Kini, hasil teratas Google tidak selalu berupa daftar website. Dalam banyak kasus, pengguna lebih dulu melihat AI Overviews (ringkasan jawaban berbasis kecerdasan buatan) sebelum hasil pencarian lainnya.
Karena itu, tidak sedikit vendor iklan yang mulai mengatakan bahwa SEO sudah tidak lagi berguna.
Apakah SEO Sudah Tidak Berguna?
Jawaban singkatnya: masih relevan.
AI Overviews memang dapat mengurangi jumlah klik, terutama untuk pencarian yang bersifat informatif. Artinya, pengguna sering kali memperoleh jawaban dasar tanpa perlu membuka sebuah website.
Namun, situasinya berbeda ketika seseorang sedang mencari penyedia jasa di kota tertentu. Untuk jenis pencarian seperti ini, Google masih banyak menampilkan peta, profil bisnis, dan hasil pencarian organik sebagai jawaban utama.
Apa Itu AI Overviews dan AI Mode di Google?
Saat ini, Google tidak hanya menampilkan daftar website di halaman pencarian. Untuk pertanyaan tertentu, pengguna bisa langsung melihat AI Overviews, yaitu ringkasan jawaban yang disusun dari beberapa halaman web sekaligus dan ditampilkan di bagian paling atas hasil pencarian.
Ringkasan tersebut tetap menyertakan tautan menuju sumber aslinya. Google hanya akan menampilkan AI Overviews jika sistem menilai format ini memberikan manfaat yang lebih baik dibanding hasil pencarian biasa.
AI Overviews Berbeda dengan Featured Snippet
Banyak orang menyamakan AI Overviews dengan Featured Snippet, padahal keduanya memiliki cara kerja yang berbeda.
Featured Snippet biasanya hanya mengambil kutipan dari satu halaman sebagai jawaban. Sebaliknya, AI Overviews merangkum informasi dari banyak sumber untuk menghasilkan satu jawaban yang lebih lengkap.
Perlu diketahui juga bahwa nama SGE (Search Generative Experience) sudah tidak digunakan lagi. Kini Google resmi memakai istilah AI Overviews.
Lalu, Apa Itu AI Mode?
Selain AI Overviews, Google juga menghadirkan AI Mode, yaitu tab percakapan terpisah untuk pertanyaan yang lebih kompleks atau membutuhkan perbandingan yang panjang.
Fitur ini memungkinkan pengguna mengajukan pertanyaan lanjutan layaknya berdialog dengan AI. Sejak September 2025, AI Mode sudah tersedia dalam bahasa Indonesia.
Dari Mana AI Mengambil Jawabannya?
Baik AI Overviews maupun AI Mode menggunakan indeks Google yang sama dengan hasil pencarian organik. Artinya, jawaban tersebut bukan berasal dari database khusus atau sumber yang terpisah.
Menariknya, Google sering memecah satu pertanyaan menjadi beberapa pencarian yang lebih kecil dan spesifik. Proses ini dikenal sebagai query fan-out (pemecahan satu kueri menjadi beberapa kueri yang lebih spesifik).
Karena itu, sebuah halaman yang membahas satu aspek tertentu tetap memiliki peluang untuk dikutip, meskipun tidak menjawab seluruh topik secara menyeluruh.
Jika Jawabannya Sudah Muncul di Atas, Masih Adakah yang Mengklik Website?
Inilah pertanyaan yang paling sering muncul dari pemilik bisnis. Jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak, karena perilaku pengguna sangat bergantung pada jenis pencarian yang mereka lakukan.
Benarkah AI Overviews Membuat Trafik Website Turun?
Faktanya, ya. Tetapi tidak untuk semua jenis pencarian.
Saat AI Overviews muncul di hasil Google, jumlah klik ke halaman organik memang cenderung menurun. Berdasarkan riset Ahrefs (Desember 2025), klik ke hasil teratas turun sekitar 58% dibanding periode yang sama pada 2023 untuk 300.000 keyword informasional di berbagai negara.
Sederhananya, jika sebuah halaman sebelumnya memperoleh 100 klik, kini rata-rata hanya sekitar 42 klik saat AI Overview ditampilkan.
Indonesia Termasuk Negara dengan AI Overview Terbanyak
Indonesia menjadi salah satu pasar dengan kemunculan AI Overviews paling tinggi. Dalam riset Ahrefs (November 2025), sekitar 37,2% keyword di Indonesia memunculkan fitur tersebut, tertinggi di antara 50 negara yang dianalisis.
