Website yang Menghasilkan Leads: Kenapa Banyak Website Ramai Pengunjung tapi Sepi Klien

Pengunjung ada, tapi WhatsApp, telepon, dan formulir sepi? Cara menemukan titik bocornya dan urutan memperbaikinya tanpa harus membuat website baru.

Website ramai pengunjung, tetapi WhatsApp, telepon, dan formulir tetap sepi? Banyak pemilik bisnis langsung menyimpulkan bahwa website harus dibuat ulang.

Padahal, website yang tidak menghasilkan leads belum tentu perlu dibangun kembali. Biasanya, calon klien berhenti di salah satu dari empat titik berikut:

  1. Kontak tidak terkirim atau tidak tercatat.
  2. Pengunjung yang datang bukan target calon klien.
  3. Calon klien yang tepat masih ragu.
  4. Proses menghubungi bisnis terlalu sulit.

Artikel ini membahas cara memeriksa keempatnya, lalu urutan perbaikan yang paling hemat biaya. Taiciken memang menyediakan jasa pembuatan website, SEO, dan pengelolaan Google Business Profile.

Meski begitu, pembahasan ini mengutamakan perbaikan website yang sudah ada sebelum mempertimbangkan pembuatan ulang.

Belum punya website dan ragu apakah perlu, padahal bisnis sudah ada di Google Maps? Baca dulu artikel tentang perlukah website bila sudah ada di Google Maps.

Titik 1: Kontaknya Memang Sepi atau Tidak Tercatat?

Website sepi kontak belum tentu berarti pengunjung tidak tertarik. Ada tiga kemungkinan, dan solusinya berbeda:

  • Kontak sebenarnya ada, tetapi tidak terkirim atau tidak tercatat.
  • Jumlah kontak memang sedikit.
  • Kontak masuk, tetapi jarang berubah menjadi klien.

Kemungkinan ketiga biasanya berkaitan dengan kecepatan membalas, harga, atau penawaran, bukan masalah website. Karena itu, tindak lanjut penjualan tidak dibahas di sini, dan kita mulai dari kemungkinan pertama.

Hubungi via WhatsApp terkirim

Uji Semua Jalur Kontak dari HP

Pengujian sederhana bisa menemukan masalah jalur kontak di hari yang sama. Untuk website bisnis kecil, prosesnya biasanya sekitar 15 menit. Lakukan empat pemeriksaan ini dari HP kamu sendiri:

  • Ketuk tombol WhatsApp dan telepon. Pastikan nomornya benar dan aplikasinya langsung terbuka.
  • Kirim formulir uji, lalu periksa email penerima dan folder spam.
  • Cocokkan nomor telepon di website dengan nomor di Google Maps dan media sosial.
  • Tanyakan kepada admin dari mana calon klien biasanya menghubungi.

Sebagai contoh, sebuah kantor konsultan pajak dan jasa pembukuan di Bandung punya dua konsultan dan empat staf pembukuan. Websitenya dibuat vendor tiga tahun lalu. Laporan Google Analytics menunjukkan ribuan pengunjung setiap bulan.

Namun, pengujian menemukan dua masalah. Formulir mengirim pesan ke email lama yang jarang diperiksa. Nomor WhatsApp di footer hanya berupa teks yang tidak bisa diketuk.

Akibatnya, sebagian calon klien sulit menghubungi kantor tersebut. Kondisinya mirip toko yang ramai dilihat orang, tetapi pintunya terkunci.

Klik WhatsApp, telepon, dan pengiriman formulir bisa dihitung di Google Analytics, asalkan pelacakan (tracking) sudah dipasang. Tanpa itu, laporan hanya menunjukkan jumlah pengunjung, bukan berapa orang yang mencoba menghubungi kamu.

Akibatnya, keputusan mengubah atau membuat ulang website bisa didasarkan pada angka yang tidak lengkap. Cara memasang pelacakannya dibahas di artikel tentang melacak klik WhatsApp dan telepon dari website.

