Cara Menampilkan Kredibilitas Dokter Gigi di Website agar Pasien Yakin Sebelum Datang

Isi profil dokter gigi, foto klinik, dan ulasan pasien yang membuat calon pasien yakin, lengkap dengan batas etika yang wajib dijaga.

Isi profil dokter gigi, foto klinik, dan ulasan pasien yang membuat calon pasien yakin, lengkap dengan batas etika yang wajib dijaga.

Bayangkan calon pasien mencari klinik untuk memasang kawat gigi. Website yang ia buka hanya berisi stok foto, daftar layanan, dan tombol WhatsApp. Nama dokter, dokter yang menangani kawat gigi, dan jadwal praktiknya tidak ada.

Akhirnya, pasien hanya punya dua pilihan. Ia bisa bertanya hal-hal dasar lewat WhatsApp, atau pindah ke klinik lain.

Pasien memang tidak bisa menilai keterampilan dokter dari layar. Namun, mereka bisa memeriksa siapa dokternya, apa izin praktiknya, dan seperti apa kondisi kliniknya.

Karena itu, kredibilitas website dibangun dari fakta yang bisa dicek, bukan dari pujian.

Apa yang Calon Pasien Periksa sebelum Memilih Dokter Gigi

Memilih dokter gigi terasa berisiko bagi banyak orang. Perawatan dilakukan di dalam mulut, sebagian tindakan berbiaya besar, dan tidak sedikit pasien merasa cemas di kursi periksa.

Karena itu, pasien mencari petunjuk lain sebelum memutuskan.

Periksa daftar klinik gigi

Ada lima pertanyaan yang wajar muncul, dan website bisa menjawab semuanya:

Pertanyaan pasienTempat jawabannya di website
Siapa dokternya?Profil dokter
Apakah dokternya berizin, dan umum atau spesialis?Sebutan profesi dan izin praktik
Seperti apa tempatnya?Foto dan informasi klinik
Bagaimana pengalaman pasien lain?Ulasan
Kapan bisa datang?Jadwal praktik

Satu hal membatasi cara menjawabnya. Kode etik dokter gigi (KODEKGI) dan peraturan iklan pelayanan kesehatan sama-sama membatasi pujian terhadap diri sendiri, penggunaan kata superlatif (kata yang menyatakan “paling”), serta janji hasil perawatan.

Informasi layanan kesehatan perlu disampaikan secara jujur dan objektif.

Isi Profil Dokter Gigi yang Bisa Pasien Cek Sendiri

Profil dokter yang meyakinkan memuat empat kelompok informasi. Semuanya bisa diperiksa pasien dan tidak perlu berbentuk pujian.

Profil Dokter Irawan Jadwal Konsultasi

Nama dan Sebutan Profesi

Tulis nama dan sebutan profesi sesuai SIP (surat izin praktik), lalu jelaskan artinya dengan bahasa awam. drg. berarti dokter gigi. drg. Sp.Ort berarti dokter gigi spesialis ortodonti, yaitu bidang yang menangani perawatan kawat gigi.

Untuk klinik yang melayani pasien asing, tambahkan arti sebutan itu dalam bahasa Inggris.

Hindari label yang membuat dokter gigi umum terkesan seperti spesialis. Sebutan seperti “dokter behel” atau “ahli implan” sebaiknya tidak menggantikan status profesinya.

Kalau dokter punya lebih dari satu gelar, tampilkan yang paling relevan dengan layanan klinik.

Kode etik membatasi pencantuman gelar non-profesi dan fellowship (pelatihan lanjutan) pada makalah ilmiah dan riwayat hidup. Karena aturan itu bisa berkaitan dengan profil website, pastikan dulu gelar tersebut boleh dicantumkan.

Penjelasan status ini penting karena dokter gigi spesialis bukan mayoritas.

Databoks melaporkan data Konsil Kedokteran Indonesia per April 2024: 5.643 dokter gigi spesialis dan 45.492 dokter gigi non-spesialis di seluruh Indonesia.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 1 dari 9 dokter gigi, atau sekitar 11%. Oleh karena itu, tulis dengan jelas apakah dokter termasuk dokter gigi umum atau spesialis.