Namun, yang menentukan dampak AI terhadap bisnis kamu bukanlah angka rata-rata dari sebuah riset. Yang paling penting adalah memahami polanya, jenis pencarian yang digunakan calon klien setiap hari saat mencari produk atau jasa kamu.
Dampaknya Paling Terasa pada Konten Informasi
Penurunan klik tidak terjadi secara merata. Halaman yang menargetkan pencarian informasional seperti "apa itu", "cara", atau "panduan" biasanya mengalami dampak paling besar.
Contohnya, sebuah kantor akuntan dengan artikel "cara lapor SPT" kemungkinan akan melihat penurunan trafik lebih cepat dibanding halaman layanan pembukuan mereka.
Alasannya sederhana: pertanyaan informasional lebih mudah dijawab langsung oleh AI.
Mengapa Impresi Naik, tetapi Klik Turun?
Banyak pemilik website merasa bingung ketika melihat laporan di Google Search Console (alat analisis performa pencarian dari Google). Hal ini terjadi karena data dari AI Overviews dan AI Mode masih digabung ke dalam laporan Performa jenis Web, tanpa pemisahan khusus.
Akibatnya, sebuah halaman bisa memperoleh impresi (jumlah kemunculan di hasil pencarian) yang meningkat, tetapi klik justru menurun pada periode yang sama.
Jangan Langsung Menyalahkan AI
Jika trafik website turun drastis, AI bukan satu-satunya kemungkinan penyebab. Penurunan juga bisa dipicu oleh masalah teknis, pembaruan algoritma Google, atau perubahan perilaku pencarian yang bersifat musiman.
Oleh karena itu, langkah pertama adalah mencari akar penyebabnya sebelum mengubah strategi SEO. Dengan begitu, kamu tidak mengabaikan masalah yang sebenarnya masih bisa diperbaiki.
Pencarian Mana yang Terdampak, dan Mana yang Masih Mendatangkan Klien
Tidak semua pencarian di Google terdampak AI Overviews dengan cara yang sama. Perilaku calon klien berbeda-beda, sehingga hasil yang muncul di halaman pencarian juga ikut berubah.
Tiga Jenis Pencarian yang Paling Berpengaruh bagi Bisnis Jasa
Secara umum, ada tiga jenis pencarian yang paling sering digunakan calon pelanggan bisnis jasa. Masing-masing memiliki peluang dan strategi SEO yang berbeda.
1. Pencarian Penyedia Jasa di Sekitar
Contoh kueri: "kontraktor renovasi rumah Denpasar"
Untuk pencarian seperti ini, Google umumnya menampilkan Google Maps dan profil bisnis lokal di posisi teratas. AI Overviews memang bisa muncul, tetapi frekuensinya jauh lebih rendah dibanding pencarian informasional.
Bagi bisnis jasa, ini berarti Profil Google Business dan halaman layanan tetap menjadi aset yang paling menentukan.
2. Pencarian Informasi
Contoh kueri:
cara memilih kontraktor renovasiberapa lama renovasi dapur
Jenis pencarian ini paling sering memunculkan AI Overviews. Akibatnya, jumlah klik ke artikel biasanya berkurang karena pengguna sudah mendapatkan gambaran jawabannya langsung di hasil pencarian.
Meski begitu, peluangnya belum hilang. Jika artikel kamu menjadi salah satu sumber yang dikutip, nama bisnis tetap bisa dikenal sejak tahap awal riset calon klien.
3. Pencarian Biaya dan Perbandingan
Contoh kueri: "biaya renovasi kamar mandi per meter di Bali"
Pencarian biaya sering berada di fase ketika seseorang mulai membandingkan pilihan sebelum menghubungi penyedia jasa.
Karena itu, halaman yang menjelaskan kisaran harga secara jujur dan jelas memiliki peluang lebih besar untuk dijadikan referensi oleh AI.
Artinya, pencarian yang paling dekat dengan tindakan menghubungi bisnis justru relatif lebih sedikit terdampak. Sementara itu, pencarian biaya menjadi area yang sangat berharga karena pengguna sedang berada di tahap mempertimbangkan penyedia jasa.
Google Maps Kini Juga Menggunakan AI
Perubahan ini tidak hanya terjadi di hasil pencarian web. Google Maps mulai menampilkan jawaban AI untuk pertanyaan seperti jam buka, layanan, fasilitas, hingga informasi yang diambil dari profil bisnis dan ulasan pelanggan.
Karena itu, profil bisnis yang tidak lengkap atau berisi informasi yang keliru dapat menghasilkan jawaban AI yang juga keliru. Akibatnya, calon klien bisa membatalkan niat menghubungi hanya karena informasi yang mereka lihat tidak akurat.