Catat Patokan sebelum Mengubah Apa Pun

Sebelum mengubah apa pun, catat jumlah kontak selama 2–4 minggu. Pisahkan datanya per jalur: WhatsApp, telepon, dan formulir. Jika bisa, catat juga halaman website yang menjadi sumber kontak.

Selain itu, tanyakan satu hal sederhana kepada calon klien yang menghubungi: “Dapat info dari mana?” Jawabannya membantu kamu mengenali sumber calon klien.

Data awal ini diperlukan untuk menilai apakah perubahan benar-benar berhasil. Tanpa patokan, kamu sulit membandingkan kondisi sebelum dan sesudah perbaikan.

Karena itu, laporan vendor atau agensi yang hanya menunjukkan kenaikan pengunjung belum cukup. Yang perlu dilihat adalah apakah kenaikan itu diikuti bertambahnya kontak yang relevan.

Titik 2: Ramai Pengunjung, tetapi Siapa yang Sebenarnya Datang?

Kalau semua jalur kontak sudah berfungsi dan tercatat tetapi kontak tetap sedikit, periksa dulu siapa yang sebenarnya datang. Jumlah pengunjung yang tinggi belum tentu berarti banyak calon klien potensial. Laporan website biasanya mencakup berbagai kelompok pengunjung, seperti:

  • Pencari informasi yang ingin mengerjakan sesuatu sendiri.
  • Pelajar yang membutuhkan bahan belajar.
  • Pelaku bisnis di bidang yang sama.
  • Pencari kerja.
  • Pengunjung dari luar wilayah layanan bisnis kamu.

Karena itu, menambah pengunjung tidak otomatis menambah klien. Jika pengunjung baru berasal dari kelompok yang tidak membutuhkan layananmu, trafik bisa naik tanpa kontak tambahan.

Proses konversi prospek bisnis

Lihat Halaman dan Kata Kunci yang Membawa Pengunjung

Buka laporan Performa di Google Search Console. Di tab Halaman dan Kueri, lihat halaman mana yang mendapat klik dan kata kunci apa yang dipakai pengunjung.

Selanjutnya, buka laporan landing page di Google Analytics 4. Kelompokkan halaman teratas menjadi dua: halaman layanan, beranda, dan kontak yang berpotensi mendatangkan calon klien, serta artikel informasi yang lebih banyak menjawab pertanyaan umum.

Dari sini, kamu bisa melihat jenis halaman mana yang mendominasi kunjungan.

Misalnya, website kantor pajak sebagian besar kunjungan datang dari panduan lapor SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan) pribadi dan cara cek NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Pengunjungnya wajib pajak perorangan dari berbagai kota, sedangkan halaman layanan hampir tidak dikunjungi.

Padahal, pemilik kantor ingin mendapatkan klien usaha kecil yang butuh jasa pembukuan bulanan. Pesan WhatsApp dari tautan di profil Google Maps justru didominasi pertanyaan gratis tentang SPT pribadi.

Masalah serupa bisa terjadi pada studio foto. Artikel ide pose foto keluarga mereka populer, tetapi pembacanya justru fotografer lain dan orang yang sekadar mencari inspirasi.

Kerjakan Sesuai Kelompoknya

Setelah tahu halaman mana yang mendatangkan pengunjung, sesuaikan tindakan dengan tujuan tiap halaman. Artikel informasi yang relevan bisa diarahkan ke halaman layanan terkait, misalnya lewat kotak informasi singkat di akhir artikel.

Dengan begitu, pembaca yang butuh bantuan lebih lanjut langsung menemukan layanan yang sesuai.

Sebaliknya, artikel yang pembacanya tidak berpotensi menjadi klien tidak perlu dipaksa menghasilkan kontak. Fokuskan upaya pada halaman dan kata kunci yang lebih dekat dengan kebutuhan calon pembeli.

Kata kunci juga punya maksud pencarian yang berbeda: ada orang yang ingin mencari informasi, ada yang sedang mencari penyedia jasa. Contohnya, “cara lapor SPT pribadi” berbeda maksudnya dari “jasa pembukuan usaha di Bandung”.

