Pernah melihat dua landing page yang tampilannya sama-sama menarik, tetapi hasilnya sangat berbeda? Salah satu berhasil menghasilkan ratusan prospek, sementara yang lain justru sepi konversi.
Penyebabnya sering kali bukan karena desainnya jelek, melainkan karena jenis landing page yang digunakan tidak sesuai dengan tujuan bisnisnya.
Banyak orang menganggap semua landing page memiliki fungsi yang sama, yaitu untuk “jualan”. Padahal, kenyataannya tidak sesederhana itu.
Ada landing page yang dibuat untuk mengumpulkan data calon pelanggan, ada yang fokus menjual produk, ada yang khusus mengundang peserta webinar, hingga ada yang hanya digunakan untuk menerima reservasi atau booking. Masing-masing memiliki tujuan konversi yang berbeda.
Memahami jenis landing page berdasarkan tujuan akan membantu Anda menentukan halaman yang paling sesuai dengan strategi pemasaran. Dengan memilih tipe yang tepat, peluang pengunjung melakukan tindakan yang Anda inginkan juga akan jauh lebih besar.
Sebaliknya, menggunakan landing page yang tidak sesuai bisa membuat biaya iklan membengkak dan tingkat konversi menurun.
Mengapa Landing Page Ada Banyak Jenisnya?
Karena setiap bisnis memiliki target yang berbeda, maka lahirlah berbagai jenis landing page berdasarkan tujuan. Sebuah perusahaan software mungkin ingin mendapatkan jadwal demo dari calon pelanggan.
Sebaliknya, toko online lebih fokus menjual produk secara langsung. Di sisi lain, penyelenggara seminar tentu ingin mengumpulkan peserta sebanyak mungkin.
Meskipun sama-sama menggunakan landing page, tujuan akhirnya tidak sama sehingga jenis halaman yang digunakan pun berbeda.
Inilah alasan mengapa tidak ada satu tipe landing page yang bisa digunakan untuk semua kebutuhan. Landing page yang efektif selalu disesuaikan dengan apa yang ingin dicapai dari sebuah kampanye pemasaran.
Landing Page Dibedakan Berdasarkan Tujuan Konversinya
Cara paling mudah memahami berbagai macam landing page adalah dengan melihat tujuan konversi yang ingin dicapai.
Sebagai contoh:
- Jika ingin mengumpulkan data calon pelanggan, maka yang digunakan adalah Lead Generation Landing Page.
- Jika ingin menjual produk atau layanan secara langsung, maka Sales Page menjadi pilihan yang lebih tepat.
- Jika targetnya mengundang peserta webinar, maka digunakan Webinar Landing Page.
- Jika bisnis membutuhkan reservasi atau pemesanan jadwal, maka Booking atau Appointment Landing Page adalah pilihan yang sesuai.
Artinya, nama setiap jenis landing page sebenarnya menggambarkan fungsi utamanya. Semakin jelas tujuan bisnis Anda, semakin mudah menentukan landing page yang paling tepat.
Setiap Tahap Customer Journey Membutuhkan Landing Page yang Berbeda
Selain berdasarkan tujuan bisnis, jenis landing page juga biasanya mengikuti perjalanan calon pelanggan atau customer journey.
Misalnya, seseorang yang baru pertama kali mengenal brand tentu belum siap membeli produk. Pada tahap ini, bisnis biasanya menggunakan landing page yang bertujuan membangun ketertarikan atau mengumpulkan prospek terlebih dahulu.
Setelah calon pelanggan mulai mengenal produk, barulah mereka diarahkan ke landing page yang mendorong proses evaluasi hingga akhirnya melakukan pembelian, booking, atau tindakan lain yang diharapkan.
Dengan kata lain, satu bisnis sering kali menggunakan beberapa jenis landing page sekaligus dalam satu strategi pemasaran. Setiap halaman memiliki peran yang berbeda untuk mengantarkan calon pelanggan dari tahap mengenal bisnis hingga akhirnya menjadi pelanggan.
Mengapa Memilih Jenis Landing Page Sangat Penting?
Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah menggunakan satu jenis landing page untuk semua kebutuhan. Misalnya, memakai halaman penjualan untuk mengumpulkan peserta webinar, atau menggunakan halaman booking untuk menjual produk digital.
