Memiliki Google Business Profile memang penting, terutama ketika calon pelanggan mencari bisnis, produk, atau layanan yang Anda tawarkan di Google.
Profil yang muncul di Google Search dan Google Maps bisa menjadi titik awal seseorang mengenal bisnis Anda, mengunjungi website, menelepon, meminta arah, atau bahkan melakukan booking.
Masalahnya, banyak bisnis berhenti setelah profil selesai dibuat.
Profil sudah terverifikasi, informasi bisnis sudah diisi, beberapa foto sudah ditambahkan, lalu semuanya dibiarkan berjalan sendiri. Padahal, keberadaan profil saja belum menunjukkan apakah Google Business Profile benar-benar membantu bisnis mendapatkan calon pelanggan.
Di sinilah KPI Google Business Profile menjadi penting.
Anda perlu melihat bukan hanya berapa banyak orang yang melihat profil, tetapi juga apa yang dilakukan mereka setelah menemukan bisnis Anda.
- Apakah mereka mengklik website?
- Menelepon?
- Meminta petunjuk arah?
- Mengirim pesan?
- Atau hanya melihat profil lalu pergi?
Perbedaan ini penting karena angka yang terlihat besar belum tentu memiliki nilai bisnis yang besar.
Vanity Metrics vs Business Metrics
Tidak semua angka yang muncul di Google Business Profile punya nilai yang sama bagi bisnis.
Ada metrik yang terlihat menarik karena angkanya besar, tetapi belum tentu menunjukkan adanya peluang penjualan. Sebaliknya, ada metrik yang jumlahnya relatif kecil tetapi justru lebih dekat dengan tindakan calon pelanggan.
Inilah perbedaan antara vanity metrics dan business metrics.
Vanity metrics adalah angka yang terlihat bagus ketika meningkat, tetapi belum tentu memberikan gambaran tentang dampaknya terhadap bisnis.
Sementara business metrics lebih berhubungan dengan tindakan yang punya nilai komersial, seperti mengunjungi website, menelepon, mengirim pesan, atau melakukan booking.
Untuk metrik Google Business Profile B2B, perbedaan ini penting karena tujuan akhirnya bukan sekadar membuat profil terlihat populer. Yang lebih penting adalah mengetahui apakah profil tersebut membantu mendatangkan calon klien.
Views Bukan Segalanya
Jumlah views menunjukkan bahwa profil Anda mendapatkan perhatian di Google. Angka ini berguna untuk mengetahui tingkat visibilitas, tetapi jangan langsung menganggap views yang tinggi berarti leads juga tinggi.
Bayangkan sebuah profil mendapatkan 10.000 views dalam satu periode, tetapi hanya menghasilkan beberapa klik website dan tidak ada inquiry. Di sisi lain, profil lain mungkin hanya mendapatkan 2.000 views tetapi menghasilkan lebih banyak kunjungan website dan panggilan.
Profil kedua bisa saja memberikan nilai bisnis yang lebih besar. Karena itu, views sebaiknya dipandang sebagai indikator exposure, bukan sebagai ukuran langsung keberhasilan lead generation.
Website Click Lebih Dekat dengan Lead
Klik website biasanya memberikan sinyal yang lebih kuat karena pengguna tidak berhenti pada informasi yang tersedia di Google Business Profile. Mereka memilih melanjutkan perjalanan ke website untuk mencari informasi tambahan.
Untuk bisnis jasa dan B2B, tindakan ini bisa menjadi sangat relevan. Calon klien mungkin ingin melihat layanan, portofolio, studi kasus, profil perusahaan, atau informasi kontak sebelum memutuskan menghubungi sales.
Itulah mengapa Website Click lebih dekat dengan business outcome dibandingkan sekadar jumlah views.
Namun, klik website tetap bukan berarti otomatis menjadi lead. Pengguna masih perlu melakukan tindakan berikutnya di website. Jadi, KPI ini sebaiknya dilihat sebagai bagian dari rangkaian perjalanan calon pelanggan.
Phone Call Menunjukkan Intent yang Lebih Tinggi
Phone call merupakan salah satu business metrics yang cukup kuat karena pengguna sudah mengambil tindakan langsung untuk berkomunikasi dengan bisnis.
