahulu apakah profil tersebut sudah ada, kemudian ajukan klaim kepemilikan.
Cara ini membantu menghindari duplikasi Google Business Profile yang dapat menimbulkan kebingungan bagi pelanggan maupun proses verifikasi di kemudian hari.
Tips: Sebelum membuat Google Business Profile baru, selalu cari nama bisnis Anda terlebih dahulu di Google Search dan Google Maps. Jika profil sudah ada, mengklaim profil tersebut biasanya lebih tepat daripada membuat profil baru dari awal.
Persiapan Sebelum Mengklaim Google Business Profile
Proses klaim Google Business Profile sebenarnya tidak rumit. Namun, banyak pengajuan yang tertunda atau bahkan gagal karena informasi yang disiapkan tidak lengkap atau akun yang digunakan bukan akun yang akan dikelola dalam jangka panjang.
Sebelum memulai proses klaim, ada baiknya memastikan beberapa hal berikut sudah siap. Dengan begitu, proses kepemilikan maupun verifikasi biasanya akan berjalan lebih lancar.
Gunakan Akun Google yang Akan Menjadi Owner
Langkah pertama yang sering diabaikan adalah memilih akun Google yang tepat.
Idealnya, gunakan akun Google yang memang akan menjadi pemilik utama Google Business Profile, misalnya akun perusahaan atau akun yang dikelola langsung oleh pemilik bisnis. Hindari menggunakan:
- akun pribadi karyawan,
- akun magang,
- akun agency sebagai pemilik utama,
- atau akun yang berpotensi tidak digunakan lagi di masa depan.
Alasannya sederhana. Setelah profil berhasil diklaim dan diverifikasi, akun tersebut akan memiliki kendali penuh atas Google Business Profile. Jika sejak awal menggunakan akun yang salah, proses pemindahan kepemilikan di kemudian hari bisa menjadi lebih merepotkan.
Tips: Jika bekerja sama dengan tim marketing atau digital agency, jadikan akun perusahaan sebagai Owner, lalu berikan akses kepada anggota tim sebagai Manager sesuai kebutuhan.
Siapkan Informasi Dasar Bisnis
Google akan meminta Anda memastikan bahwa informasi bisnis sesuai dengan identitas perusahaan yang sebenarnya. Beberapa informasi yang sebaiknya sudah tersedia antara lain:
- nama bisnis,
- alamat kantor (jika memiliki lokasi fisik),
- nomor telepon bisnis,
- website perusahaan (jika ada),
- kategori bisnis,
- serta area layanan apabila bisnis melayani pelanggan di luar lokasi kantor.
Anda tidak perlu terburu-buru menyempurnakan seluruh informasi tersebut pada tahap ini. Yang terpenting adalah data yang digunakan benar dan konsisten dengan identitas bisnis Anda.
Siapkan Bukti Kepemilikan Bila Diperlukan
Pada beberapa kasus, Google dapat meminta bukti tambahan untuk memastikan bahwa Anda benar-benar mewakili bisnis tersebut.
Jenis bukti yang diminta bisa berbeda pada setiap profil, tetapi umumnya berkaitan dengan identitas bisnis atau keberadaan lokasi usaha. Sebagai contoh, Anda mungkin perlu menunjukkan:
- papan nama perusahaan,
- bagian depan kantor,
- ruang kerja yang digunakan bisnis,
- peralatan operasional,
- atau dokumen yang menunjukkan keterkaitan Anda dengan perusahaan.
Tidak semua bisnis akan diminta bukti yang sama. Karena itu, ikuti saja petunjuk yang muncul pada proses klaim atau verifikasi.
Pastikan Dapat Mengakses Email atau Nomor yang Relevan
Beberapa metode verifikasi mengharuskan Anda menerima kode atau konfirmasi melalui email maupun nomor telepon yang terhubung dengan bisnis. Jika metode tersebut tersedia pada profil Anda, pastikan bahwa:
- email masih aktif,
- nomor telepon dapat menerima panggilan atau SMS,
- dan pihak yang bertanggung jawab dapat segera mengaksesnya.
