AI Overviews memang membuat klik ke website berkurang. Namun, dampaknya tidak merata. Pencarian informasional paling terasa, sedangkan pencarian penyedia jasa di sekitar relatif lebih sedikit terdampak.
Artinya, SEO tetap relevan, terutama saat calon pelanggan mencari produk atau jasa di lokasi tertentu. Di artikel ini, kamu akan melihat pencarian mana yang masih mendatangkan klien, apa yang perlu diubah, dan cara mengukurnya.
Apa Itu AI Overviews dan AI Mode di Google?
Saat ini, Google tidak hanya menampilkan daftar website di halaman pencarian. Untuk pertanyaan tertentu, pengguna bisa langsung melihat AI Overviews, yaitu ringkasan jawaban yang disusun dari beberapa halaman web sekaligus. Ringkasan ini muncul di bagian paling atas hasil pencarian.
Ringkasan tersebut tetap menyertakan tautan ke sumber aslinya. Google hanya menampilkannya jika sistem menilai format ini lebih bermanfaat dibanding hasil pencarian biasa.
Banyak orang menyamakan AI Overviews dengan Featured Snippet. Padahal, AI Overviews merangkum informasi dari banyak sumber untuk menghasilkan satu jawaban yang lebih lengkap.
Nama SGE (Search Generative Experience) juga sudah tidak digunakan lagi. Kini Google resmi memakai istilah AI Overviews.
Selain itu, Google menghadirkan AI Mode, yaitu tab percakapan terpisah untuk pertanyaan yang lebih kompleks atau membutuhkan perbandingan panjang. Pengguna bisa mengajukan pertanyaan lanjutan layaknya berdialog dengan AI.
Sejak September 2025, AI Mode sudah tersedia dalam bahasa Indonesia.
Dari Mana AI Mengambil Jawabannya?
Baik AI Overviews maupun AI Mode memakai indeks (kumpulan halaman web yang tersimpan di Google) yang sama dengan hasil pencarian organik. Artinya, jawabannya tidak berasal dari database khusus atau sumber terpisah.
Google juga sering memecah satu pertanyaan menjadi beberapa pencarian yang lebih kecil dan spesifik. Proses ini dikenal sebagai query fan-out.
Karena itu, halaman yang hanya membahas satu aspek tetap berpeluang dikutip, meski tidak mengupas seluruh topik.
Benarkah AI Overviews Membuat Trafik Website Turun?
Faktanya, ya, tetapi tidak untuk semua jenis pencarian. Saat AI Overviews muncul, klik ke halaman organik cenderung menurun, sehingga trafik ikut berkurang.
Berdasarkan riset Ahrefs pada Desember 2025, klik ke hasil teratas turun sekitar 58% dibanding periode yang sama pada 2023.
Data itu mencakup 300.000 keyword informasional di berbagai negara. Sederhananya, halaman yang dulu mendapat 100 klik kini rata-rata hanya sekitar 42 klik saat AI Overviews tampil.
Indonesia Termasuk Negara dengan AI Overview Terbanyak
Dalam riset Ahrefs pada November 2025, sekitar 37,2% keyword di Indonesia memunculkan AI Overviews. Angka ini tertinggi di antara 50 negara yang dianalisis.
Namun, angka rata-rata dari sebuah riset bukan penentu dampak bagi bisnis kamu. Yang lebih penting adalah pola pencarian calon klien setiap hari saat mencari produk atau jasa kamu.
Dampaknya Paling Terasa pada Konten Informasi
Penurunan klik tidak terjadi secara merata. Halaman yang menargetkan pencarian informasional, seperti "apa itu", "cara", atau "panduan", biasanya terdampak paling besar.
Contohnya, kantor akuntan dengan artikel "cara lapor SPT" kemungkinan melihat trafiknya turun lebih cepat dibanding halaman layanan pembukuannya. Alasannya, pertanyaan informasional lebih mudah dijawab langsung oleh AI.
Mengapa Impresi Naik, tetapi Klik Turun?
Banyak pemilik website bingung saat melihat laporan di Google Search Console. Penyebabnya, data AI Overviews dan AI Mode masih digabung ke laporan Performa jenis Web tanpa pemisahan khusus.
Akibatnya, sebuah halaman bisa mendapat impresi (jumlah kemunculan di hasil pencarian) yang meningkat, tetapi klik justru menurun pada periode yang sama.
Jangan Langsung Menyalahkan AI
Jika trafik turun drastis, AI bukan satu-satunya kemungkinan penyebab. Cek dulu tiga kemungkinan lain berikut:
- masalah teknis,
- pembaruan algoritma Google,
- perubahan perilaku pencarian yang bersifat musiman.