Pada akhirnya, nilai website lebih tepat diukur dari klien yang didapat, bukan jumlah pengunjung. Satu klien pembukuan bulanan yang bertahan lama bisa lebih bernilai bagi bisnis daripada ratusan pembaca yang hanya mencari informasi gratis.

Titik 3: Calon Klien yang Tepat Masih Ragu

Halaman yang rapi belum tentu cukup meyakinkan. Calon klien yang sesuai target pun biasanya masih ragu sebelum menghubungi. Secara umum, ada lima hal yang ingin mereka pastikan.

Layanan dan biaya bisnis Anda

Periksa kelimanya di tiga halaman yang paling sering dikunjungi, lalu lengkapi informasi yang masih kurang:

  • Layanan sesuai dengan kebutuhan dan wilayahnya.
  • Perkiraan biaya atau cara biaya dihitung.
  • Pengalaman menangani kasus serupa.
  • Identitas orang yang akan menangani pekerjaan.
  • Langkah yang terjadi setelah menghubungi bisnis.

Cakupan dan Biaya: Satu Halaman untuk Setiap Layanan

Dua keraguan pertama berkaitan dengan kesesuaian layanan dan biaya. Untuk menjawabnya, buat satu halaman untuk setiap layanan. Jelaskan siapa yang cocok memakainya, bagaimana prosesnya, dan perkiraan biaya atau cara biaya ditentukan.

Calon klien biasanya mencari solusi untuk kebutuhan spesifik, bukan daftar layanan. Karena itu, informasi tiap layanan perlu jelas agar mereka bisa menilai kesesuaiannya tanpa menebak-nebak.

Contohnya, halaman layanan sebuah kantor pajak memuat sepuluh layanan dalam satu daftar. Calon klien harus mencari sendiri layanan yang cocok dan berisiko pergi sebelum menemukan jawaban.

Layanan pembukuan bulanan untuk usaha kecil sebaiknya punya halaman sendiri, terpisah dari pajak badan dan pendirian usaha.

Khusus kontraktor, keputusan menampilkan harga langsung atau survei dulu perlu dipertimbangkan terpisah.

Bukti dan Orang di Baliknya

Dua keraguan berikutnya berkaitan dengan pengalaman dan siapa yang akan menangani pekerjaan. Untuk menjawabnya, tampilkan bukti yang relevan di dekat tombol kontak, seperti testimoni, contoh pekerjaan, dan ulasan Google.

Pastikan bukti itu menyebut jenis pekerjaan yang relevan agar calon klien paham pengalaman bisnis kamu pada kebutuhan serupa.

Pada contoh kantor pajak, klien jarang bersedia disebutkan namanya. Karena itu, testimoni ditampilkan tanpa nama, dan klaim kredensial tetap mengikuti etika profesi.

Selain bukti pekerjaan, calon klien perlu tahu siapa yang menangani urusannya. Nama, pengalaman, dan kredensial yang bisa diperiksa membantu mereka menilai pihak yang bertanggung jawab, terutama untuk layanan bernilai transaksi besar.

Namun, halaman “Tentang” kantor pajak tersebut belum mencantumkan nama anggota tim, sehingga pertanyaan ini belum terjawab.

Langkah Setelah Menghubungi

Keraguan terakhir menyangkut apa yang terjadi setelah calon klien menghubungi. Tulis informasi ini di dekat tombol kontak.

Contohnya, jelaskan bahwa calon klien akan mengikuti konsultasi 30 menit lewat panggilan video, lalu menerima penawaran tertulis. Sertakan juga jam membalas agar mereka tahu proses selanjutnya.

Kejelasan ini mengurangi kekhawatiran, misalnya takut langsung ditagih setelah menghubungi. Dengan tahu langkah berikutnya, calon klien bisa memutuskan dengan lebih tenang.