Apabila akses terhadap email perusahaan atau nomor lama sudah hilang, sebaiknya selesaikan masalah tersebut terlebih dahulu agar proses verifikasi tidak terhambat.
Periksa Informasi Lokasi Jika Google Memintanya
Untuk bisnis yang memiliki kantor fisik, Google mungkin akan meminta proses verifikasi yang berkaitan dengan lokasi usaha, misalnya melalui video verifikasi.
Karena itu, pastikan lokasi bisnis memang dapat dikenali dengan jelas. Sebagai contoh:
- papan nama perusahaan terlihat,
- nomor unit atau lantai mudah ditemukan,
- akses menuju kantor jelas,
- serta area kerja benar-benar menunjukkan aktivitas bisnis yang dijalankan.
Hal ini menjadi semakin penting bagi perusahaan B2B yang berkantor di gedung perkantoran, coworking space, atau kawasan bisnis yang memiliki banyak tenant. Semakin mudah Google memverifikasi keberadaan lokasi tersebut, semakin besar peluang proses verifikasi berjalan tanpa kendala.
Cara Mengklaim Google Business Profile
Setelah semua persiapan selesai, langkah berikutnya adalah mengajukan klaim kepemilikan Google Business Profile. Proses ini bertujuan agar Google mengetahui bahwa Anda adalah pihak yang berwenang mengelola profil bisnis tersebut.
Alur klaim bisa sedikit berbeda tergantung kondisi setiap profil. Misalnya, ada profil yang belum memiliki pemilik sama sekali, sementara ada juga yang sudah dikelola oleh akun lain. Namun, secara umum prosesnya tetap mengikuti tahapan berikut.
Langkah 1 — Temukan Profil Bisnis Anda
Mulailah dengan mencari nama bisnis Anda di Google Search atau Google Maps.
Jika profil sudah muncul, buka profil tersebut dan cari opsi seperti “Klaim bisnis ini”, “Own this business?”, atau tombol serupa yang ditampilkan Google.
Apabila profil belum ada sama sekali, Anda dapat membuat Google Business Profile baru. Namun, pastikan terlebih dahulu bahwa memang belum ada profil dengan nama dan lokasi yang sama agar tidak membuat duplikasi.
Tips: Gunakan nama bisnis resmi saat melakukan pencarian. Kadang profil muncul dengan sedikit perbedaan penulisan atau singkatan nama perusahaan.
Langkah 2 — Pilih Opsi Klaim Kepemilikan
Setelah menemukan profil yang benar, pilih opsi untuk mengklaim kepemilikan. Pada tahap ini, Google akan memeriksa status profil tersebut. Umumnya ada dua kemungkinan.
Profil belum memiliki pemilik
Jika belum pernah diklaim siapa pun, Anda bisa langsung melanjutkan ke proses verifikasi.
Profil sudah dimiliki akun lain
Jika profil sudah berada di bawah kepemilikan akun lain, Google akan memberi tahu bahwa profil tersebut telah diklaim. Dalam kondisi ini, Anda tidak bisa langsung mengambil alih akses, tetapi dapat mengajukan permintaan kepemilikan (ownership request).
Langkah 3 — Ikuti Proses Klaim yang Ditampilkan Google
Setelah memilih opsi klaim, ikuti setiap petunjuk yang muncul di layar. Google biasanya meminta Anda untuk:
- memastikan nama bisnis,
- memeriksa alamat atau area layanan,
- memilih kategori bisnis jika diperlukan,
- serta mengonfirmasi bahwa Anda memang berwenang mewakili bisnis tersebut.
Perlu diingat bahwa tampilan antarmuka Google Business Profile dapat berubah dari waktu ke waktu. Karena itu, jangan khawatir jika urutan tombol yang Anda lihat sedikit berbeda. Yang terpenting, ikuti alur resmi yang disediakan oleh Google.