Pendekatan seperti ini tidak selalu memberikan hasil yang optimal karena tujuan pengunjung dan tujuan bisnis tidak selaras.
Sebaliknya, ketika jenis landing page disesuaikan dengan tujuan konversinya, pengalaman pengguna menjadi lebih relevan. Pengunjung akan lebih mudah memahami apa yang ditawarkan, sementara bisnis memiliki peluang lebih besar untuk mencapai target kampanyenya.
Oleh karena itu, sebelum membuat atau menjalankan kampanye pemasaran, langkah pertama yang sebaiknya dilakukan bukanlah memikirkan desain halaman, melainkan menentukan apa tujuan utama yang ingin dicapai.
Setelah tujuan tersebut jelas, barulah Anda dapat memilih jenis landing page yang paling sesuai.
Jenis Landing Page Berdasarkan Tujuan
Setelah memahami apa itu landing page, pertanyaan berikutnya adalah, jenis landing page mana yang paling cocok untuk bisnis Anda?
Jawabannya tergantung pada tujuan yang ingin dicapai. Apakah Anda ingin mengumpulkan data calon pelanggan, menjual produk, mendapatkan peserta webinar, menerima booking, atau sekadar membangun antusiasme sebelum peluncuran produk?
| Tujuan | Jenis Landing Page |
|---|---|
| Mengumpulkan Leads | Lead Generation |
| Menjual Produk | Sales Page |
| Booking | Booking Landing Page |
| Demo SaaS | Appointment |
| Webinar | Webinar Landing Page |
Setiap tujuan tersebut memiliki jenis landing page yang berbeda. Berikut beberapa jenis landing page berdasarkan tujuan yang paling sering digunakan dalam digital marketing.
1. Lead Generation Landing Page
Lead Generation Landing Page adalah halaman yang dibuat untuk mengumpulkan data calon pelanggan (lead), seperti nama, email, nomor telepon, atau informasi bisnis lainnya.
Tujuan utamanya bukan langsung menghasilkan penjualan, melainkan memperoleh prospek yang nantinya akan dihubungi kembali oleh tim marketing atau sales.
Karena itu, jenis landing page ini sangat umum digunakan oleh bisnis B2B, perusahaan jasa, agen properti, konsultan, software (SaaS), hingga penyedia layanan profesional.
Contoh penggunaan:
- Jasa digital marketing yang menawarkan audit website gratis.
- Developer properti yang mengumpulkan data calon pembeli.
- Vendor software yang menawarkan demo produk.
- Klinik kecantikan yang membuka konsultasi gratis.
Lead Generation Landing Page cocok digunakan ketika proses pembelian membutuhkan pertimbangan yang cukup panjang atau melibatkan komunikasi lanjutan dengan calon pelanggan.
2. Sales Page
Sales Page adalah landing page yang bertujuan mendorong pengunjung melakukan pembelian secara langsung.
Jenis ini biasanya digunakan ketika bisnis sudah memiliki penawaran yang jelas dan pengunjung siap mengambil keputusan tanpa harus melalui proses konsultasi yang panjang.
Sales Page banyak ditemukan pada bisnis seperti:
- Produk digital
- Kelas online
- Ebook
- Software berlangganan
- Produk fisik
- Jasa dengan paket yang sudah jelas
Misalnya, sebuah bisnis menjual kursus online seharga Rp299.000. Pengunjung datang dari iklan atau media sosial, membaca informasi mengenai produk, lalu langsung melakukan pembelian pada halaman tersebut.
Sales Page paling efektif ketika target audiens sudah memiliki minat atau kebutuhan terhadap produk yang ditawarkan.
3. Click-Through Landing Page
Click-Through Landing Page berfungsi sebagai halaman penghubung sebelum pengunjung diarahkan ke halaman berikutnya, seperti halaman checkout, marketplace, atau halaman pembayaran.
Jenis landing page ini umumnya digunakan ketika bisnis ingin memberikan informasi tambahan terlebih dahulu agar calon pelanggan lebih yakin sebelum melanjutkan ke proses pembelian.
Contoh penggunaannya antara lain:
- Iklan Facebook menuju halaman penjelasan produk sebelum checkout.
- Landing page yang mengarahkan pengunjung ke halaman pembayaran.
- Halaman promosi yang mengarahkan pengguna ke marketplace seperti Tokopedia atau Shopee.