Dalam konteks tertentu, panggilan bahkan bisa lebih bernilai daripada ratusan atau ribuan views. Satu panggilan dari calon klien yang benar-benar membutuhkan layanan bisa memiliki potensi bisnis yang jauh lebih besar daripada banyak pengguna yang hanya melihat profil.
Untuk bisnis yang proses penjualannya melibatkan konsultasi atau komunikasi langsung, Call menjadi salah satu KPI Google Business Profile yang layak mendapatkan perhatian lebih besar.
Tetap perlu diingat bahwa jumlah panggilan tidak sama dengan jumlah qualified leads. Karena itu, kualitas percakapan dan hasil akhirnya tetap perlu dihubungkan dengan data penjualan jika ingin mengukur dampak bisnis secara lebih lengkap.
Direction Request Berbeda Tergantung Bisnis
Direction request adalah contoh yang bagus bahwa KPI tidak bisa dinilai dengan satu standar untuk semua bisnis.
Bagi restoran, toko, klinik, hotel, atau bisnis lain yang sangat bergantung pada kunjungan fisik, permintaan petunjuk arah bisa menjadi sinyal yang sangat bernilai. Pengguna yang meminta arah kemungkinan sedang mempertimbangkan untuk datang langsung.
Tetapi bagi perusahaan B2B yang melayani klien melalui konsultasi online, sales visit, atau proyek di berbagai lokasi, direction request mungkin tidak sepenting website click atau call.
Jadi, tidak ada satu KPI Google Business Profile yang selalu menjadi KPI terbaik untuk semua bisnis.
Metrik utama bisnis B2B Google, misalnya, bisa berbeda dengan metrik utama restoran atau toko lokal. Yang perlu diperhatikan adalah hubungan antara tindakan pengguna dengan model bisnis dan proses menghasilkan lead.
Dengan cara pandang ini, Anda tidak lagi sekadar mengejar angka yang naik. Anda mulai melihat KPI mana yang benar-benar menunjukkan adanya aktivitas calon pelanggan.
10 KPI Google Business Profile yang Wajib Dipantau
Setelah membedakan vanity metrics dan business metrics, langkah berikutnya adalah menentukan angka mana yang memang layak dipantau secara rutin.
Tidak semua KPI harus memiliki bobot yang sama. Nilainya bergantung pada model bisnis, perilaku calon pelanggan, dan tindakan yang ingin didorong dari Google Business Profile.
Berikut 10 KPI yang paling relevan untuk memantau performa profil dan hubungannya dengan lead generation.
1. Discovery Search
Discovery Search menunjukkan seberapa sering bisnis ditemukan ketika seseorang melakukan pencarian berdasarkan kategori, produk, layanan, atau kebutuhan tertentu, bukan langsung mencari nama bisnis.
KPI ini penting untuk melihat kemampuan profil menjangkau calon pelanggan yang sebelumnya belum mengenal brand Anda.
Untuk bisnis yang ingin mendapatkan pelanggan baru dari Google, Discovery Search bisa menjadi salah satu indikator penting karena menunjukkan adanya visibilitas di luar pencarian brand.
2. Direct Search
Direct Search menunjukkan pencarian yang dilakukan menggunakan nama bisnis atau informasi yang secara langsung mengarah ke bisnis tertentu.
Metrik ini dapat memberikan gambaran tentang seberapa sering orang sudah mengetahui atau mencari bisnis Anda secara spesifik.
Dalam konteks B2B, Direct Search bisa memiliki nilai yang cukup menarik. Calon klien mungkin sudah mengetahui nama perusahaan dari rekomendasi, networking, iklan, konten, atau interaksi sebelumnya, kemudian menggunakan Google untuk mencari informasi lebih lanjut.
Karena itu, Direct Search bukan sekadar angka pencarian. Ia juga dapat menjadi bagian dari gambaran brand awareness dan demand yang sudah terbentuk.
3. Calls
Call menunjukkan jumlah tindakan pengguna yang memilih menghubungi bisnis melalui nomor telepon yang tersedia di profil.