Cara Mengecek Bisnis Kamu Sendiri
Daripada menebak-nebak, lakukan pengecekan sederhana menggunakan kueri yang benar-benar dipakai calon klien.
- Buat daftar 10 kueri yang sering digunakan pelanggan.
- Bagi menjadi tiga kelompok: 3 kueri penyedia jasa, 4 kueri informasi, dan 3 kueri biaya.
- Cari satu per satu di Google menggunakan mode penyamaran (incognito).
- Catat apa yang muncul paling atas serta website mana yang dikutip jika AI Overviews tampil.
Yang terpenting, tulislah kueri sebagaimana calon klien mengetiknya, bukan istilah yang biasa digunakan pemilik bisnis. Semakin panjang dan spesifik pertanyaannya, semakin besar peluang Google menampilkan jawaban yang berbeda untuk setiap kebutuhan pengguna.
Lembar kerja untuk mencatat 10 kueri tersebut dapat ditempatkan di bagian akhir artikel.
Lalu, Apa yang Membuat Sebuah Halaman Tetap Dipilih?
Setelah mengetahui jenis pencarian yang paling berdampak bagi bisnis, pertanyaannya bukan lagi soal trafik semata. Yang lebih penting adalah memahami mengapa sebuah halaman tetap dipilih, baik oleh AI maupun oleh calon klien yang membaca hasil pencarian.
Apakah Perlu Optimasi Khusus agar Muncul di AI Overviews?
Jawabannya sederhana: tidak.
Menurut panduan resmi Google (Mei 2026), tidak ada syarat tambahan agar sebuah halaman bisa tampil di AI Overviews maupun AI Mode.
Istilah seperti GEO (Generative Engine Optimization) atau AEO (Answer Engine Optimization) yang belakangan sering dipasarkan sebenarnya masih termasuk praktik SEO (Search Engine Optimization) biasa dalam ekosistem Google Search.
AI Tetap Mengandalkan Halaman yang Bisa Diindeks
AI tidak membuat jawaban dari ruang kosong. Google tetap mengambil informasi dari halaman yang sudah terindeks dan diizinkan untuk ditampilkan sebagai cuplikan.
Artinya, jika halaman belum ditemukan Google atau isinya terlalu tipis, AI tidak memiliki bahan yang layak untuk dikutip. Karena itu, fondasi SEO yang selama ini penting tetap menjadi prioritas.
Halaman yang mudah diakses, menjawab kebutuhan pencari, dan memiliki informasi yang dapat dipercaya akan selalu memiliki peluang lebih baik. Strategi SEO yang sudah berjalan tidak perlu dibangun ulang dari nol, tetapi cukup disesuaikan dengan perubahan perilaku pencarian.
Tiga Penyesuaian yang Paling Layak Didahulukan
Berikut tiga hal yang sebaiknya menjadi prioritas agar bisnis tetap dipilih, baik oleh AI maupun oleh calon klien.
1. Buat halaman layanan yang menjawab pertanyaan calon klien
Halaman layanan tidak cukup hanya berisi deskripsi jasa. Sebaiknya tambahkan informasi yang memang ingin diketahui calon pelanggan sebelum mereka menghubungi kamu.
Misalnya untuk halaman renovasi kamar mandi, jelaskan:
- kisaran biaya per meter persegi,
- faktor yang memengaruhi naik turunnya harga,
- proses pengerjaan,
- area layanan yang dilayani.
Alasannya sederhana: pencarian tentang biaya sering memunculkan AI Overviews, dan pengguna yang mencarinya biasanya sudah berada di tahap mempertimbangkan penyedia jasa.
2. Samakan informasi bisnis di semua platform
Pastikan nama bisnis, alamat, nomor telepon, jam operasional, dan area layanan benar-benar sama di seluruh kanal.
Informasi tersebut harus konsisten di:
- website,
- Google Business Profile,
- direktori bisnis lainnya.
Jika datanya berbeda-beda, Google akan lebih sulit menentukan informasi yang benar. Akibatnya, bisnis bisa lebih jarang ditampilkan atau muncul dengan informasi yang keliru.
3. Tampilkan pengalaman yang benar-benar asli
Konten yang paling sulit digantikan AI adalah pengalaman nyata dari bisnis kamu sendiri.
Contohnya:
- dokumentasi proyek renovasi,
- foto hasil pekerjaan,
- studi kasus,
- penjelasan langsung dari pemilik atau tim ahli.