Titik 4: Menghubungi Bisnis Terlalu Sulit

Halaman yang meyakinkan baru berguna jika pengunjung bisa menemukannya dan menghubungi bisnis dengan mudah. Karena itu, informasi yang membangun kepercayaan perlu didukung jalur kontak yang berfungsi baik.

Formulir rumit vs. WhatsApp mudah

Struktur Website: Jalan Pendek dari Halaman Mana Pun ke Kontak

Pengunjung bisa masuk lewat halaman mana saja, mulai dari beranda, halaman layanan, hingga artikel. Karena itu, setiap halaman perlu menyediakan jalur ke layanan yang relevan dan ke kontak, idealnya dengan satu atau dua ketukan.

Menu navigasi sebaiknya hanya memuat halaman inti, bukan semua halaman. Dengan begitu, pengunjung lebih mudah menemukan yang dibutuhkan tanpa melewati terlalu banyak pilihan. Contoh halaman inti untuk tiap jenis bisnis ada di bagian berikutnya.

Contoh untuk website kantor pajak, menu disederhanakan menjadi Layanan untuk Usaha, Tim, Artikel, dan Jadwalkan Konsultasi. Selain itu, setiap artikel pajak ditutup dengan kotak informasi singkat yang mengarah ke halaman pembukuan bulanan.

Dengan begitu, pembaca yang punya usaha bisa lanjut ke layanan yang lebih relevan.

Pastikan Tombol Kontak Nyaman di HP

Tombol kontak harus terlihat tanpa menggulir terlalu jauh dan nyaman diketuk di HP. Jika memakai tombol melayang atau pop-up (jendela yang muncul di atas konten), pastikan tidak menutupi isi halaman atau mengganggu pengunjung.

Untuk memeriksanya, buka tiga halaman berbeda lewat HP. Hitung berapa kali kamu perlu mengetuk layar sampai ke halaman atau tombol kontak.

Kecepatan website juga berpengaruh. Halaman yang lama terbuka di HP bisa membuat calon klien pergi sebelum menemukan tombol kontak. Karena itu, perbaikan isi dan jalur kontak kurang efektif jika masalah kecepatan belum ditangani.

Memilih Jalur Kontak: WhatsApp, Telepon, Formulir, Konsultasi, atau Booking

Pilih satu jalur utama dan satu jalur pelengkap sesuai cara calon klien mengambil keputusan. Untuk kebutuhan mendesak dan sederhana, WhatsApp, telepon, atau booking cocok dipakai.

Layanan bernilai besar yang butuh penjelasan lebih lanjut lebih cocok memakai formulir permintaan survei atau jadwal konsultasi.

Tiap jalur menghasilkan leads dengan karakter berbeda. WhatsApp memudahkan komunikasi cepat, tetapi sering dipakai hanya untuk menanyakan harga.

Formulir biasanya menghasilkan kontak lebih sedikit, tetapi informasinya lebih lengkap. Booking menjadi pilihan paling langsung ketika calon klien bisa memilih jadwal sendiri.

Berikut contoh halaman inti dan jalur kontak untuk tiap jenis bisnis:

Klinik gigi

  • Halaman inti di menu: Perawatan (satu halaman untuk setiap perawatan), Dokter, Jadwal dan lokasi.
  • Alur terpendek: halaman perawatan → booking atau WhatsApp. Pelengkap: telepon untuk keluhan mendadak.
  • Informasi awal: nama, perawatan yang diminati, waktu yang diinginkan.

Kontraktor

  • Halaman inti di menu: Jenis pekerjaan, Proyek berdasarkan jenis pekerjaan, Area layanan.
  • Alur terpendek: halaman pekerjaan atau proyek → formulir permintaan survei. Pelengkap: WhatsApp untuk pertanyaan cepat.
  • Informasi awal: jenis pekerjaan, lokasi, perkiraan waktu mulai.

Kantor akuntan atau konsultan pajak

  • Halaman inti di menu: Layanan berdasarkan kebutuhan, Tim.
  • Alur terpendek: artikel atau halaman layanan → jadwal konsultasi. Pelengkap: WhatsApp pada jam kerja.
  • Informasi awal: jenis usaha, kebutuhan, jadwal yang cocok.