Dibandingkan views, call biasanya menunjukkan intent yang lebih dekat dengan tindakan bisnis karena pengguna sudah mengambil langkah untuk berkomunikasi secara langsung.
KPI ini sangat relevan untuk bisnis jasa, konsultasi, properti, kontraktor, klinik, dan bisnis lain yang proses penjualannya melibatkan percakapan dengan calon pelanggan.
Tetapi tetap perlu dibedakan antara jumlah call dan jumlah qualified lead. Tidak semua panggilan merupakan prospek yang sesuai. Karena itu, data call paling berguna ketika nantinya dapat dibandingkan dengan data lead dan penjualan.
4. Chat Clicks
Chat Clicks menunjukkan tindakan pengguna yang memulai percakapan melalui fitur pesan, ketika fitur tersebut tersedia untuk profil bisnis.
Bagi bisnis yang menggunakan chat sebagai bagian dari proses sales, message dapat menjadi sinyal penting karena calon pelanggan memilih melakukan kontak secara langsung.
Metrik ini juga membantu melihat apakah Google Business Profile berhasil mendorong interaksi yang lebih aktif, bukan hanya menghasilkan exposure.
5. Bookings
Booking mengukur tindakan pemesanan atau reservasi yang dilakukan melalui jalur booking yang tersedia pada profil.
KPI ini sangat relevan untuk bisnis yang memang menggunakan sistem reservasi, seperti hotel, restoran tertentu, klinik, atau bisnis berbasis appointment.
Booking memiliki posisi yang cukup dekat dengan business outcome karena pengguna sudah melakukan tindakan yang lebih konkret dibandingkan sekadar melihat profil atau mengunjungi website.
6. Directions
Directions menunjukkan berapa banyak pengguna yang meminta petunjuk menuju lokasi bisnis.
KPI ini sangat relevan untuk bisnis yang mengandalkan kunjungan fisik, seperti restoran, toko, hotel, klinik, atau kantor yang menerima pelanggan secara langsung. Namun, relevansinya berbeda untuk setiap model bisnis.
Perusahaan B2B yang melayani proyek secara remote, misalnya, mungkin tidak mendapatkan banyak nilai dari direction request. Sebaliknya, restoran yang mendapatkan banyak direction request bisa melihat metrik tersebut sebagai salah satu indikator penting dari potensi kunjungan.
Jadi, angka ini harus selalu dilihat berdasarkan cara bisnis menghasilkan revenue.
7. Website Click
Website Click mengukur berapa banyak pengguna yang melanjutkan dari Google Business Profile menuju website bisnis. Ini termasuk KPI yang sangat relevan untuk bisnis yang menggunakan website sebagai bagian dari proses lead generation.
Ketika seseorang mengklik website, berarti informasi yang tersedia di profil belum cukup atau mereka ingin mengetahui lebih banyak tentang perusahaan, layanan, produk, portofolio, atau cara menghubungi bisnis.
Untuk perusahaan B2B, website click bahkan bisa menjadi salah satu metrik utama karena proses pengambilan keputusan biasanya membutuhkan informasi yang lebih lengkap sebelum calon klien menghubungi perusahaan.
8. CTR
Click-Through Rate (CTR) membantu melihat hubungan antara jumlah pengguna yang melihat suatu informasi dengan pengguna yang kemudian melakukan tindakan.
Dalam konteks Google Business Profile, CTR dapat digunakan sebagai indikator tambahan untuk memahami apakah visibilitas yang diperoleh profil menghasilkan engagement.
Contohnya, profil bisa mendapatkan banyak exposure tetapi hanya sedikit pengguna yang melanjutkan ke website. Sebaliknya, profil dengan exposure lebih kecil bisa menghasilkan proporsi klik yang lebih tinggi.
Karena itu, CTR membantu memberikan konteks terhadap angka absolut seperti views dan website click. Angka klik tanpa mengetahui besarnya exposure terkadang belum memberikan gambaran yang lengkap.
9. Review Growth
Review Growth mengukur pertumbuhan jumlah review yang diterima bisnis dari waktu ke waktu.
Review memang bukan lead secara langsung, tetapi pertumbuhannya penting karena review menjadi bagian dari social proof yang dapat memengaruhi persepsi calon pelanggan terhadap kredibilitas bisnis.