Sebaliknya, artikel generik seperti “5 tips renovasi rumah” yang bisa ditulis oleh siapa saja justru lebih mudah diringkas oleh AI. Fokuslah membuat konten yang memiliki nilai pengalaman, bukan sekadar mengulang informasi umum.
Yang Tidak Perlu Dibeli atau Dikejar
Seiring populernya AI, banyak layanan menawarkan paket optimasi dengan berbagai istilah baru. Padahal, menurut panduan Google, beberapa hal berikut bukan syarat untuk tampil di AI Overviews:
- file
llms.txt, - memecah artikel menjadi potongan-potongan kecil,
- menulis ulang konten khusus untuk AI,
- schema markup khusus AI,
- paket “optimasi AI” yang menjanjikan masuk AI Overview,
- membuat banyak artikel tipis dengan topik serupa.
Perlu dibedakan bahwa structured data (data terstruktur yang membantu Google memahami isi halaman) tetap bermanfaat untuk menghasilkan tampilan pencarian yang lebih kaya.
Namun, data terstruktur bukan tiket otomatis untuk masuk AI Overviews.
Setelah Optimasi, Ukur Dampaknya dengan Cara yang Tepat
Setelah melakukan penyesuaian, ukuran keberhasilan SEO juga perlu berubah. Di era AI Overviews, jumlah klik bukan lagi satu-satunya indikator yang menunjukkan apakah strategi SEO benar-benar memberikan dampak bagi bisnis.
Cara Mengukur Keberhasilan SEO di Era AI
Di era AI Overviews, patokan SEO tidak lagi berhenti pada jumlah pengunjung website. Yang lebih penting adalah berapa banyak calon klien yang benar-benar menghubungi bisnis kamu.
Karena itu, fokuskan pengukuran pada leads (calon pelanggan potensial) yang datang dari setiap halaman layanan, bukan hanya angka trafik.
Ukur Kontak, Bukan Sekadar Kunjungan
Pantau tindakan yang menunjukkan minat nyata dari calon pelanggan, seperti:
- Klik WhatsApp
- Klik tombol telepon
- Pengiriman formulir
- Permintaan penawaran harga
Contohnya, kontraktor renovasi dapat menghitung berapa chat WhatsApp yang berasal dari halaman Renovasi Kamar Mandi, bukan hanya berapa orang yang membukanya.
Dengan begitu, kamu mengetahui halaman mana yang benar-benar menghasilkan peluang bisnis.
Baca Google Search Console per Halaman
Google Search Console (alat analisis performa pencarian dari Google) sebaiknya dibaca per halaman, bukan hanya melihat angka total website.
Pola yang sering muncul antara lain:
- Impresi naik, klik turun: biasanya terjadi pada artikel informasional yang mulai terdampak AI Overviews.
- Impresi dan klik stabil: sering ditemukan pada halaman layanan yang menargetkan pencarian dengan niat membeli atau menghubungi.
Perlu diingat, hingga saat ini Google belum menyediakan filter khusus untuk memisahkan trafik dari AI Overviews dan AI Mode. Keduanya masih digabung dalam laporan Performa dengan jenis Web.
Lakukan Audit 10 Kueri Secara Berkala
Pengecekan manual tetap menjadi cara sederhana yang sangat berguna. Ulangi daftar 10 kueri dari bagian sebelumnya setiap 1–3 bulan menggunakan mode penyamaran (incognito).
Untuk setiap kueri, catat:
- Apakah bisnis muncul di Google Maps?
- Apakah tampil di hasil organik?
- Apakah ada AI Overview?
- Website mana yang dikutip oleh AI?
Metode ini tidak memerlukan alat berbayar dan cukup efektif untuk melihat perubahan visibilitas dari waktu ke waktu.
Jangan Lupakan Sumber Data dari Klien
Ada satu metrik yang sering terlewat: tanyakan langsung kepada klien baru bagaimana mereka menemukan bisnis kamu.
Misalnya dengan pertanyaan sederhana: “Boleh tahu, pertama kali menemukan kami dari mana?”
Jawabannya sering memberikan insight yang tidak terlihat di laporan trafik. Ada calon klien yang melihat nama bisnis di AI Overview, lalu langsung mencari nama perusahaan di Google atau menghubungi melalui profil Google Business tanpa pernah membuka artikel.
keberhasilan SEO tidak lagi diukur dari banyaknya klik semata. Yang lebih penting adalah apakah website dan profil bisnis kamu berhasil menghasilkan kontak, permintaan penawaran, dan calon klien yang berkualitas.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ada cara untuk memblokir konten agar tidak muncul di AI Overviews?