Studio foto

  • Halaman inti di menu: Jenis sesi dan paket, Galeri berdasarkan sesi, Lokasi studio.
  • Alur terpendek: galeri → cek tanggal lewat WhatsApp dengan pesan pembuka. Pelengkap: booking untuk sesi studio.
  • Informasi awal: jenis sesi, tanggal, jumlah orang.

Spa

  • Halaman inti di menu: Menu perawatan, Suasana, Jam dan lokasi (dua bahasa jika melayani wisatawan).
  • Alur terpendek: menu perawatan → booking langsung. Pelengkap: WhatsApp, termasuk dalam bahasa Inggris.
  • Informasi awal: perawatan, tanggal dan jam, jumlah tamu.

Teks Tombol dan Tautan WhatsApp

Teks tombol sebaiknya menjelaskan tindakan setelah diklik. Hindari label umum seperti “Kirim”. Gunakan teks yang lebih spesifik, misalnya “Jadwalkan konsultasi 30 menit”, “Minta jadwal survei”, atau “Cek tanggal tersedia”.

Pasang tombol di setiap halaman layanan dan di akhir artikel yang relevan. Dengan begitu, pengunjung bisa langsung lanjut tanpa mencari tombol di halaman lain.

Kamu juga bisa menambahkan pesan pembuka di tautan WhatsApp agar layanan yang ditanyakan langsung terlihat. Cara ini membantu mencatat asal kontak dan kebutuhan awal calon klien. Contoh tautan untuk layanan pembukuan bulanan:

https://wa.me/62XXXXXXXXXXX?text=Halo%2C%20saya%20ingin%20tanya%20soal%20pembukuan%20bulanan

Ganti nomor di tautan dengan nomor WhatsApp bisnis dalam format internasional. Tulis dengan kode negara, tanpa tanda plus, angka nol di depan, atau tanda hubung.

Formulir yang Tidak Membuat Calon Klien Mundur

Formulir sebaiknya hanya meminta informasi yang diperlukan untuk membalas. Jika perlu, tambahkan maksimal satu pertanyaan penyaring untuk memahami kebutuhan calon klien.

Hindari meminta dokumen atau data pribadi di formulir pertama jika belum perlu, karena terlalu banyak pertanyaan di awal bisa membuat calon klien mengurungkan niat.

Pada kantor pajak dalam contoh, formulir sembilan kolom, termasuk NPWP dan omzet, disederhanakan menjadi tiga kolom plus pilihan jadwal. Nomor WhatsApp di footer juga diganti tombol dengan pesan pembuka khusus layanan pembukuan bulanan.

Setelah calon klien menekan tombol atau mengirim formulir, tampilkan halaman atau pesan konfirmasi yang menjelaskan kapan mereka akan dibalas. Proses membalas dan menindaklanjuti calon klien berada di luar cakupan artikel ini.

Urutan Memperbaiki: Mulai dari yang Murah, dan Kapan Masalahnya Bukan di Website

Langkah-langkah meningkatkan respon penjualan

Mulailah dari perbaikan yang paling murah dan paling cepat. Berikut urutan yang bisa jadi panduan, dengan perkiraan waktu untuk website bisnis kecil:

  1. Memperbaiki jalur kontak yang rusak dan memastikan kontak tercatat. Butuh beberapa jam hingga beberapa hari. Biasanya dikerjakan pemilik atau admin, dengan developer untuk pelacakan.
  2. Memperbaiki tombol kontak di HP dan menyederhanakan formulir. Butuh beberapa hari. Biasanya dikerjakan developer atau pemilik.
  3. Melengkapi lima informasi penting di tiga halaman yang paling sering dibuka calon klien. Butuh 1–2 minggu. Pemilik menulis, developer memasang.
  4. Menghubungkan artikel ke halaman layanan dan menyederhanakan menu. Butuh 1–2 minggu. Dikerjakan pemilik dan developer.
  5. Mendatangkan pengunjung yang tepat lewat kata kunci pembeli dan halaman baru. Berjalan bulanan sebagai bagian dari SEO. Dikerjakan pemilik, penulis, atau penyedia SEO.