Hal ini terutama relevan untuk bisnis yang membutuhkan tingkat kepercayaan tinggi sebelum calon pelanggan menghubungi perusahaan.
Dalam B2B, calon klien bisa melakukan riset terhadap perusahaan terlebih dahulu sebelum masuk ke tahap komunikasi. Karena itu, perkembangan review dapat menjadi salah satu KPI pendukung untuk melihat bagaimana reputasi digital bisnis berkembang.
Yang perlu dipantau bukan hanya jumlah total review, tetapi juga pertumbuhannya dari waktu ke waktu.
10. Photo Views
Photo Views menunjukkan seberapa sering foto yang terkait dengan bisnis dilihat oleh pengguna.
Dibandingkan call, website click, atau booking, metrik ini memang lebih jauh dari lead. Karena itu, Photo Views sebaiknya diposisikan sebagai supporting KPI, bukan KPI utama untuk mengukur revenue.
Meski begitu, metrik ini tetap berguna untuk memahami engagement terhadap elemen visual profil.
Untuk bisnis seperti restoran, hotel, toko, properti, atau bisnis lain yang sangat bergantung pada visual, perhatian terhadap foto bisa menjadi lebih relevan dibandingkan bisnis B2B yang menjual layanan kompleks.
KPI Mana yang Paling Penting untuk Setiap Jenis Bisnis?
Setelah mengetahui 10 KPI yang bisa dipantau, pertanyaan berikutnya adalah: apakah semuanya harus menjadi prioritas?
Jawabannya tidak.
Setiap bisnis memiliki customer journey dan cara mendapatkan revenue yang berbeda. KPI yang sangat penting bagi restoran belum tentu penting bagi perusahaan B2B. Begitu juga dengan metrik yang relevan untuk hotel belum tentu menjadi indikator utama bagi toko atau bisnis jasa.
Karena itu, metrik Google Business Profile sebaiknya diprioritaskan berdasarkan tindakan yang paling dekat dengan cara bisnis mendapatkan pelanggan.
Jasa
Untuk bisnis jasa seperti konsultan, agensi, kontraktor, atau penyedia layanan profesional, beberapa KPI yang biasanya lebih dekat dengan proses lead generation adalah Website Clicks, Calls, Chat Clicks, dan Bookings jika tersedia.
Website Click penting karena calon pelanggan biasanya membutuhkan informasi lebih lengkap sebelum memutuskan menggunakan jasa. Mereka mungkin ingin melihat layanan, portofolio, pengalaman perusahaan, atau informasi kontak.
Sementara itu, Call dan Message menunjukkan adanya tindakan langsung dari calon pelanggan. Booking juga relevan apabila bisnis menggunakan sistem konsultasi atau appointment.
Dalam model bisnis jasa, jumlah views yang tinggi tidak terlalu berarti jika tidak diikuti tindakan yang mengarah ke inquiry.
Restoran
Restoran memiliki customer journey yang berbeda. Calon pelanggan biasanya tidak membutuhkan proses riset sepanjang calon klien B2B.
Karena itu, Directions , Calls, dan Bookings dapat menjadi KPI yang lebih relevan, tergantung bagaimana restoran menerima pelanggan.
Direction Request, misalnya, dapat menunjukkan ketertarikan untuk datang langsung ke lokasi. Booking menjadi lebih penting bagi restoran yang menggunakan sistem reservasi.
Website Click tetap dapat dipantau, terutama jika website menyediakan menu, informasi lokasi, atau sistem reservasi. Namun, prioritasnya tetap perlu disesuaikan dengan cara pelanggan melakukan transaksi.
Hotel
Untuk hotel, tindakan yang paling dekat dengan revenue biasanya berkaitan dengan Bookings dan Website Clicks.
Calon tamu dapat menemukan profil hotel di Google, kemudian melanjutkan ke website untuk melihat kamar, fasilitas, harga, atau melakukan reservasi. Karena itu, website click dapat menjadi salah satu indikator penting dalam perjalanan calon pelanggan.