Cari akar penyebabnya sebelum mengubah strategi SEO. Dengan begitu, kamu tidak mengabaikan masalah yang sebenarnya masih bisa diperbaiki.
Pencarian Mana yang Terdampak, dan Mana yang Masih Mendatangkan Klien
Tidak semua pencarian terdampak AI Overviews dengan cara yang sama. Secara umum, ada tiga jenis pencarian yang paling sering dipakai calon pelanggan bisnis jasa.
Masing-masing punya peluang dan strategi SEO yang berbeda.
1. Pencarian Penyedia Jasa di Sekitar
Contoh kueri: "kontraktor renovasi rumah Denpasar"
Untuk pencarian seperti ini, Google umumnya menampilkan Google Maps dan profil bisnis lokal di posisi teratas. AI Overviews memang bisa muncul, tetapi frekuensinya jauh lebih rendah dibanding pencarian informasional.
Bagi bisnis jasa, Google Business Profile dan halaman layanan tetap menjadi aset utama.
2. Pencarian Informasi
Contoh kueri:
cara memilih kontraktor renovasiberapa lama renovasi dapur
Jenis pencarian ini paling sering memunculkan AI Overviews. Akibatnya, klik ke artikel biasanya berkurang karena pengguna sudah mendapat gambaran jawabannya di hasil pencarian.
Meski begitu, peluangnya belum hilang. Jika artikel kamu menjadi salah satu sumber yang dikutip, nama bisnis tetap bisa dikenal sejak tahap awal riset calon klien.
3. Pencarian Biaya dan Perbandingan
Contoh kueri: "biaya renovasi kamar mandi per meter di Bali"
Pencarian biaya sering muncul saat seseorang mulai membandingkan pilihan sebelum menghubungi penyedia jasa. Karena itu, halaman yang menjelaskan kisaran harga secara jujur dan jelas lebih berpeluang dijadikan referensi oleh AI.
Dari ketiga jenis tersebut, pencarian penyedia jasa di sekitar, yang paling dekat dengan tindakan menghubungi bisnis, relatif lebih sedikit terdampak.
Sementara itu, pencarian biaya menjadi area berharga karena pengguna sedang mempertimbangkan penyedia jasa.
Perubahan ini tidak hanya terjadi di hasil pencarian web. Google Maps mulai menampilkan jawaban AI untuk pertanyaan seperti jam buka, layanan, dan fasilitas. Jawaban tersebut diambil dari profil bisnis dan ulasan pelanggan.
Karena itu, profil bisnis yang tidak lengkap atau keliru dapat menghasilkan jawaban AI yang keliru juga. Akibatnya, calon klien bisa membatalkan niat menghubungi hanya karena informasi yang mereka lihat tidak akurat.
Cara Mengecek Bisnis Kamu Sendiri
Daripada menebak-nebak, cek langsung memakai kueri yang benar-benar dipakai calon klien. Ikuti langkah berikut:
- Buat daftar 10 kueri yang sering dipakai pelanggan.
- Bagi menjadi tiga kelompok: 3 kueri penyedia jasa, 4 kueri informasi, dan 3 kueri biaya.
- Cari satu per satu di Google menggunakan mode penyamaran (incognito, yaitu jendela browser tanpa riwayat tersimpan).
- Catat hasilnya untuk setiap kueri:
- Apakah bisnis kamu muncul di Google Maps?
- Apakah bisnis kamu tampil di hasil organik?
- Apakah ada AI Overviews?
- Website mana yang dikutip AI?
Tulis kueri persis seperti calon klien mengetiknya, bukan istilah yang biasa dipakai pemilik bisnis. Semakin spesifik pertanyaannya, semakin besar peluang Google menampilkan jawaban yang berbeda sesuai kebutuhan pengguna.
Apakah Perlu Optimasi Khusus agar Muncul di AI Overviews?
Jawabannya: tidak. Menurut panduan resmi Google (Mei 2026), tidak ada syarat tambahan agar sebuah halaman bisa tampil di AI Overviews maupun AI Mode.
Istilah seperti GEO (Generative Engine Optimization) atau AEO (Answer Engine Optimization) belakangan sering dipasarkan. Padahal, keduanya masih termasuk praktik SEO biasa dalam ekosistem Google Search.
AI Tetap Mengandalkan Halaman yang Bisa Diindeks
AI tidak membuat jawaban dari ruang kosong. Google tetap mengambil informasi dari halaman yang sudah terindeks dan diizinkan tampil sebagai cuplikan.
Artinya, jika halaman belum ditemukan Google atau isinya terlalu tipis, AI tidak punya bahan yang layak dikutip. Karena itu, fondasi SEO yang selama ini penting tetap menjadi prioritas.