Langkah 4 — Kirim Permintaan Kepemilikan
Jika profil sudah dimiliki orang lain, Google akan meminta Anda mengirim ownership request. Permintaan ini akan diteruskan kepada pemilik profil yang saat ini memiliki akses.
Biasanya, Anda hanya perlu mengisi beberapa informasi dasar dan mengirimkan permintaan tersebut melalui sistem Google. Selama proses ini berlangsung, Anda belum dapat mengubah informasi pada Google Business Profile sampai proses kepemilikan selesai.
Langkah 5 — Tunggu Respons atau Lanjut ke Verifikasi
Tahap terakhir bergantung pada kondisi profil Anda. Jika profil belum memiliki pemilik, Google biasanya akan langsung mengarahkan Anda ke proses verifikasi.
Sebaliknya, jika Anda mengirim ownership request kepada pemilik sebelumnya, Anda perlu menunggu hingga proses tersebut selesai. Dalam beberapa kasus, pemilik lama dapat menyetujui permintaan Anda.
Jika tidak ada respons dalam jangka waktu tertentu, Google dapat memberikan opsi lanjutan sesuai kebijakan yang berlaku. Karena setiap kasus bisa berbeda, selalu ikuti petunjuk yang muncul pada dashboard Google Business Profile selama proses berlangsung.
Perlu diingat: Mengirim permintaan kepemilikan bukan berarti Anda langsung menjadi pemilik profil. Akses penuh baru akan diberikan setelah proses klaim dan verifikasi selesai sesuai ketentuan Google.
Ringkasan Alur Klaim Google Business Profile
Agar lebih mudah dipahami, berikut urutan proses klaim secara sederhana.
- Cari profil bisnis di Google Search atau Google Maps.
- Pilih opsi Klaim Bisnis atau Own this business?
- Ikuti proses klaim sesuai petunjuk Google.
- Kirim permintaan kepemilikan jika profil sudah dimiliki akun lain.
- Lanjutkan ke proses verifikasi atau tunggu hasil ownership request.
Setelah proses klaim selesai, tahap berikutnya adalah verifikasi Google Business Profile.
Cara Memverifikasi Google Business Profile
Setelah proses klaim kepemilikan selesai atau Anda membuat Google Business Profile baru, langkah berikutnya adalah menyelesaikan proses verifikasi.
Verifikasi bertujuan untuk memastikan bahwa bisnis tersebut benar-benar ada dan Anda memang berhak mengelolanya. Tanpa verifikasi, sebagian besar fitur Google Business Profile tidak dapat digunakan secara penuh.
Hal yang perlu dipahami sejak awal adalah Google tidak memberikan metode verifikasi yang sama untuk setiap bisnis. Pilihan yang muncul akan ditentukan langsung oleh sistem Google berdasarkan berbagai faktor, seperti jenis bisnis, tingkat kepercayaan terhadap profil, lokasi, hingga riwayat akun.
Karena itu, jangan heran jika bisnis lain mendapatkan pilihan verifikasi yang berbeda dengan bisnis Anda.
Mengapa Setiap Bisnis Mendapat Metode Verifikasi yang Berbeda?
Saat memulai proses verifikasi, Google hanya akan menampilkan metode yang tersedia untuk profil bisnis Anda. Misalnya, ada bisnis yang hanya mendapatkan opsi verifikasi melalui video, sementara bisnis lain dapat memilih telepon, email, atau metode lainnya.
Perbedaan ini merupakan bagian dari sistem keamanan Google untuk memastikan bahwa proses verifikasi dilakukan oleh pihak yang benar-benar memiliki hubungan dengan bisnis tersebut.
Oleh karena itu, sebaiknya gunakan metode yang ditampilkan pada dashboard Google Business Profile dan hindari mencari cara untuk memaksakan metode verifikasi tertentu karena pilihan tersebut memang tidak dapat dipilih secara bebas.