Call juga dapat relevan ketika calon tamu membutuhkan informasi sebelum melakukan reservasi. Sementara itu, Direction Request lebih berguna untuk memahami potensi kunjungan, terutama setelah seseorang memutuskan datang ke lokasi.
Jadi, untuk hotel, KPI sebaiknya tidak hanya dilihat dari seberapa sering profil ditemukan, tetapi dari seberapa banyak pengguna melanjutkan ke tindakan yang berhubungan dengan reservasi.
B2B
Bisnis B2B membutuhkan pendekatan yang sedikit berbeda karena proses pembeliannya cenderung lebih panjang.
Calon klien mungkin menemukan perusahaan melalui Discovery Search, kemudian melakukan pencarian lebih lanjut melalui Direct Search, mengunjungi website, dan baru menghubungi perusahaan setelah mendapatkan informasi yang cukup.
Karena itu, Website Clicks dan Calls dapat menjadi KPI yang sangat relevan untuk lead generation B2B.
Discovery Search membantu melihat kemampuan perusahaan ditemukan oleh calon klien baru, sedangkan Direct Search dapat memberikan konteks mengenai pencarian terhadap perusahaan secara spesifik.
Review Growth juga dapat menjadi KPI pendukung karena reputasi digital dapat berperan dalam proses riset calon klien.
Untuk perusahaan B2B, jangan terlalu cepat menyimpulkan bahwa profil berkinerja buruk hanya karena jumlah Direction Request atau Booking rendah. Kedua metrik tersebut memang bisa kurang relevan jika model bisnis tidak bergantung pada kunjungan fisik atau reservasi.
Toko
Untuk toko yang mengandalkan kunjungan ke lokasi, Direction Request menjadi salah satu KPI yang patut diperhatikan.
Calon pelanggan yang meminta petunjuk arah sudah melakukan tindakan yang lebih konkret dibandingkan sekadar melihat profil. Call juga dapat menjadi indikator penting apabila pelanggan sering menghubungi toko untuk menanyakan produk, ketersediaan, atau informasi lainnya.
Website Click dapat membantu melihat apakah pengguna melanjutkan pencarian informasi melalui website. Sementara Photo Views dapat menjadi KPI pendukung, terutama bagi toko yang produk dan lokasinya memiliki daya tarik visual.
Pada akhirnya, tidak ada satu daftar KPI yang berlaku sama untuk semua bisnis. KPI utama Google Business Profile harus mengikuti customer journey bisnis tersebut.
Jika tujuan bisnis adalah mendapatkan inquiry, prioritaskan metrik yang menunjukkan komunikasi. Jika tujuan utamanya kunjungan fisik, perhatikan Direction. Jika proses transaksi berlangsung melalui reservasi, Booking menjadi lebih penting.
Dengan begitu, statistik Google Business Profile perusahaan tidak berhenti sebagai kumpulan angka, tetapi menjadi cara untuk melihat apakah aktivitas di Google bergerak ke arah yang memang dibutuhkan bisnis.
Cara Membuat Dashboard Monitoring KPI
Setelah menentukan KPI dan frekuensi monitoring, data tersebut sebaiknya dikumpulkan dalam satu tempat agar perkembangannya mudah dibandingkan dari waktu ke waktu.
Dashboard tidak harus rumit. Tujuannya bukan membuat tampilan yang penuh grafik, tetapi membuat laporan performa Google Business Profile yang membantu tim melihat perubahan KPI secara konsisten.
Untuk kebutuhan monitoring, tiga tools yang bisa digunakan adalah Spreadsheet, Looker Studio, dan GA4.
Spreadsheet
Spreadsheet merupakan pilihan paling sederhana untuk mulai mencatat KPI.
Anda dapat membuat kolom berdasarkan periode, kemudian memasukkan metrik seperti Discovery Search, Direct Search, Website Click, Call, Direction, Message, Booking, CTR, Review Growth, dan Photo Views.
Misalnya, setiap baris mewakili satu minggu atau satu bulan. Dengan struktur seperti ini, perubahan KPI dapat dibandingkan tanpa harus mengandalkan ingatan atau melihat data secara terpisah.