Bisa, tapi tidak disarankan. Bagi bisnis jasa, memblokir AI Overview biasanya justru merugikan, karena nama bisnis jadi tidak muncul sama sekali sebagai sumber jawaban.
Apakah halaman harus berada di peringkat 1 agar dikutip AI Overviews?
Tidak harus. Google memecah satu pertanyaan menjadi beberapa pencarian yang lebih kecil, sehingga halaman yang menjawab satu bagian spesifik saja tetap berpeluang dikutip.
Meski begitu, sekitar tiga perempat kutipan AI Overview berasal dari halaman yang berada di 10 besar hasil pencarian (Ahrefs, Juli 2025), jadi peringkat yang baik tetap membantu.
Apakah lebih baik pindah ke Google Ads karena klik organik berkurang?
Belum tentu. Iklan memberi hasil selama anggaran terus berjalan, dan tetap bersaing di halaman hasil yang sama dengan AI Overview.
Bagi banyak bisnis jasa, pertanyaannya bukan memilih salah satu, melainkan pencarian mana yang layak dibayar lewat iklan dan mana yang lebih hemat dibangun lewat SEO. Perbandingan SEO dan Google Ads membahas ini lebih lengkap.
Apakah bisnis juga perlu muncul di ChatGPT dan asisten AI lain?
Prinsipnya sama: asisten AI mengambil jawaban dari sumber yang bisa ditemukan dan dipercaya, termasuk website dan profil bisnis.
Langkah paling masuk akal adalah merapikan dulu fondasi di Google, lalu sesekali mengecek manual bagaimana asisten AI lain menjawab pertanyaan tentang bisnis tersebut. Belum ada alat berbayar khusus yang perlu dibeli untuk ini.
Bagaimana peran E-E-A-T dalam SEO di era AI?
Sinyal pengalaman dan kepercayaan (EEAT) tetap dipakai sistem peringkat inti Google, yang juga menjadi dasar fitur AI. Penjelasan lengkapnya ada di apa itu EEAT.
Apakah konten yang ditulis dengan bantuan AI dilarang Google?
Konten yang ditulis dengan bantuan AI tidak dilarang selama isinya bermanfaat dan akurat. Kapan konten AI membantu dan kapan merusak kepercayaan dibahas di konten AI untuk SEO.
Kesimpulan
SEO masih sangat relevan jika calon klien biasa mencari penyedia jasa di kotanya atau membandingkan biaya sebelum menghubungi.
Contohnya pada bisnis kontraktor di Denpasar. Pencarian seperti "kontraktor renovasi rumah Denpasar" atau "biaya renovasi kamar mandi Bali” masih mengarah ke Google Maps, hasil pencarian organik, maupun halaman yang berpeluang dikutip AI.
Karena itu, fokus utamanya adalah memperkuat:
- halaman layanan yang lengkap,
- profil Google Business,
- informasi biaya yang jelas dan transparan.
Strategi ini biasanya lebih berdampak daripada terus menambah artikel tips umum.
Jika selama ini SEO hanya berisi artikel informasional tanpa didukung halaman layanan yang kuat, inilah saatnya mengubah prioritas.
Alihkan anggaran dan waktu ke halaman yang membantu calon klien mengambil keputusan, seperti layanan, area cakupan, proses kerja, dan estimasi biaya. Artikel informasional tetap bermanfaat, tetapi bukan lagi prioritas.
Kamu tidak perlu mengubah seluruh strategi SEO sekaligus. Mulailah dari tiga langkah yang paling berdampak dan mudah diterapkan.
- Cek 10 kueri calon klien langsung di Google menggunakan mode penyamaran (incognito).
- Rapikan halaman layanan dan informasi bisnis agar nama, alamat, nomor telepon, jam buka, serta area layanan konsisten di semua platform.
- Ukur hasil dari jumlah kontak, seperti klik WhatsApp, telepon, formulir, atau permintaan penawaran, bukan hanya jumlah pengunjung website.
Dengan cara ini, kamu bisa melihat apakah SEO benar-benar menghasilkan peluang bisnis, bukan sekadar trafik.
Hadirnya AI tidak menghapus peran SEO, tetapi mengubah cara mengukurnya. Bisnis jasa tetap memiliki peluang besar ditemukan melalui pencarian lokal, halaman layanan yang informatif, dan profil bisnis yang lengkap.
Karena itu, sebelum menambah banyak konten baru, pastikan fondasi SEO kamu sudah menjawab pertanyaan yang benar-benar dicari oleh calon klien.
Tinggalkan komentar