Verifikasi Melalui Video
Saat ini, video menjadi salah satu metode verifikasi yang paling sering ditawarkan oleh Google, terutama untuk bisnis yang memiliki lokasi fisik. Pada proses ini, Google biasanya meminta Anda merekam video yang menunjukkan bahwa bisnis benar-benar beroperasi di lokasi tersebut.
Isi video dapat berbeda pada setiap bisnis, tetapi umumnya diminta untuk memperlihatkan beberapa hal seperti:
- papan nama bisnis,
- bagian luar gedung atau kantor,
- akses masuk ke lokasi usaha,
- area kerja atau operasional,
- serta bukti bahwa Anda memiliki akses ke lokasi tersebut, misalnya membuka pintu kantor atau menunjukkan ruang kerja.
Pastikan video direkam dengan jelas dan mengikuti petunjuk yang diberikan Google. Video yang tidak memenuhi persyaratan berpotensi menyebabkan proses verifikasi ditolak.
Verifikasi Melalui Telepon atau SMS (Jika Tersedia)
Pada beberapa profil, Google menyediakan opsi menerima kode verifikasi melalui panggilan telepon atau SMS. Jika metode ini muncul, pastikan nomor telepon yang digunakan:
- masih aktif,
- dapat menerima panggilan atau SMS,
- dan memang terhubung dengan bisnis yang sedang diverifikasi.
Apabila opsi telepon atau SMS tidak tersedia, Anda tidak perlu mencarinya di menu lain karena memang tidak semua bisnis mendapat metode tersebut.
Verifikasi Melalui Email (Jika Tersedia)
Beberapa bisnis juga dapat melakukan verifikasi melalui email. Jika tersedia, Google akan mengirimkan kode atau tautan verifikasi ke alamat email yang memenuhi syarat.
Sebelum memilih metode ini, pastikan Anda masih memiliki akses ke email tersebut agar proses verifikasi dapat segera diselesaikan. Sama seperti metode lainnya, pilihan verifikasi melalui email hanya muncul pada profil tertentu.
Metode Verifikasi Lain yang Ditawarkan Google
Selain video, telepon, SMS, atau email, Google dapat menawarkan metode verifikasi lain sesuai kondisi profil bisnis. Karena sistem Google terus berkembang, jenis metode yang tersedia dapat berubah dari waktu ke waktu.
Jika dashboard Google Business Profile menampilkan metode tertentu, ikuti petunjuk yang diberikan hingga proses selesai. Sebaliknya, apabila suatu metode tidak muncul, berarti metode tersebut memang belum tersedia untuk profil bisnis Anda.
Cara Mengetahui Status Verifikasi
Setelah mengirim proses verifikasi, Anda dapat memantau statusnya melalui dashboard Google Business Profile. Secara umum, status yang mungkin Anda temui antara lain:
- Sedang diproses, artinya Google masih meninjau proses verifikasi yang telah dikirim.
- Berhasil diverifikasi, yang berarti Anda telah memperoleh akses penuh sebagai pemilik atau pengelola profil.
- Memerlukan tindakan tambahan, misalnya Google meminta bukti tambahan atau mengulang proses verifikasi.
- Verifikasi ditolak, sehingga Anda perlu memperbaiki penyebabnya sebelum mengajukan kembali.
Selama proses peninjauan berlangsung, hindari mengubah informasi penting pada profil bisnis secara berulang karena hal tersebut dapat memperpanjang proses pemeriksaan.
Tips: Gunakan hanya metode verifikasi yang ditampilkan oleh Google Business Profile. Tidak ada cara resmi untuk memilih sendiri metode verifikasi tertentu jika opsi tersebut tidak tersedia pada profil Anda.
Apa yang Dilakukan Jika Verifikasi Ditolak?
Verifikasi Google Business Profile tidak selalu berhasil pada percobaan pertama. Dalam beberapa kasus, Google dapat menolak proses verifikasi atau meminta Anda mengirimkan bukti tambahan sebelum memberikan akses penuh ke profil bisnis.