Contoh untuk kantor pajak, perbaikan dimulai dari email penerima formulir dan tombol WhatsApp di minggu pertama. Setelah itu, mereka membuat halaman khusus layanan pembukuan bulanan.

Ubah Satu Hal Besar dalam Satu Waktu

Kerjakan satu perubahan besar, lalu bandingkan hasilnya dengan data awal yang sudah dicatat sebelum lanjut ke perubahan berikutnya. Untuk website bisnis kecil, rentang 2–4 minggu biasanya cukup untuk melihat arah perubahan, meski belum bisa memastikan hasil akhirnya.

Catat tanggal setiap perubahan agar bisa dihubungkan dengan data yang ada. Dengan begitu, kamu bisa menilai apakah perubahan itu berpotensi memengaruhi jumlah kontak.

Perhatikan juga faktor musiman. Pada kantor pajak dalam contoh, pengunjung bisa naik atau turun menjelang batas pelaporan SPT. Karena itu, kenaikan kunjungan di periode itu belum tentu berasal dari perbaikan website.

Kapan Membuat Ulang Website Masuk Akal

Membuat ulang website sering ditawarkan sebagai solusi pertama saat kontak tidak sesuai harapan. Padahal, langkah ini belum tentu perlu jika masalahnya masih bisa diperbaiki di website yang ada. Membuat ulang lebih masuk akal dalam tiga kondisi:

  • Perubahan dasar sulit dilakukan. Kamu tidak bisa memperbaiki website sendiri atau aksesnya masih dipegang vendor.
  • Tampilan di HP bermasalah. Banyak halaman tidak tampil atau tidak nyaman dipakai di HP. Kamu bisa mengeceknya dengan tes tiga halaman di Titik 4.
  • Platform memiliki keterbatasan. Sistem yang dipakai untuk membangun website tidak memungkinkan kamu menambahkan halaman layanan yang dibutuhkan.

Jika memutuskan membuat ulang, minta rincian biaya sebelum menyetujui penawaran. Pastikan rincian itu mencakup komponen yang sama seperti saat membuat website baru, agar kamu paham apa saja yang dibayar.

Kapan Masalahnya Bukan di Website

Tidak semua masalah jumlah klien selesai dengan memperbaiki website. Kadang penyebabnya ada di permintaan pasar, penawaran bisnis, atau proses penjualan. Perhatikan tanda-tanda berikut:

  • Layanan jarang dicari di wilayah tersebut.
  • Harga atau penawaran kurang kompetitif dibanding pilihan lain.
  • Kapasitas bisnis sudah penuh sehingga tidak bisa menerima klien tambahan.
  • Kontak sudah masuk, tetapi balasan terlalu lambat.

Website membantu calon klien menemukan dan memahami bisnis kamu, tetapi tidak otomatis memperbaiki penawaran yang kurang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Jika layanan kamu jarang dicari, cek dulu apakah SEO cocok untuk bisnis kamu.

Namun, jika tetap memutuskan melakukan redesign atau mengganti domain, pahami dulu risiko kehilangan peringkat di Google lewat artikel tentang redesign atau ganti domain tanpa kehilangan peringkat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Pertanyaan Umum FAQ ilustrasi
01

Apa Itu Konversi Website dan Mengapa Penting?

Konversi adalah tindakan yang diharapkan dari pengunjung website. Untuk bisnis jasa, biasanya berupa menghubungi lewat WhatsApp, telepon, formulir, atau booking. Conversion rate adalah jumlah kontak dibagi jumlah pengunjung.

Misalnya, 25 kontak dari 1.000 pengunjung berarti rasio konversi 2,5%. Angka ini penting karena memisahkan dua masalah: pengunjungnya kurang, atau pengunjungnya ada tetapi tidak menghubungi. Yang dihitung hanya kontak dari calon klien, bukan setiap klik.