Click-Through Landing Page sering digunakan pada produk dengan harga menengah hingga tinggi yang membutuhkan sedikit edukasi sebelum calon pelanggan mengambil keputusan.
4. Squeeze Page
Squeeze Page adalah landing page yang memiliki tujuan sangat spesifik, yaitu mengumpulkan subscriber atau daftar email sebanyak mungkin.
Berbeda dengan Lead Generation Landing Page yang dapat mengumpulkan berbagai informasi prospek untuk kebutuhan penjualan, Squeeze Page biasanya hanya berfokus pada proses opt-in agar pengunjung bersedia bergabung ke dalam daftar email atau komunitas.
Jenis landing page ini banyak digunakan untuk:
- Newsletter
- Download ebook gratis
- Checklist
- Template
- Free resource
- Waiting list
Misalnya, sebuah bisnis menawarkan ebook “50 Ide Konten Instagram” secara gratis. Pengunjung yang tertarik akan bergabung ke email list, kemudian bisnis dapat melakukan pemasaran melalui email secara berkala.
Karena fokusnya hanya membangun database audiens, Squeeze Page biasanya ditempatkan di bagian awal customer journey.
5. Thank You Page
Thank You Page adalah halaman yang muncul setelah pengunjung berhasil menyelesaikan tindakan tertentu, seperti mengisi formulir, membeli produk, mendaftar webinar, atau melakukan booking.
Meskipun sering dianggap sebagai halaman penutup, sebenarnya Thank You Page memiliki fungsi penting dalam menjaga pengalaman pelanggan setelah konversi terjadi. Contoh penggunaannya antara lain:
- Halaman setelah berhasil mengirim formulir konsultasi.
- Halaman konfirmasi setelah pembelian produk.
- Halaman setelah registrasi webinar.
- Halaman setelah mengunduh ebook.
Thank You Page juga membantu memastikan bahwa proses konversi telah berhasil dilakukan sehingga pengguna tidak bingung mengenai langkah selanjutnya.
6. Webinar Landing Page
Webinar Landing Page dibuat khusus untuk mengumpulkan peserta webinar atau acara online. Jenis landing page ini banyak digunakan oleh:
- Coach
- Konsultan
- Perusahaan SaaS
- Digital agency
- Trainer
- Edukator
Tujuannya adalah meningkatkan jumlah pendaftar pada webinar yang nantinya digunakan sebagai sarana edukasi maupun penjualan. Selain webinar, jenis halaman ini juga dapat digunakan untuk pelatihan online, workshop virtual, atau kelas gratis.
7. Event Landing Page
Jika Webinar Landing Page fokus pada acara online, maka Event Landing Page digunakan untuk mempromosikan acara secara umum, baik online maupun offline. Beberapa contoh penggunaan antara lain:
- Seminar
- Workshop
- Pameran
- Konferensi
- Gathering perusahaan
- Festival
- Peluncuran produk
Jenis landing page ini membantu calon peserta memahami tujuan acara sehingga mereka dapat memutuskan apakah acara tersebut relevan dengan kebutuhan mereka.
8. Coming Soon Landing Page
Coming Soon Landing Page digunakan ketika produk, layanan, atau website belum resmi diluncurkan. Tujuan utamanya adalah membangun rasa penasaran dan mengumpulkan audiens yang tertarik sebelum peluncuran dilakukan.
Jenis landing page ini sering digunakan untuk:
- Startup baru
- Produk baru
- Pembukaan cabang
- Website yang masih dalam pengembangan
- Peluncuran aplikasi
Dengan cara ini, bisnis sudah memiliki calon pelanggan bahkan sebelum produk tersedia di pasaran.
9. Booking Landing Page
Booking Landing Page digunakan ketika tujuan utama bisnis adalah menerima reservasi atau pemesanan layanan. Jenis ini sangat umum digunakan oleh bisnis berbasis layanan, seperti:
- Hotel
- Villa
- Restoran
- Salon
- Spa
- Rental mobil
- Studio foto
Pengunjung yang datang ke halaman ini umumnya sudah memiliki niat melakukan pemesanan sehingga fokus utamanya adalah mempermudah proses reservasi.
10. Appointment Landing Page
Sekilas terlihat mirip dengan Booking Landing Page, tetapi Appointment Landing Page lebih difokuskan untuk menjadwalkan pertemuan atau konsultasi.