Jika hal ini terjadi, jangan terburu-buru mengulangi proses verifikasi tanpa mengetahui penyebabnya. Langkah yang lebih tepat adalah mencari tahu alasan penolakan, kemudian memperbaikinya sebelum mengajukan verifikasi kembali.
Berikut beberapa penyebab yang paling sering terjadi.
Informasi Bisnis Tidak Konsisten
Salah satu penyebab paling umum adalah informasi yang diberikan tidak sesuai dengan data yang dimiliki Google atau bukti yang Anda kirimkan. Misalnya:
- nama bisnis berbeda dengan papan nama di lokasi,
- alamat yang dimasukkan tidak sesuai dengan lokasi sebenarnya,
- nomor telepon atau website tidak menunjukkan keterkaitan dengan bisnis tersebut.
Semakin konsisten informasi yang diberikan, semakin mudah Google memverifikasi bahwa bisnis tersebut benar-benar ada dan Anda berhak mengelolanya.
Sebelum mengirim ulang permohonan verifikasi, periksa kembali seluruh informasi bisnis agar tidak ada perbedaan yang dapat menimbulkan keraguan.
Bukti Kepemilikan Tidak Memadai
Pada beberapa kasus, Google meminta bukti tambahan untuk memastikan hubungan Anda dengan bisnis tersebut. Permasalahan biasanya muncul ketika bukti yang dikirim:
- kurang jelas,
- tidak menunjukkan identitas bisnis,
- tidak memperlihatkan lokasi usaha,
- atau tidak cukup membuktikan bahwa Anda memiliki akses ke bisnis tersebut.
Jika Google meminta bukti tambahan, ikuti petunjuk yang diberikan dan kirimkan dokumentasi yang benar-benar relevan dengan permintaan tersebut.
Video Verifikasi Tidak Memenuhi Persyaratan
Untuk bisnis yang menggunakan metode verifikasi video, penolakan sering terjadi karena video tidak menunjukkan informasi yang dibutuhkan Google. Beberapa contoh yang dapat menyebabkan video ditolak antara lain:
- papan nama bisnis tidak terlihat,
- lokasi kantor sulit dikenali,
- video terlalu singkat atau tidak jelas,
- tidak memperlihatkan akses ke area operasional,
- atau bagian penting yang diminta Google tidak direkam.
Sebelum merekam ulang, baca kembali instruksi yang muncul pada Google Business Profile. Pastikan seluruh elemen yang diminta sudah terekam dengan jelas dalam satu proses perekaman.
Lokasi Tidak Dapat Diverifikasi
Google juga dapat menolak verifikasi apabila kesulitan memastikan keberadaan lokasi bisnis. Situasi ini lebih sering terjadi pada bisnis yang:
- berada di gedung perkantoran dengan banyak tenant,
- menggunakan coworking space,
- memiliki kantor di area yang sulit dikenali,
- atau menjalankan bisnis berbasis layanan tanpa lokasi yang mudah ditemukan.
Jika memungkinkan, pastikan proses verifikasi menunjukkan informasi yang memudahkan Google mengenali lokasi, seperti nomor gedung, nama gedung, papan nama perusahaan, atau akses menuju kantor.
Pada bagian selanjutnya, kita akan membahas lebih khusus tantangan verifikasi untuk kantor B2B yang berada di gedung perkantoran maupun service-area business.
Profil Mengalami Suspend Setelah Verifikasi
Dalam beberapa kasus, profil tidak langsung aktif meskipun proses verifikasi sudah selesai.
Google dapat menangguhkan (suspend) profil apabila sistem mendeteksi adanya informasi yang perlu ditinjau lebih lanjut atau adanya indikasi pelanggaran terhadap kebijakan Google Business Profile. Jika hal ini terjadi:
- Periksa notifikasi yang diberikan pada dashboard Google Business Profile.
- Pastikan seluruh informasi bisnis sudah sesuai dengan kondisi sebenarnya.
- Siapkan dokumen atau bukti tambahan apabila diminta.
- Ikuti prosedur banding atau pengajuan peninjauan ulang sesuai petunjuk dari Google.