Halaman yang mudah diakses, menjawab kebutuhan pencari, dan berisi informasi tepercaya akan punya peluang lebih baik. Strategi SEO yang sudah berjalan tidak perlu dibangun ulang dari nol, cukup disesuaikan dengan perubahan perilaku pencarian.
Tiga Penyesuaian yang Paling Layak Didahulukan
Agar bisnis tetap dipilih, baik oleh AI maupun oleh calon klien, mulailah dari tiga hal berikut.
1. Buat halaman layanan yang menjawab pertanyaan calon klien
Halaman layanan tidak cukup hanya berisi deskripsi jasa. Tambahkan informasi yang memang ingin diketahui calon pelanggan sebelum menghubungi kamu.
Misalnya, untuk halaman renovasi kamar mandi, jelaskan:
- kisaran biaya per meter persegi,
- faktor yang memengaruhi naik turunnya harga,
- proses pengerjaan,
- area layanan.
Alasannya, pencarian tentang biaya sering memunculkan AI Overviews, dan pengguna yang mencarinya biasanya sudah mempertimbangkan penyedia jasa.
2. Samakan informasi bisnis di semua platform
Pastikan nama bisnis, alamat, nomor telepon, jam operasional, dan area layanan sama di semua kanal. Informasi ini harus konsisten di:
- website,
- Google Business Profile,
- direktori bisnis lainnya.
Jika datanya berbeda-beda, Google akan lebih sulit menentukan informasi yang benar. Akibatnya, bisnis bisa lebih jarang tampil atau muncul dengan informasi yang keliru.
3. Tampilkan pengalaman yang benar-benar asli
Konten yang paling sulit digantikan AI adalah pengalaman nyata dari bisnis kamu sendiri. Contohnya:
- dokumentasi proyek renovasi,
- foto hasil pekerjaan,
- studi kasus,
- penjelasan langsung dari pemilik atau tim ahli.
Sebaliknya, artikel generik seperti "5 tips renovasi rumah", yang bisa ditulis siapa saja, lebih mudah diringkas oleh AI. Karena itu, fokuslah pada konten yang memuat pengalaman, bukan sekadar informasi umum.
Yang Tidak Perlu Dibeli atau Dikejar
Seiring populernya AI, banyak layanan menawarkan paket optimasi dengan istilah baru. Padahal, menurut panduan Google, hal-hal berikut bukan syarat untuk tampil di AI Overviews:
- file
llms.txt, - memecah artikel menjadi potongan-potongan kecil,
- menulis ulang konten khusus untuk AI,
- schema markup khusus AI,
- paket “optimasi AI” yang menjanjikan masuk AI Overviews,
- membuat banyak artikel tipis dengan topik serupa.
Perlu dibedakan, structured data tetap bermanfaat untuk menampilkan hasil pencarian yang lebih kaya. Namun, structured data bukan tiket otomatis untuk masuk AI Overviews.
Cara Mengukur Keberhasilan SEO di Era AI
Di era AI Overviews, keberhasilan SEO tidak lagi berhenti pada jumlah pengunjung website. Yang lebih penting adalah berapa banyak calon klien yang benar-benar menghubungi bisnis kamu.
Karena itu, fokuskan pengukuran pada leads yang datang dari setiap halaman layanan, bukan hanya angka trafik.
Ukur Kontak, Bukan Sekadar Kunjungan
Pantau tindakan yang menunjukkan minat nyata dari calon pelanggan, seperti:
- klik WhatsApp,
- klik tombol telepon,
- pengiriman formulir,
- permintaan penawaran harga.
Contohnya, kontraktor renovasi bisa menghitung berapa chat WhatsApp yang berasal dari halaman Renovasi Kamar Mandi, bukan hanya berapa orang yang membukanya.
Dengan begitu, kamu tahu halaman mana yang benar-benar menghasilkan peluang bisnis.
Baca Google Search Console per Halaman
Baca Google Search Console per halaman, bukan hanya angka total website. Pola yang sering muncul antara lain:
- Impresi naik, klik turun: biasanya terjadi pada artikel informasional yang mulai terdampak AI Overviews.
- Impresi dan klik stabil: sering ditemukan pada halaman layanan yang menargetkan pencarian dengan niat membeli atau menghubungi.
Lakukan Audit 10 Kueri Secara Berkala
Pengecekan manual tetap menjadi cara sederhana yang berguna. Ulangi audit 10 kueri dari bagian sebelumnya setiap 1-3 bulan, lalu bandingkan hasilnya.
Metode ini tidak memerlukan alat berbayar dan cukup efektif untuk melihat perubahan visibilitas dari waktu ke waktu.
