Apa Itu SEO Lokal? Cara Bisnis Dipilih Pelanggan di Kota Sendiri

SEO lokal membuat bisnis muncul saat orang di sekitarnya mencari. Pahami cara kerjanya, bedanya dengan SEO biasa, dan cara merapikan data bisnis.

SEO lokal adalah cara membuat bisnis kamu muncul di Google saat orang di sekitar lokasi mencari produk atau layanan yang kamu tawarkan. Hasilnya bisa tampil di Google Maps, daftar bisnis di halaman hasil pencarian, atau hasil pencarian biasa.

Tujuan akhirnya bukan sekadar posisi di Google, melainkan telepon masuk, permintaan rute, dan kunjungan pelanggan. Karena itu, artikel ini menjelaskan cara kerja SEO lokal, bedanya dengan SEO biasa, dan langkah awal yang bisa kamu kerjakan tanpa alat berbayar.

Apa Itu SEO Lokal dan Bisnis Seperti Apa yang Membutuhkannya

Pencarian lokal adalah pencarian Google yang hasilnya dipengaruhi oleh lokasi pencari.

Contohnya, seseorang mengetik “klinik gigi Denpasar”, memakai kata “terdekat”, atau hanya menulis nama layanan tanpa menyebut wilayah. Dalam banyak kasus, Google tetap menampilkan bisnis yang berada di sekitar pencari.

Untuk pencarian seperti ini, Google sering menampilkan peta berisi beberapa bisnis di atas hasil pencarian biasa. SEO lokal berarti mengoptimalkan faktor-faktor yang membuat bisnis kamu muncul dan dipilih di peta tersebut maupun di hasil pencarian biasa.

Prinsip dasarnya sama dengan SEO, yaitu upaya membuat website lebih mudah ditemukan di mesin pencari.

Tiga Jenis Bisnis dan Kebutuhannya

Kebutuhan SEO lokal berbeda-beda, tergantung cara bisnis bertemu pelanggan.

Pelanggan datang ke lokasi (klinik, studio, spa): paling membutuhkan SEO lokal. Jarak dan ketepatan alamat sangat memengaruhi keputusan pelanggan.

Bisnis yang mendatangi pelanggan (kontraktor renovasi, fotografer panggilan): tetap bisa membuat Profil Bisnis Google (Google Business Profile) dengan menyembunyikan alamat dan menampilkan area layanan.

Pengaturan ini penting karena alamat rumah tidak perlu dipajang ke publik. Sebaliknya, memakai alamat yang tidak menerima pelanggan atau kantor virtual bisa melanggar pedoman Google.

Bisnis yang sepenuhnya online (misalnya konsultan pajak yang melayani semua klien dari jarak jauh): SEO lokal umumnya kurang relevan, dan bisnis seperti ini tidak memenuhi syarat memiliki Profil Bisnis Google.

Namun, jasa profesional yang masih menerima klien secara langsung tetap memenuhi syarat.

Baca juga: Google Business Profile untuk bisnis tanpa kantor.

Sebagai contoh, bayangkan sebuah studio foto keluarga dan wisuda yang setahun lalu pindah dari ruko di Solo ke kawasan Solo Baru.

Saat seseorang mencari “studio foto keluarga solo”, Google kemungkinan menampilkan peta berisi beberapa studio, sehingga studio ini perlu muncul di peta dengan informasi bisnis yang akurat.

Cek Sendiri dalam Dua Menit

Cari layanan utama bisnis kamu ditambah nama kota di Google. Sebaiknya lakukan lewat ponsel agar tampilan hasilnya terlihat jelas. Jika muncul peta berisi daftar bisnis di atas hasil pencarian biasa, kemungkinan besar pencarian itu bermaksud lokal.

Artinya, lokasi menjadi pertimbangan penting dalam menentukan hasil yang ditampilkan.

Namun, jika bisnis kamu bahkan tidak muncul saat nama bisnisnya dicari, masalahnya bisa berbeda. Penyebabnya perlu diperiksa dulu sebelum menentukan langkah optimasi.