Hindari membuat profil baru sebagai solusi cepat. Jika penyebab suspend belum diselesaikan, membuat profil baru justru dapat menimbulkan masalah tambahan, seperti profil ganda atau penolakan verifikasi di kemudian hari.
Tips: Jika verifikasi ditolak, fokuslah mencari penyebabnya terlebih dahulu. Mengirim ulang permohonan berkali-kali tanpa memperbaiki masalah yang mendasarinya umumnya tidak akan mempercepat proses, bahkan bisa membuat peninjauan berlangsung lebih lama.
Bagaimana Jika Profil Sudah Diklaim Orang Lain?
Salah satu kendala yang paling sering dialami pemilik bisnis adalah menemukan pesan seperti: “This Business Profile has already been claimed.”
Pesan ini berarti Google Business Profile tersebut sudah memiliki pemilik (owner) yang mengelolanya menggunakan akun Google lain.
Namun, kondisi ini tidak selalu berarti Anda kehilangan kesempatan untuk mengelola profil tersebut. Jika Anda memang mewakili bisnis yang bersangkutan, Google menyediakan proses resmi untuk meminta kepemilikan (ownership request).
Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan.
Memahami Pesan “This Business Profile Has Already Been Claimed”
Ada beberapa alasan mengapa profil bisnis sudah diklaim oleh akun lain, misalnya:
- profil dibuat oleh pemilik bisnis sebelumnya,
- dibuat oleh mantan karyawan,
- dikelola oleh digital marketing agency,
- dibuat oleh rekan bisnis yang sudah tidak bekerja sama,
- atau memang sebelumnya sudah dikelola oleh perusahaan Anda menggunakan akun yang berbeda.
Karena Google hanya dapat memiliki satu Primary Owner, Anda tidak bisa langsung mengambil alih akses hanya dengan mengetahui bahwa profil tersebut adalah milik perusahaan Anda.
Google tetap harus memastikan bahwa proses perpindahan kepemilikan dilakukan secara sah.
Cara Mengajukan Ownership Request
Jika Anda yakin profil tersebut memang milik bisnis Anda, lakukan proses ownership request melalui Google Business Profile. Secara umum prosesnya sebagai berikut:
- Temukan profil bisnis di Google Search atau Google Maps.
- Pilih opsi untuk mengklaim bisnis.
- Saat muncul informasi bahwa profil sudah dimiliki akun lain, lanjutkan dengan mengajukan permintaan kepemilikan.
- Ikuti petunjuk yang diberikan Google hingga permintaan berhasil dikirim.
Setelah permintaan dikirim, Google akan meneruskannya kepada pemilik profil yang saat ini memiliki akses. Pada tahap ini Anda hanya perlu menunggu proses berikutnya sesuai mekanisme yang ditetapkan Google.
Menunggu Respons dari Pemilik Saat Ini
Setelah ownership request dikirim, pemilik yang saat ini mengelola Google Business Profile akan menerima pemberitahuan dari Google. Secara umum, ada beberapa kemungkinan yang dapat terjadi.
Permintaan disetujui
Jika pemilik sebelumnya menyetujui permintaan Anda, proses perpindahan kepemilikan akan dilanjutkan sesuai petunjuk Google.
Permintaan ditolak
Apabila pemilik menolak permintaan tersebut, Anda belum bisa langsung mengambil alih profil. Dalam kondisi tertentu, Google dapat menyediakan langkah lanjutan sesuai kebijakan yang berlaku.
Tidak ada respons
Ada juga situasi ketika pemilik lama sudah tidak menggunakan akun tersebut sehingga tidak pernah merespons permintaan yang dikirim.
Jika hal ini terjadi, Google biasanya akan memberikan instruksi lanjutan setelah jangka waktu tertentu. Ikuti petunjuk yang muncul pada dashboard Google Business Profile dan hindari mengirim permintaan berulang kali sebelum proses sebelumnya selesai.
Kapan Harus Menghubungi Dukungan Google?