Biasanya digunakan oleh:
- Dokter
- Klinik
- Konsultan bisnis
- Pengacara
- Agen properti
- Penyedia software B2B
- Financial advisor
Jika Booking lebih identik dengan reservasi layanan atau tempat, Appointment lebih menekankan penjadwalan waktu bertemu dengan seseorang.
11. Product Catalog Landing Page
Product Catalog Landing Page digunakan untuk menampilkan kumpulan produk dalam satu kategori, bukan hanya menawarkan satu produk tertentu. Jenis ini cocok untuk bisnis yang memiliki banyak pilihan produk, misalnya:
- Toko furniture
- Distributor bahan bangunan
- Supplier alat dapur
- Fashion
- Elektronik
- Keramik dan tableware
Dengan landing page katalog, pengunjung dapat melihat berbagai pilihan produk sebelum menentukan mana yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.
12. Application Landing Page
Application Landing Page bertujuan mengumpulkan pendaftaran untuk suatu program atau proses seleksi. Jenis landing page ini banyak digunakan untuk:
- Rekrutmen karyawan
- Program magang
- Beasiswa
- Inkubator bisnis
- Kemitraan
- Franchise
- Program reseller
Fokus utamanya adalah mendapatkan kandidat atau peserta yang memenuhi kriteria tertentu.
13. Quiz Landing Page
Quiz Landing Page digunakan untuk mengajak pengunjung mengikuti kuis atau assessment. Selain meningkatkan interaksi, jenis landing page ini juga membantu bisnis mengenali karakteristik atau kebutuhan calon pelanggan.
Contoh penggunaannya:
- Tes tingkat kesiapan bisnis.
- Quiz menemukan produk yang paling sesuai.
- Assessment kesehatan.
- Tes kepribadian.
- Kalkulator kebutuhan layanan.
Jenis landing page ini sering digunakan sebagai bagian dari strategi segmentasi pelanggan.
14. Survey Landing Page
Survey Landing Page dibuat untuk mengumpulkan masukan, opini, atau data dari pengguna. Tujuannya bisa sangat beragam, misalnya:
- Mengukur kepuasan pelanggan.
- Melakukan riset pasar.
- Memvalidasi ide produk baru.
- Mengumpulkan feedback setelah layanan selesai diberikan.
Informasi yang diperoleh dari halaman ini dapat menjadi dasar bagi bisnis untuk meningkatkan kualitas produk maupun layanan.
15. Jenis Landing Page Lainnya
Selain jenis-jenis di atas, masih ada beberapa tipe landing page yang digunakan untuk kebutuhan yang lebih spesifik, antara lain:
- Download Landing Page, untuk menawarkan file digital seperti ebook, template, atau software.
- Coupon Landing Page, untuk membagikan promo atau voucher diskon.
- Donation Landing Page, untuk mengumpulkan donasi pada kegiatan sosial atau penggalangan dana.
- Membership Landing Page, untuk mengajak pengguna bergabung ke komunitas atau layanan berlangganan.
- Affiliate Landing Page, untuk mengarahkan calon pelanggan ke produk yang dipromosikan oleh affiliate marketer.
Meskipun tujuannya berbeda-beda, seluruh jenis landing page tersebut memiliki satu kesamaan, yaitu dirancang untuk membantu bisnis mencapai satu tujuan konversi yang spesifik.
Itulah sebabnya memilih jenis landing page yang tepat menjadi langkah awal sebelum menjalankan strategi pemasaran digital.
Perbedaan Jenis Landing Page dalam Customer Journey
Salah satu kesalahan yang sering terjadi dalam digital marketing adalah menggunakan jenis landing page yang sama untuk semua calon pelanggan. Padahal, seseorang yang baru mengenal bisnis Anda tentu memiliki kebutuhan yang berbeda dengan orang yang sudah siap membeli.
Karena itu, pemilihan jenis landing page berdasarkan tujuan sebaiknya juga mempertimbangkan posisi calon pelanggan dalam customer journey. Dengan kata lain, setiap tahap perjalanan pelanggan membutuhkan pendekatan yang berbeda agar proses konversi berjalan lebih efektif.