Izin Praktik

Titik awal yang aman adalah data di papan nama praktik: nama, sebutan profesi, jadwal praktik, dan nomor SIP. Soal menampilkan nomor SIP di website, konfirmasikan dulu kepada dokter gigi yang memahami kode etik.

Bedakan juga STR dan SIP. STR (surat tanda registrasi) kini berlaku seumur hidup sejak UU 17/2023. Sementara itu, SIP berlaku untuk setiap tempat praktik dan perlu diperpanjang secara berkala.

Bagi pasien, yang paling relevan adalah izin praktik dokter di klinik tersebut. Cantumkan juga tautan ke layanan resmi untuk mengecek registrasi dokter.

Pendidikan dan Pelatihan

Cantumkan pendidikan dan pelatihan yang relevan dengan perawatan yang ditangani dokter. Isinya bisa mencakup universitas dan tahun lulus, pendidikan spesialis, serta pelatihan yang bersertifikat.

Gunakan hanya informasi yang bisa dibuktikan.

Perawatan, Jadwal, dan Foto

Tambahkan perawatan yang ditangani dokter, jadwal praktik di klinik tersebut, bahasa yang dikuasai, dan foto asli yang sudah disetujui dokter. Satu paragraf tentang pendekatan dokter kepada pasien juga boleh ada, selama faktual dan disetujui dokter.

Contohnya, “menjelaskan rencana perawatan dan biaya sebelum tindakan”.

Berikut dua contoh kartu profil:

Contoh 1: dokter spesialis

  • drg. Iryani, Sp.Ort, dokter gigi spesialis ortodonti (bidang kawat gigi)
  • Pendidikan spesialis: Universitas Indonesia, 2022
  • Menangani: pemasangan dan kontrol kawat gigi
  • Praktik di klinik ini: Selasa dan Kamis sore, 16.00–20.00

Contoh 2: dokter gigi umum paruh waktu

  • drg. Ega Pratama, dokter gigi umum
  • Pendidikan: Universitas Gadjah Mada, 2021
  • Menangani: pemeriksaan gigi, tambal gigi, cabut gigi, dan pembersihan karang gigi
  • Praktik di klinik ini: Sabtu dan Minggu, 09.00–13.00

Kartu seperti ini menggantikan pujian dengan keterangan yang bisa diperiksa pasien.

Berikut pasangan yang bisa dijadikan patokan:

TampilkanHindari
drg. [Nama], Sp.Ort, dokter gigi spesialis ortodonti“Dokter behel terbaik”
Menyelesaikan pendidikan spesialis ortodonti di [universitas], [tahun]“Lulusan universitas terbaik”
Praktik di klinik ini sejak [tahun]“Berpengalaman menangani ribuan pasien” (kecuali ada datanya dan dokter gigi yang memahami kode etik menyetujuinya)
Menangani pemasangan dan kontrol kawat gigi“Hasil pasti rapi dalam enam bulan”
Praktik Selasa dan Kamis, [jam]“Siap melayani kapan saja”

Foto dan Informasi Klinik yang Menunjukkan Cara Klinik Bekerja

Profil dokter menjawab pertanyaan “siapa”. Namun, pasien juga ingin tahu seperti apa klinik yang akan mereka datangi.

Gunakan foto asli klinik, bukan foto stok. Foto bisa menampilkan ruang tunggu, ruang perawatan, area sterilisasi, peralatan yang memang dipakai, dan tim yang bekerja di sana, mulai dari dokter, perawat, sampai resepsionis.

Hal ini penting karena pengalaman pasien perlu sesuai dengan yang mereka lihat di website. Kalau kondisi klinik berbeda dari foto, kepercayaan pasien bisa berkurang sejak langkah pertama.

Jangan memasang foto yang memperlihatkan wajah atau identitas pasien. Hindari juga foto dokter yang sedang menangani pasien, kecuali identitas pasien benar-benar tidak terlihat dan pasien sudah memberi persetujuan tertulis.

Alasan kerahasiaannya dibahas di bagian ulasan dan foto hasil perawatan.