Tidak semua kasus dapat diselesaikan hanya melalui ownership request. Anda dapat mempertimbangkan menghubungi dukungan Google Business Profile apabila:
- pemilik lama sudah tidak dapat dihubungi,
- akun yang memiliki akses sudah tidak aktif,
- profil dikelola oleh mantan agency yang tidak bersedia menyerahkan akses,
- terjadi sengketa kepemilikan,
- atau Google meminta proses eskalasi lebih lanjut.
Pada tahap ini, Google dapat meminta bukti tambahan untuk memastikan bahwa Anda memang mewakili bisnis tersebut. Oleh karena itu, siapkan dokumen atau informasi pendukung yang relevan apabila diminta selama proses peninjauan.
Tips: Jika memungkinkan, usahakan menyelesaikan perpindahan kepemilikan secara baik dengan pemilik atau pengelola sebelumnya.
Proses penambahan Anda sebagai Owner atau Manager oleh pemilik saat ini umumnya jauh lebih cepat dibandingkan harus melalui proses ownership request dan eskalasi ke Google.
Bagi bisnis B2B, situasi seperti ini cukup sering terjadi ketika perusahaan berganti tim marketing, berganti agency, atau mengalami pergantian personel yang sebelumnya mengelola Google Business Profile.
Karena itu, sebaiknya kepemilikan utama selalu menggunakan akun Google milik perusahaan, bukan akun pribadi karyawan atau pihak ketiga. Dengan cara ini, risiko kehilangan akses di kemudian hari dapat diminimalkan.
Tantangan Verifikasi untuk Kantor B2B
Proses verifikasi Google Business Profile pada bisnis B2B sering kali memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan bisnis yang melayani pelanggan secara langsung (B2C).
Jika toko retail atau restoran biasanya memiliki papan nama yang mudah terlihat dari jalan, banyak perusahaan B2B justru berkantor di gedung perkantoran, kawasan industri, atau coworking space yang tidak selalu memiliki identitas bisnis yang terlihat jelas.
Akibatnya, Google mungkin memerlukan bukti tambahan untuk memastikan bahwa lokasi tersebut benar-benar digunakan sebagai tempat operasional bisnis.
Berikut beberapa kondisi yang paling sering ditemui.
Kantor di Gedung Perkantoran
Banyak perusahaan B2B menyewa ruang kantor di gedung bertingkat. Situasi ini terkadang membuat proses verifikasi menjadi lebih menantang karena dalam satu gedung terdapat puluhan bahkan ratusan perusahaan dengan alamat yang hampir sama.
Jika Google meminta verifikasi melalui video, pastikan Anda dapat menunjukkan beberapa informasi yang membantu mengidentifikasi lokasi bisnis, misalnya:
- nama gedung,
- nomor lantai atau nomor unit,
- papan nama perusahaan (jika ada),
- area kantor yang digunakan,
- serta akses menuju ruang kantor.
Semakin jelas hubungan antara alamat dan bisnis Anda, semakin mudah Google melakukan proses verifikasi.
Kantor di Coworking Space
Coworking space menjadi pilihan banyak startup, konsultan, software house, maupun perusahaan jasa profesional karena lebih fleksibel dibanding menyewa kantor sendiri.
Namun, dari sudut pandang verifikasi, kondisi ini memiliki tantangan tersendiri. Google perlu memastikan bahwa bisnis Anda benar-benar beroperasi dari lokasi tersebut, bukan sekadar menggunakan alamat tanpa aktivitas bisnis.
Jika proses verifikasi meminta bukti lokasi, ikuti seluruh petunjuk yang diberikan Google dan tunjukkan area kerja yang memang digunakan oleh perusahaan Anda.
Kantor dengan Resepsionis Bersama
Beberapa gedung perkantoran menggunakan satu meja resepsionis untuk melayani seluruh tenant. Hal ini sering membuat identitas masing-masing perusahaan tidak langsung terlihat ketika memasuki gedung.