Jangan Lupakan Sumber Data dari Klien
Ada satu metrik yang sering terlewat: tanyakan langsung kepada klien baru bagaimana mereka menemukan bisnis kamu. Misalnya, dengan pertanyaan sederhana: “Boleh tahu, pertama kali menemukan kami dari mana?”
Jawabannya sering memberi insight (wawasan) yang tidak terlihat di laporan trafik.
Ada calon klien yang melihat nama bisnis di AI Overviews, lalu langsung mencari nama perusahaan di Google atau menghubungi lewat Google Business Profile tanpa pernah membuka artikel.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ada cara untuk memblokir konten agar tidak muncul di AI Overviews?
Bisa, tapi tidak disarankan. Bagi bisnis jasa, memblokir AI Overview biasanya justru merugikan, karena nama bisnis jadi tidak muncul sama sekali sebagai sumber jawaban.
Apakah halaman harus berada di peringkat 1 agar dikutip AI Overviews?
Tidak harus. Google memecah satu pertanyaan menjadi beberapa pencarian yang lebih kecil, sehingga halaman yang menjawab satu bagian spesifik saja tetap berpeluang dikutip.
Meski begitu, sekitar tiga perempat kutipan AI Overview berasal dari halaman yang berada di 10 besar hasil pencarian (Ahrefs, Juli 2025), jadi peringkat yang baik tetap membantu.
Apakah lebih baik pindah ke Google Ads karena klik organik berkurang?
Belum tentu. Iklan memberi hasil selama anggaran terus berjalan, dan tetap bersaing di halaman hasil yang sama dengan AI Overview.
Bagi banyak bisnis jasa, pertanyaannya bukan memilih salah satu, melainkan pencarian mana yang layak dibayar lewat iklan dan mana yang lebih hemat dibangun lewat SEO. Perbandingan SEO dan Google Ads membahas ini lebih lengkap.
Apakah bisnis juga perlu muncul di ChatGPT dan asisten AI lain?
Prinsipnya sama: asisten AI mengambil jawaban dari sumber yang bisa ditemukan dan dipercaya, termasuk website dan profil bisnis.
Langkah paling masuk akal adalah merapikan dulu fondasi di Google, lalu sesekali mengecek manual bagaimana asisten AI lain menjawab pertanyaan tentang bisnis tersebut. Belum ada alat berbayar khusus yang perlu dibeli untuk ini.
Bagaimana peran E-E-A-T dalam SEO di era AI?
Sinyal pengalaman dan kepercayaan (EEAT) tetap dipakai sistem peringkat inti Google, yang juga menjadi dasar fitur AI. Penjelasan lengkapnya ada di apa itu EEAT.
Apakah konten yang ditulis dengan bantuan AI dilarang Google?
Konten yang ditulis dengan bantuan AI tidak dilarang selama isinya bermanfaat dan akurat. Kapan konten AI membantu dan kapan merusak kepercayaan dibahas di konten AI untuk SEO.
Kesimpulan
Hadirnya AI tidak menghapus peran SEO, tetapi mengubah cara mengukurnya. Bisnis jasa tetap berpeluang besar ditemukan lewat pencarian lokal, halaman layanan yang informatif, dan profil bisnis yang lengkap.
Karena itu, halaman layanan, Google Business Profile, dan informasi biaya yang jelas biasanya lebih berdampak daripada terus menambah artikel tips umum.
Jika selama ini SEO kamu hanya berisi artikel informasional tanpa halaman layanan yang kuat, inilah saatnya menggeser prioritas. Arahkan waktu dan anggaran ke halaman layanan, area cakupan, proses kerja, dan estimasi biaya.
Artikel informasional tetap bermanfaat, tetapi bukan lagi prioritas utama.
Kamu tidak perlu mengubah seluruh strategi sekaligus. Mulailah dari tiga langkah yang paling berdampak dan mudah diterapkan:
- Cek 10 kueri calon klien langsung di Google menggunakan mode penyamaran.
- Rapikan halaman layanan dan informasi bisnis agar nama, alamat, nomor telepon, jam buka, dan area layanan konsisten di semua platform.
- Ukur hasil dari jumlah kontak, seperti klik WhatsApp, telepon, formulir, atau permintaan penawaran, bukan hanya jumlah pengunjung.
Dengan cara ini, kamu bisa melihat apakah SEO benar-benar menghasilkan peluang bisnis, bukan sekadar trafik. Karena itu, sebelum menambah banyak konten baru, pastikan fondasi SEO kamu sudah menjawab pertanyaan yang benar-benar dicari calon klien.
Tinggalkan komentar