Daftar harga klinik gigi

Gunakan Keterangan Foto yang Faktual

Keterangan foto sebaiknya menjelaskan apa yang benar-benar terlihat.

Contohnya, “perawat membersihkan alat dan melakukan sterilisasi di ruang terpisah sebelum tiap tindakan”. Pakai keterangan seperti ini hanya jika prosesnya memang dilakukan demikian.

Hindari kata seperti “tercanggih” atau “paling steril”. Kata-kata itu tidak memberi fakta yang bisa diperiksa pasien.

Lengkapi dengan Informasi Praktis Klinik

Selain foto, sertakan informasi yang membantu pasien mengambil keputusan:

  • Alamat dan petunjuk akses.
  • Jam buka klinik, dibedakan dari jadwal praktik masing-masing dokter.
  • Metode pembayaran dan asuransi yang diterima klinik.
  • Kisaran biaya, yang dicantumkan di halaman perawatan masing-masing.

Foto yang sama juga bisa dipakai di Google Business Profile. Jenis dan ukuran foto yang sesuai dibahas di panduan foto Google Business Profile.

Profil Dokter dan Profil Klinik: Membagi Peran di Website dan Google Maps

Satu halaman tim biasanya cukup untuk klinik dengan satu atau dua dokter gigi umum. Halaman khusus per dokter lebih berguna jika klinik punya dokter spesialis, dokternya cukup banyak, atau pasien sering mencari nama dokter tertentu.

Pembagian perannya sederhana. Halaman klinik menjelaskan tempat dan layanan, sedangkan halaman dokter menjelaskan siapa dokternya, apa sebutan profesinya, dan kapan ia praktik.

Informasi profil dokter gigi online

Dokter Paruh Waktu dan Dokter yang Berhenti Praktik

Dua kondisi ini perlu perhatian khusus agar informasi tetap akurat:

  • Dokter paruh waktu: tampilkan jadwal khusus untuk klinik ini. Jangan menyalin bio (profil singkat) dari tempat praktik lain tanpa penyesuaian, dan sepakati penggunaan nama serta foto dokter secara tertulis.
  • Dokter yang berhenti praktik: perbarui halaman dokter atau alihkan pengunjung ke halaman tim.
  • Penanggung jawab: tunjuk satu orang yang memperbarui halaman dokter secara berkala, dan cantumkan tanggal terakhir pembaruan jadwal.

Sinkronkan dengan Profil Google Maps

Menurut pedoman Google, dokter gigi bisa punya profil sendiri jika bertemu pasien langsung dan dapat dihubungi di lokasi pada jam yang tercantum.

Jika beberapa dokter praktik di satu lokasi, klinik tetap punya profilnya sendiri. Jika hanya ada satu dokter di klinik bermerek, keduanya sebaiknya berbagi satu profil.

Kalau aturan ini terlewat, klinik bisa punya profil ganda yang membingungkan pasien. Cara menanganinya ada di panduan profil praktisi dan profil klinik di Google Maps.

Pastikan juga nama, sebutan profesi, dan jadwal di Google sama dengan di website.

Ulasan, Testimoni, dan Foto Hasil Perawatan: Batas yang Harus Klinik Jaga

Bagian ini menyangkut pasien dan aturan profesi, jadi perlu lebih hati-hati. Bukti dari pengalaman pasien memang bisa memengaruhi keputusan calon pasien.

Namun, layanan kesehatan punya aturan yang berbeda dari bisnis pada umumnya.

Perlindungan data dan ulasan positif

Peraturan Menteri Kesehatan 1787/2010 melarang iklan dan publikasi pelayanan kesehatan memuat testimoni. Kode etik dokter gigi juga melarang testimoni bernama yang menyertakan foto dan hasil pengobatan di media publik.

Daftar lengkap hal yang boleh dan dilarang bisa dilihat di artikel aturan promosi klinik gigi.

Sebelum memasang bukti dari pasien dalam bentuk apa pun, konfirmasikan dulu kepada dokter gigi atau organisasi profesi yang memahami kode etik.

Bagaimana dengan Ulasan di Google?