02

Berapa Conversion Rate yang Normal untuk Website Bisnis Jasa?

Tidak ada patokan yang bisa langsung dipakai. Angka sekitar 2,35% yang sering dikutip berasal dari analisis akun Google Ads oleh WordStream. Negara dan tahun datanya tidak disebut, dan angka itu belum tentu menghitung kontak lewat WhatsApp.

Patokan yang berguna adalah angka website kamu sendiri, per halaman, sebelum dan sesudah setiap perubahan. Artikel informasi wajar punya angka lebih rendah daripada halaman layanan.

03

Apa Peran SEO dalam Menghasilkan Leads dari Website?

SEO menentukan siapa yang datang, sedangkan website menentukan apakah mereka menghubungi. SEO yang mengejar kata kunci pembeli membawa pengunjung lebih sedikit, tetapi lebih cocok.

Sebaliknya, SEO yang hanya mengejar jumlah pengunjung bisa menambah trafik tanpa menambah kontak. Karena itu, keduanya dinilai dari kontak dan klien, bukan dari angka kunjungan.

04

Konten Seperti Apa yang Efektif untuk Menarik Leads di Website?

Konten yang efektif menjawab pertanyaan sebelum membeli: biaya dan cara menghitungnya, proses, perbandingan pilihan, dan contoh pekerjaan.

Semuanya sebaiknya punya jalan ke halaman layanan terkait. Konten informasi umum boleh tetap ada agar bisnis dikenal, tetapi jangan dihitung sebagai sumber leads.

05

Apakah Desain Website Memengaruhi Jumlah Leads yang Masuk?

Ya, tetapi lewat kejelasan, kepercayaan, dan kemudahan di HP, bukan karena tampilan baru. Teks yang sulit dibaca di HP, tombol kontak yang tersembunyi, atau tampilan yang terlihat terbengkalai bisa membuat calon klien ragu.

Jika isi dan jalur kontak sudah benar, desain ulang total jarang menjadi langkah pertama.

grafik dan data naik

Penutup

Website yang sepi kontak tidak selalu perlu dibuat ulang. Sebelum mengeluarkan biaya besar, periksa dulu keempat titik tadi:

  1. Kontak terkirim dan tercatat. Pastikan tombol WhatsApp, telepon, dan formulir berfungsi.
  2. Pengunjung yang datang. Cek apakah mereka sesuai target calon klien.
  3. Lima keraguan calon klien. Pastikan halaman yang sering dikunjungi menjelaskan kesesuaian layanan, biaya, pengalaman, tim, dan langkah setelah menghubungi.
  4. Jalur menuju kontak. Pastikan tombol kontak mudah ditemukan tanpa melewati terlalu banyak halaman.

Setelah itu, dahulukan perbaikan yang paling murah sebelum mempertimbangkan perubahan besar. Pemeriksaan jalur kontak dan pencatatan data cukup dilakukan di awal, lalu dipantau berkala, sedangkan perbaikan halaman bisa dikerjakan bertahap.

Banyak langkahnya bisa kamu kerjakan sendiri bersama admin, dan developer biasanya baru diperlukan untuk pelacakan data serta perubahan struktur yang lebih teknis.

Jika kamu ingin website menarik pengunjung yang lebih sesuai dan butuh bantuan, tersedia jasa SEO untuk bisnis jasa dan B2B.

Namun, kalau belum tahu di titik mana calon klien hilang, mulailah dari audit SEO dan Google Business Profile gratis. Dengan begitu, perbaikan pertama ditentukan dari kondisi website saat ini, bukan sekadar perkiraan.

Tinggalkan komentar

Butuh Jasa Website?

Yuk ngobrol dulu. Nggak harus langsung mulai, kita bisa diskusi ringan dulu buat tahu apa yang paling pas untuk bisnis kamu.

Konsultasi Gratis

Yuk, ngobrol lewat WhatsApp

desain website