Berikut gambaran sederhananya.
| Tahap Customer Journey | Tujuan Pengunjung | Jenis Landing Page yang Cocok |
|---|---|---|
| Awareness | Mulai mengenal brand atau solusi | Coming Soon Page, Quiz Landing Page, Webinar Landing Page |
| Interest | Ingin mendapatkan informasi lebih lanjut | Lead Generation Landing Page, Squeeze Page |
| Consideration | Sedang membandingkan berbagai pilihan | Click-Through Landing Page, Product Catalog Landing Page |
| Decision | Siap mengambil keputusan | Sales Page, Booking Landing Page, Appointment Landing Page |
| Action | Melakukan konversi | Booking, Appointment, Application Landing Page |
| After Conversion | Sudah menyelesaikan tindakan | Thank You Page, Survey Landing Page |
Mari kita bahas setiap tahapnya.
Tahap Awareness: Membangun Ketertarikan
Pada tahap ini, calon pelanggan mungkin baru pertama kali mengetahui bisnis Anda. Mereka belum memiliki niat membeli dan masih mencari informasi atau solusi atas masalah yang dihadapi.
Karena itu, landing page yang digunakan sebaiknya bertujuan membangun ketertarikan atau mengajak pengunjung berinteraksi terlebih dahulu. Beberapa jenis landing page yang umum digunakan antara lain:
- Coming Soon Landing Page
- Webinar Landing Page
- Quiz Landing Page
Misalnya, sebuah startup yang akan meluncurkan aplikasi baru dapat menggunakan Coming Soon Landing Page untuk membangun antusiasme sebelum produk resmi dirilis.
Sementara itu, konsultan bisnis dapat mengadakan webinar gratis untuk memperkenalkan layanan mereka kepada calon klien.
Tahap Interest: Mengumpulkan Prospek
Setelah pengunjung mulai tertarik, langkah berikutnya adalah membangun hubungan lebih lanjut. Pada tahap ini, bisnis biasanya ingin mendapatkan data calon pelanggan agar komunikasi dapat berlanjut melalui email, WhatsApp, atau telepon.
Jenis landing page yang paling sesuai adalah:
- Lead Generation Landing Page
- Squeeze Page
Contohnya, perusahaan software menawarkan e-book gratis sebagai langkah awal untuk mengenalkan produknya. Di sisi lain, agen properti mengajak calon pembeli mengisi data agar dapat menerima daftar rumah terbaru.
Tujuan utamanya bukan langsung menjual, melainkan mengubah pengunjung anonim menjadi prospek yang dapat dihubungi.
Tahap Consideration: Membantu Calon Pelanggan Membandingkan Pilihan
Pada fase ini, calon pelanggan sudah mengetahui kebutuhan mereka, tetapi masih mempertimbangkan berbagai alternatif. Landing page berperan membantu mereka memahami solusi yang ditawarkan sebelum mengambil keputusan.
Jenis landing page yang sering digunakan adalah:
- Click-Through Landing Page
- Product Catalog Landing Page
Sebagai contoh, sebuah toko elektronik dapat menampilkan berbagai pilihan laptop dalam satu halaman katalog. Setelah menemukan produk yang sesuai, pengunjung baru diarahkan ke halaman pembelian.
Tahap Decision: Mendorong Pengambilan Keputusan
Ketika calon pelanggan sudah yakin, fokus bisnis berubah menjadi mempermudah mereka melakukan tindakan yang diinginkan. Landing page yang digunakan biasanya berorientasi pada keputusan akhir, seperti:
- Sales Page
- Booking Landing Page
- Appointment Landing Page
Misalnya, seseorang yang ingin berkonsultasi dengan pengacara akan diarahkan ke Appointment Landing Page untuk memilih jadwal konsultasi. Sementara itu, pelanggan yang ingin membeli kelas online dapat langsung menuju Sales Page.
Tahap Action: Menyelesaikan Proses Konversi
Pada tahap ini, pengunjung benar-benar melakukan tindakan yang menjadi target bisnis. Konversi tersebut bisa berupa:
- melakukan booking,
- mengirim aplikasi,
- mendaftar program,
- atau menjadwalkan konsultasi.
Jenis landing page yang digunakan bergantung pada tujuan akhir bisnis, misalnya Booking Landing Page, Appointment Landing Page, atau Application Landing Page.