Apabila diminta melakukan video verifikasi, usahakan dokumentasi tidak berhenti di area lobi saja. Ikuti petunjuk Google dan lanjutkan hingga area yang menunjukkan keberadaan bisnis Anda, seperti ruang kerja, pintu kantor, atau identitas perusahaan yang tersedia di dalam area operasional.
Service Area Business
Tidak semua bisnis B2B menerima pelanggan di kantor. Sebagian perusahaan, seperti kontraktor, jasa instalasi, konsultan lapangan, atau penyedia layanan teknis, lebih sering bekerja di lokasi klien dibanding menerima kunjungan langsung.
Dalam kondisi seperti ini, metode verifikasi yang tersedia akan mengikuti opsi yang diberikan oleh Google. Jika diminta menunjukkan lokasi operasional, pastikan dokumentasi yang dikirim benar-benar mencerminkan aktivitas bisnis sesuai petunjuk yang diberikan selama proses verifikasi.
Lokasi yang Sulit Ditemukan
Ada juga bisnis yang berada di kawasan industri, ruko bagian belakang, kompleks pergudangan, atau lokasi yang kurang mudah dikenali.
Situasi seperti ini tidak selalu menjadi masalah, tetapi dapat membuat Google membutuhkan bukti tambahan untuk memastikan bahwa lokasi tersebut memang digunakan sebagai tempat operasional bisnis.
Jika Anda diminta melakukan video verifikasi, usahakan perjalanan menuju lokasi dapat diikuti dengan jelas, mulai dari bagian luar bangunan hingga area kerja yang menunjukkan aktivitas perusahaan.
Tips: Apa pun jenis kantor yang Anda gunakan, jangan mencoba “merekayasa” proses verifikasi dengan menunjukkan lokasi yang bukan benar-benar digunakan oleh bisnis.
Google melakukan verifikasi untuk memastikan keberadaan dan keabsahan operasional bisnis. Mengikuti petunjuk yang diberikan dan menunjukkan kondisi sebenarnya akan memberikan peluang yang lebih baik dibanding mencoba mencari jalan pintas.
Bagi sebagian besar perusahaan B2B, tantangan verifikasi bukan terletak pada jenis bisnisnya, melainkan pada bagaimana membuktikan bahwa lokasi operasional benar-benar dapat diverifikasi oleh Google.
Oleh karena itu, fokuslah pada penyediaan bukti yang jelas, akurat, dan sesuai dengan instruksi yang muncul selama proses verifikasi.
Kesimpulan
Selamat, proses yang paling penting sudah berhasil diselesaikan. Setelah Google Business Profile berhasil diklaim dan diverifikasi, Anda kini memiliki hak untuk mengelola profil bisnis secara resmi.
Mengklaim dan memverifikasi Google Business Profile adalah langkah awal agar bisnis memiliki kendali penuh atas profil yang muncul di Google Search dan Google Maps.
Secara sederhana, prosesnya dapat dirangkum sebagai berikut:
- Pastikan apakah bisnis Anda sudah memiliki Google Business Profile.
- Ajukan klaim kepemilikan jika belum memiliki akses.
- Selesaikan proses verifikasi menggunakan metode yang disediakan Google.
- Jika profil sudah dimiliki pihak lain, gunakan proses ownership request sesuai prosedur resmi.
- Setelah berhasil diverifikasi, lanjutkan dengan mengelola dan mengoptimalkan profil bisnis sesuai kebutuhan.
Bagi bisnis B2B, proses ini juga membantu memastikan bahwa informasi perusahaan dikelola langsung oleh pihak yang berwenang. Hal ini penting untuk mengurangi risiko kehilangan akses akibat pergantian karyawan, perubahan agency, atau kepemilikan akun yang tidak jelas.
Dengan mengikuti prosedur klaim dan verifikasi yang benar, Anda dapat memperoleh kepemilikan resmi atas Google Business Profile dan membangun fondasi yang lebih kuat sebelum masuk ke tahap pengelolaan serta optimasi profil bisnis.
Tinggalkan komentar