Ulasan Google sudah tampil publik di profil klinik, sehingga klinik tidak perlu menyalinnya ke website sebagai testimoni. Pilihan yang bisa dipertimbangkan adalah menautkan website ke profil Google tersebut.

Namun, cara ini belum tentu otomatis aman dari sisi etika. Jika sudah dipastikan sesuai, cara menatanya bisa mengikuti panduan penampilan testimoni dan ulasan di website.

Hati-Hati dengan Foto Sebelum–Sesudah

Foto sebelum–sesudah adalah area yang sangat sensitif. Satu foto bisa sekaligus memperlihatkan hasil pengobatan, wajah pasien, dan kesan janji hasil perawatan.

Karena itu, artikel ini tidak menyarankan penggunaan foto sebelum–sesudah. Keputusan akhirnya tetap mengikuti aturan yang berlaku.

Jaga Kerahasiaan Pasien

Kode etik menggolongkan data dan foto pasien sebagai rahasia kedokteran. Karena itu, nama, kondisi, dan informasi perawatan pasien tidak ditampilkan di website, termasuk ketika klinik membalas ulasan.

Jika pasien memang bersedia tampil, persetujuannya harus diberikan secara tertulis.

Artikel Kesehatan Gigi: Tampilkan Dokter yang Menulis atau Meninjaunya

Kalau bukti dari pasien yang boleh ditampilkan terbatas, artikel edukasi bisa menjadi cara lain untuk menunjukkan pengetahuan dokter.

Untuk topik kesehatan, pasien dan Google sama-sama perlu tahu siapa yang menulis sebuah artikel. Dokumentasi Google menganjurkan byline (nama penulis) yang ditautkan ke informasi tentang penulis tersebut.

Gigi sehat, senyum cerah.

Google juga memberi perhatian lebih pada sinyal kepercayaan untuk topik yang berdampak pada kesehatan.

Konsep ini berkaitan dengan EEAT (Experience, Expertise, Authoritativeness, and Trustworthiness), yaitu pengalaman, keahlian, otoritas, dan tingkat kepercayaan.

Cantumkan Penulis dan Reviewer

Cantumkan keterangan seperti “Ditulis oleh” atau “Ditinjau oleh drg. [Nama], [sebutan profesi]”, lalu tautkan nama tersebut ke profil dokter. Tambahkan tanggal tinjauan dan sumber rujukan untuk klaim medis di artikel.

Topik seperti mengapa kontrol rutin tetap perlu meski gigi tidak terasa sakit adalah contoh yang memuat klaim medis. Dokter perlu meninjau bagian medis sebelum artikel terbit, sehingga proses peninjauannya jelas.

Tetap Fokus pada Edukasi

Jaga agar artikel tetap edukatif, bukan materi promosi. Jangan menjadikan dokter sebagai pusat perhatian lewat pembahasan metode perawatan tertentu, dan hindari kalimat promosi seperti “hanya di klinik kami”.

Sebelum terbit, minta dokter gigi yang memahami kode etik memeriksa isinya agar konten tetap berfokus pada edukasi dan memperhatikan batas profesi.

Menaruh Informasi Dokter di Halaman yang Pasien Buka

Informasi dokter yang lengkap tidak banyak membantu kalau pasien tidak menemukannya saat sedang mempertimbangkan perawatan.

Karena itu, tampilkan informasinya di tiga tempat utama, lalu pastikan semuanya konsisten.

Desain antarmuka booking dokter

1. Halaman Perawatan

Tautkan halaman perawatan ke dokter yang menanganinya, lengkap dengan jadwal praktik. Contohnya, halaman kawat gigi menautkan ke profil drg. [Nama B], Sp.Ort dengan jadwal Selasa dan Kamis. Cantumkan juga kisaran biaya perawatan di halaman ini.

Jika klinik belum punya halaman untuk tiap perawatan, buat dulu halamannya. Panduan halaman layanan yang SEO-friendly, termasuk pembahasan kisaran biaya dan istilah “mulai dari”, bisa menjadi rujukan.

2. Beranda dan Halaman Kontak atau Booking

Tempatkan ringkasan dokter di dekat jalur kontak atau booking (pemesanan jadwal), berupa foto, sebutan profesi, dan jadwal praktik.