Tahap After Conversion: Menjaga Hubungan Setelah Konversi
Customer journey tidak berhenti setelah seseorang berhasil melakukan konversi. Justru di sinilah peluang untuk membangun hubungan jangka panjang dimulai.
Beberapa jenis landing page yang sering digunakan pada tahap ini antara lain:
- Thank You Page
- Survey Landing Page
Misalnya, setelah pelanggan berhasil mendaftar webinar, mereka akan diarahkan ke Thank You Page sebagai konfirmasi bahwa proses registrasi telah berhasil.
Setelah acara selesai, bisnis dapat mengirimkan Survey Landing Page untuk mengetahui tingkat kepuasan peserta dan mengumpulkan masukan yang berguna untuk penyelenggaraan acara berikutnya.
Satu Bisnis Bisa Menggunakan Lebih dari Satu Jenis Landing Page
Perlu dipahami bahwa satu bisnis tidak harus memilih satu jenis landing page saja. Justru dalam praktiknya, banyak bisnis menggunakan beberapa landing page yang saling terhubung mengikuti perjalanan pelanggan.
Sebagai contoh, sebuah perusahaan penyedia software B2B dapat menggunakan alur seperti berikut:
- Webinar Landing Page untuk mengumpulkan peserta.
- Lead Generation Landing Page untuk memperoleh data prospek yang tertarik.
- Appointment Landing Page untuk menjadwalkan demo produk.
- Sales Page ketika calon pelanggan sudah siap membeli.
- Thank You Page setelah transaksi berhasil dilakukan.
Dengan menyesuaikan jenis landing page pada setiap tahap customer journey, bisnis dapat memberikan pengalaman yang lebih relevan kepada calon pelanggan sekaligus meningkatkan peluang konversi di setiap tahap funnel pemasaran.
Cara Menentukan Jenis Landing Page yang Tepat
Tidak ada satu jenis landing page yang paling bagus untuk semua bisnis. Landing page yang efektif adalah landing page yang sesuai dengan tujuan konversi, target audiens, dan posisi calon pelanggan dalam customer journey.
Karena itu, sebelum menentukan jenis landing page, Anda perlu memahami terlebih dahulu apa yang ingin dicapai dari kampanye yang sedang dijalankan.
Hal ini juga menjadi salah satu poin penting dalam brief, yaitu memilih landing page berdasarkan tujuan bisnis, bukan sekadar mengikuti tren.
Berikut beberapa langkah yang dapat membantu Anda menentukan jenis landing page yang paling sesuai.
1. Tentukan Tujuan Utama Kampanye
Langkah pertama adalah menjawab satu pertanyaan sederhana: Apa hasil yang ingin Anda dapatkan dari pengunjung?
Karena setiap tujuan membutuhkan jenis landing page yang berbeda, jawabannya akan sangat menentukan pilihan Anda.
Sebagai gambaran:
| Tujuan Bisnis | Jenis Landing Page yang Direkomendasikan |
|---|---|
| Mengumpulkan data calon pelanggan | Lead Generation Landing Page |
| Menjual produk secara langsung | Sales Page |
| Mengarahkan ke halaman checkout | Click-Through Landing Page |
| Membangun email list | Squeeze Page |
| Mengumpulkan peserta webinar | Webinar Landing Page |
| Menerima booking atau reservasi | Booking Landing Page |
| Menjadwalkan konsultasi | Appointment Landing Page |
| Mengumpulkan lamaran atau pendaftaran | Application Landing Page |
| Mengumpulkan feedback pelanggan | Survey Landing Page |
Semakin spesifik tujuan yang ditetapkan, semakin mudah memilih jenis landing page yang tepat.
2. Pahami Posisi Target Audiens dalam Customer Journey
Selain tujuan bisnis, pertimbangkan juga apakah calon pelanggan Anda baru mengenal bisnis atau sudah siap mengambil keputusan. Sebagai contoh:
- Audiens yang baru mengenal brand biasanya lebih cocok diarahkan ke Quiz Landing Page, Coming Soon Landing Page, atau Webinar Landing Page.
- Audiens yang sudah menunjukkan ketertarikan dapat diarahkan ke Lead Generation Landing Page.
- Sementara calon pelanggan yang sudah siap membeli lebih cocok menuju Sales Page, Booking Landing Page, atau Appointment Landing Page.
Dengan menyesuaikan landing page terhadap tahap perjalanan pelanggan, pengalaman pengguna akan terasa lebih relevan dan peluang konversi pun meningkat.