Spreadsheet juga cocok untuk bisnis yang baru mulai melakukan monitoring karena tidak membutuhkan sistem dashboard yang kompleks. Yang paling penting bukan desainnya, tetapi konsistensi pencatatan data.
Looker Studio
Jika jumlah data dan sumber laporan mulai bertambah, Looker Studio dapat digunakan untuk membuat tampilan monitoring yang lebih visual. Dashboard dapat menampilkan KPI utama dalam bentuk angka, tabel, atau grafik tren sehingga perubahan antarperiode lebih mudah terlihat.
Misalnya, tim marketing dapat melihat perkembangan Website Click, Call, Discovery Search, dan Direct Search dalam satu tampilan.
Untuk perusahaan dengan beberapa lokasi atau beberapa sumber data, pendekatan seperti ini dapat membantu menyatukan informasi yang sebelumnya tersebar.
Namun, dashboard yang lebih kompleks tidak otomatis menghasilkan insight yang lebih baik. KPI yang ditampilkan tetap harus relevan dengan tujuan bisnis.
GA4
GA4 memiliki fungsi yang berbeda dari data Google Business Profile.
Jika Google Business Profile membantu melihat tindakan yang terjadi pada profil, GA4 dapat digunakan untuk memahami apa yang terjadi setelah pengguna masuk ke website.
Misalnya, pengguna menemukan bisnis melalui Google Business Profile, kemudian mengklik website. Setelah berada di website, GA4 dapat membantu melihat aktivitas lanjutan seperti halaman yang dikunjungi atau tindakan konversi yang tersedia di website.
Karena itu, menghubungkan data GBP dengan data website dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai perjalanan calon pelanggan.
Untuk bisnis B2B, hal ini cukup penting karena Website Click belum tentu langsung menjadi lead. Ada kemungkinan calon klien masih melakukan riset sebelum mengisi formulir, menghubungi sales, atau melakukan tindakan konversi lainnya.
Dashboard Tidak Harus Rumit
Pada akhirnya, dashboard monitoring KPI tidak perlu dibuat seperti pusat kontrol dengan puluhan grafik.
Struktur sederhana justru sering lebih berguna:
KPI → Periode → Perubahan → Hubungan dengan Lead
Dengan struktur tersebut, tim dapat melihat KPI utama, membandingkannya dengan periode sebelumnya, kemudian menghubungkannya dengan data leads jika tersedia.
Jadi, tujuan membuat dashboard bukan untuk memamerkan banyak angka, tetapi memastikan metrik penting Google My Business B2B dapat dipantau secara konsisten dan dibandingkan dari waktu ke waktu.
Kesalahan Membaca KPI Google Business Profile
Memiliki data KPI tidak otomatis membuat keputusan marketing menjadi lebih baik. Masalahnya sering justru muncul ketika angka dibaca tanpa melihat konteksnya.
Sebuah KPI bisa terlihat bagus, tetapi belum tentu menghasilkan dampak bisnis. Sebaliknya, KPI yang terlihat menurun belum tentu berarti Google Business Profile sedang mengalami masalah.
Berikut beberapa kesalahan yang paling sering terjadi ketika membaca performa profil.
Views Naik, tetapi Leads Turun
Ini salah satu kesalahan paling umum.
Ketika views meningkat, bisnis mungkin langsung menganggap performa Google Business Profile membaik. Padahal, peningkatan exposure belum tentu diikuti peningkatan tindakan dari calon pelanggan.
Misalnya, profil mendapatkan lebih banyak views, tetapi Website Click, Call, atau Message justru turun. Dalam kondisi tersebut, visibilitas memang meningkat, tetapi aktivitas yang lebih dekat dengan lead tidak ikut meningkat.
Artinya, views sebaiknya tidak digunakan sebagai satu-satunya indikator keberhasilan. Yang lebih penting adalah melihat hubungan antara exposure → engagement → lead.
Discovery Search Tinggi, tetapi Tidak Ada Konversi
Discovery Search yang tinggi menunjukkan bisnis lebih sering ditemukan melalui pencarian yang tidak secara langsung menggunakan nama bisnis.