Dengan begitu, pasien tidak perlu menghubungi WhatsApp hanya untuk bertanya, “Dokternya siapa?”

3. Halaman Tentang Kami

Gunakan halaman Tentang Kami untuk menceritakan klinik sekaligus meringkas tim. Tautkan tiap dokter ke profilnya masing-masing.

Jangan menyalin seluruh isi profil ke halaman ini, sehingga klinik cukup memperbarui informasi dokter di satu tempat.

Pastikan Informasinya Konsisten

Nama, sebutan profesi, dan jadwal praktik harus sama di seluruh halaman website, profil Google, dan media sosial. Satu jadwal lama yang tertinggal bisa membuat pasien datang saat dokter sebenarnya tidak praktik. Karena itu, perbarui informasi secara menyeluruh.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Dokter dan pasien bertanya.
01

Mengapa reputasi online penting bagi dokter gigi?

Karena calon pasien menilai klinik sebelum menghubunginya, lewat profil Google, ulasan, dan website. Dari ketiganya, website adalah tempat klinik paling bebas mengatur informasinya sendiri.

Karena itu, isinya harus lengkap dan sama persis dengan informasi di tempat lain.

02

Bagaimana cara meningkatkan kepercayaan pasien terhadap dokter gigi?

Kepercayaan dibangun di dua tempat. Sebelum pasien datang, lewat informasi dokter yang jelas dan bisa dicek. Di ruang praktik, lewat penjelasan kondisi, pilihan perawatan, dan biaya sebelum tindakan.

Website hanya menangani yang pertama, dan isinya harus sesuai dengan pengalaman pasien di klinik.

03

Bagaimana peran media sosial dalam membangun kredibilitas dokter gigi?

Media sosial membantu dokter gigi membangun kredibilitas lewat konten edukasi. Batas etikanya sama dengan website: tanpa memuji diri, testimoni, atau janji hasil.

Pastikan nama, sebutan profesi, dan jadwal sama dengan di website dan profil Google.

04

Bagaimana jika dokter tidak bersedia fotonya ditampilkan?

Profil tetap bisa berjalan tanpa foto. Isi saja nama, sebutan profesi, pendidikan, perawatan yang ditangani, dan jadwal. Foto membantu, tetapi bukan syarat.

Jangan menggantinya dengan foto stok yang terlihat seperti dokter sungguhan.

05

Bolehkah memasang testimoni pasien di website klinik?

Peraturan Menteri Kesehatan 1787/2010 melarang iklan dan publikasi pelayanan kesehatan memuat testimoni. Kode etik dokter gigi juga melarang testimoni bernama yang menyertakan foto dan hasil pengobatan.

06

Bolehkah menampilkan nomor SIP di website?

Ya, benampilkan data legalitas seperti nomor SIP dan STR di website sangat disarankan untuk membangun transparansi dan kepercayaan pasien

Dokter dan pasien berjabat tangan

Penutup

Mulailah dari informasi yang paling mudah dikumpulkan. Salin data di papan nama praktik ke profil dokter, lalu lengkapi dengan pendidikan dan perawatan yang ditangani dokter tersebut.

Setelah itu, pasang foto asli klinik dan tim. Tampilkan informasinya di halaman perawatan dan halaman kontak agar pasien menemukannya saat membutuhkan. Kerjakan secara bertahap, satu dokter dalam satu waktu.

Terakhir, sebelum memasang bukti dari pasien seperti testimoni atau foto sebelum–sesudah, tanyakan dulu kepada dokter gigi yang memahami kode etik. Pada akhirnya, kredibilitas klinik tumbuh dari informasi yang jujur dan bisa diperiksa.

Ingin tahu apakah calon pasien bisa menemukan dan memeriksa informasi dokter serta klinikmu? Kami bisa membantu mengeceknya lewat audit gratis.

Tinggalkan komentar

Butuh Jasa Website?

Yuk ngobrol dulu. Nggak harus langsung mulai, kita bisa diskusi ringan dulu buat tahu apa yang paling pas untuk bisnis kamu.

Konsultasi Gratis

Yuk, ngobrol lewat WhatsApp

desain website