3. Sesuaikan dengan Jenis Penawaran
Jenis penawaran yang Anda miliki juga berpengaruh terhadap landing page yang digunakan. Sebagai contoh:
- Jika menawarkan produk fisik, Sales Page atau Product Catalog Landing Page sering menjadi pilihan.
- Jika menjual jasa konsultasi, Appointment Landing Page lebih relevan.
- Jika ingin memperkenalkan produk baru, Coming Soon Landing Page bisa menjadi langkah awal.
- Jika mengadakan seminar atau pelatihan online, Webinar Landing Page adalah pilihan yang paling sesuai.
Dengan kata lain, jangan memilih landing page hanya karena terlihat menarik. Pastikan jenisnya benar-benar mendukung penawaran yang ingin disampaikan kepada calon pelanggan.
4. Perhatikan Sumber Traffic
Asal pengunjung juga dapat membantu menentukan jenis landing page yang paling efektif. Misalnya:
- Pengunjung dari iklan Meta Ads atau Google Ads biasanya diarahkan ke landing page dengan tujuan konversi yang spesifik.
- Pengunjung dari email marketing umumnya sudah mengenal brand sehingga bisa diarahkan ke Sales Page atau Booking Landing Page.
- Pengunjung dari media sosial yang masih berada pada tahap awal sering kali lebih cocok diarahkan ke Webinar, Quiz, atau Lead Generation Landing Page.
Menyesuaikan landing page dengan sumber traffic akan membuat pengalaman pengguna lebih sesuai dengan ekspektasi mereka saat mengunjungi halaman tersebut.
5. Tentukan KPI yang Ingin Dicapai
Setiap jenis landing page memiliki indikator keberhasilan yang berbeda. Contohnya:
- Lead Generation Landing Page berfokus pada jumlah prospek yang berhasil dikumpulkan.
- Sales Page berorientasi pada jumlah transaksi atau penjualan.
- Webinar Landing Page mengukur banyaknya peserta yang mendaftar.
- Booking Landing Page menilai jumlah reservasi yang masuk.
- Survey Landing Page mengevaluasi tingkat partisipasi responden.
Menentukan KPI sejak awal membantu Anda mengevaluasi apakah jenis landing page yang dipilih sudah mendukung target bisnis.
Pada akhirnya, memilih jenis landing page berdasarkan tujuan bukan tentang mencari mana yang paling populer, melainkan menentukan halaman yang paling sesuai dengan target kampanye Anda.
Ketika tujuan bisnis, kebutuhan audiens, dan jenis landing page saling selaras, peluang untuk memperoleh konversi yang lebih baik akan jauh lebih besar.
Kesimpulan
Tidak semua landing page dibuat untuk tujuan yang sama. Ada yang dirancang untuk mengumpulkan prospek, menjual produk, menerima booking, mengundang peserta webinar, hingga memperoleh masukan dari pelanggan.
Itulah sebabnya memahami jenis landing page berdasarkan tujuan menjadi langkah penting sebelum menjalankan kampanye digital.
Alih-alih mencari jenis landing page yang dianggap paling bagus, fokuslah pada apa yang ingin dicapai oleh bisnis Anda. Ketika tujuan kampanye sudah jelas, Anda akan lebih mudah memilih landing page yang sesuai dengan kebutuhan audiens dan tahap customer journey mereka.
Perlu diingat, satu bisnis juga tidak harus menggunakan satu jenis landing page saja.
Dalam praktiknya, banyak perusahaan mengombinasikan beberapa tipe landing page untuk mendukung setiap tahap perjalanan pelanggan, mulai dari membangun ketertarikan hingga menghasilkan konversi.
Dengan memilih jenis landing page yang tepat, strategi pemasaran menjadi lebih terarah, pengalaman pengguna menjadi lebih relevan, dan peluang memperoleh konversi pun dapat meningkat.
Ingin memiliki landing page yang benar-benar sesuai dengan tujuan bisnis Anda?
Tim kami siap membantu membuat landing page yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga disesuaikan dengan target konversi, customer journey, dan strategi pemasaran bisnis Anda. Hubungi kami untuk berdiskusi mengenai kebutuhan landing page yang paling tepat untuk bisnis Anda.
Tinggalkan komentar