Namun, angka tersebut belum menjawab apakah orang yang menemukan profil memang memiliki niat untuk menggunakan produk atau layanan. Sebuah bisnis dapat memiliki banyak Discovery Search tetapi hanya menghasilkan sedikit Website Click atau Call.
Karena itu, Discovery Search lebih tepat dipandang sebagai indikator visibilitas terhadap pencarian non-brand, bukan sebagai ukuran langsung jumlah leads.
Direct Search Tinggi, tetapi Website Click Rendah
Direct Search yang tinggi dapat menunjukkan bahwa semakin banyak orang mencari bisnis secara spesifik. Tetapi hal tersebut tidak otomatis berarti mereka akan menghubungi perusahaan.
Pengguna mungkin hanya ingin mencari alamat, nomor telepon, review, atau informasi lain yang sudah tersedia langsung di profil. Karena itu, Direct Search perlu dilihat bersama KPI tindakan seperti Website Click, Call, Message, atau Booking.
Ini terutama penting untuk bisnis B2B karena calon klien bisa melakukan riset perusahaan beberapa kali sebelum akhirnya masuk ke tahap komunikasi.
Direction Request Turun Tidak Selalu Berarti Performa Buruk
Penurunan Direction Request juga tidak bisa langsung dianggap sebagai masalah. Relevansi KPI sangat bergantung pada model bisnis.
Bagi restoran atau toko, penurunan Direction Request mungkin lebih perlu diperhatikan karena kunjungan fisik merupakan bagian penting dari customer journey.
Tetapi bagi perusahaan B2B yang sebagian besar proses penjualannya berlangsung melalui website, email, konsultasi online, atau sales representative, Direction Request mungkin memang bukan KPI utama.
Jadi, KPI yang turun tidak selalu berarti performa bisnis turun.
Terlalu Fokus pada Satu KPI
Kesalahan lainnya adalah menjadikan satu angka sebagai representasi seluruh performa Google Business Profile.
Misalnya, hanya melihat Discovery Search atau hanya melihat jumlah views. Padahal, setiap KPI menggambarkan bagian berbeda dari perjalanan pengguna.
Search menunjukkan visibilitas, Website Click menunjukkan perpindahan ke website, Call dan Message menunjukkan komunikasi, sedangkan Booking dapat menunjukkan tindakan yang lebih dekat dengan transaksi.
Karena itu, cara analisis Google bisnis perusahaan sebaiknya tidak bergantung pada satu angka saja. Gunakan kombinasi KPI yang sesuai dengan model bisnis, kemudian lihat perkembangannya dari waktu ke waktu.
Tujuan monitoring bukan mencari KPI mana yang memiliki angka paling besar. Tujuannya adalah memahami apakah aktivitas yang terjadi di Google Business Profile bergerak menuju hasil bisnis yang diinginkan.
Kesimpulan
Google Business Profile bukan sekadar tempat untuk menampilkan nama, alamat, nomor telepon, atau foto bisnis di Google.
Jika digunakan untuk mendukung lead generation, performanya perlu dilihat melalui KPI yang benar-benar berkaitan dengan tindakan calon pelanggan.
Views memang berguna untuk melihat exposure, tetapi tidak cukup untuk menilai keberhasilan.
Discovery Search, Direct Search, Website Click, Call, Direction, Message, Booking, CTR, Review Growth, dan Photo Views memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang bagaimana pengguna menemukan dan berinteraksi dengan bisnis.
Namun, tidak semua KPI harus menjadi prioritas yang sama.
- Bisnis jasa mungkin lebih fokus pada Website Click dan Call.
- Restoran dan toko dapat memberikan perhatian lebih pada Direction.
- Hotel dapat lebih mengutamakan Booking dan Website Click.
- Sementara perusahaan B2B perlu melihat kombinasi Discovery Search, Direct Search, Website Click, Call, dan indikator reputasi.
Jadi, metrik utama Google Business Profile B2B maupun bisnis lainnya bukanlah angka yang paling besar, melainkan angka yang paling dekat dengan tujuan bisnis.
Daripada sekadar bertanya berapa banyak orang yang melihat profil, lebih baik tanyakan: berapa banyak dari mereka yang melakukan tindakan yang berpotensi menghasilkan bisnis?
Tinggalkan komentar