Baca juga: Kenapa bisnis tidak muncul di Google Maps.

Bedanya SEO Lokal dan SEO Biasa

Banyak pemilik bisnis mengira SEO lokal hanya berbeda karena memakai nama kota di kata kunci. Padahal, keduanya menjangkau pencari yang berbeda dan mengoptimalkan tempat yang berbeda.

Berikut perbandingannya, dengan contoh pencarian dari studio foto tadi.

  • Target pencari: SEO lokal menjangkau orang di sekitar bisnis atau di wilayah yang disebutkan. SEO biasa menjangkau pencari dari berbagai lokasi.
  • Tempat muncul: SEO lokal muncul di peta dan hasil pencarian biasa. SEO biasa muncul di hasil pencarian biasa.
  • Hal yang dioptimalkan: SEO lokal mengoptimalkan profil Google, website, dan data bisnis di situs lain. SEO biasa mengoptimalkan website.
  • Faktor yang tidak bisa diubah: pada SEO lokal, yaitu jarak antara pencari dan lokasi bisnis. Pada SEO biasa, tidak ada.
  • Contoh pencarian: “studio foto keluarga solo baru” untuk SEO lokal, dan “ide pose foto keluarga” untuk SEO biasa.

Keduanya saling berkaitan. Website yang mudah ditemukan di hasil pencarian biasa juga bisa membantu visibilitas bisnis dalam pencarian lokal. Karena itu, praktik SEO website yang baik tetap penting, meskipun kamu juga mengoptimalkan profil bisnis di Google.

Kapan Cukup SEO Biasa dan Kapan Perlu Keduanya?

Bisnis yang seluruh layanannya diberikan dari jarak jauh umumnya cukup berfokus pada SEO biasa. Bisnis yang menerima pelanggan di lokasi tertentu, atau mendatangi pelanggan, sebaiknya menjalankan keduanya.

Alasannya, jenis pencarian calon pelanggan berbeda. Pertanyaan riset seperti “berapa lama sesi foto keluarga berlangsung” lebih sering dijawab oleh website.

Sebaliknya, pencarian yang menunjukkan niat datang langsung, seperti “studio foto keluarga solo baru”, lebih sering menampilkan peta. Secara umum, pola ini hanya gambaran, bukan hasil studi tertentu.

Baca juga: Perlukah website bila bisnis sudah ada di Google Maps?

Cara Kerja SEO Lokal: Tiga Hal yang Dinilai Google

Menurut halaman Bantuan Google tentang peringkat lokal, ada tiga faktor utama yang menentukan urutan bisnis dalam hasil pencarian lokal: relevansi, jarak, dan keterlihatan. Google menggabungkan ketiganya untuk menentukan bisnis mana yang muncul lebih dulu.

1. Relevansi: Seberapa Cocok Bisnis dengan Pencarian

Relevansi menunjukkan seberapa sesuai sebuah bisnis dengan kebutuhan pencari. Google menilainya dari kategori bisnis, layanan, deskripsi profil, dan informasi di website.

Faktor ini bisa kamu optimalkan sendiri. Lengkapi informasi bisnis secara jelas dan terperinci agar Google mudah mencocokkannya dengan pencarian yang relevan.

2. Jarak: Faktor yang Tidak Bisa Diubah

Jarak adalah seberapa jauh lokasi bisnis dari pencari atau dari wilayah yang disebut dalam pencarian. Jika pencari tidak membagikan lokasinya, Google memakai perkiraan berdasarkan informasi yang tersedia.

Berbeda dengan relevansi, jarak tidak bisa diubah lewat optimasi. Karena itu, hasil yang kamu lihat dari ponsel di lokasi bisnis bisa berbeda dengan hasil yang dilihat calon pelanggan dari kecamatan lain.

Untuk mengetahui posisi yang sebenarnya, minta kenalan di kecamatan lain mencari kata kunci yang sama, lalu bandingkan hasilnya.

Baca juga: Cara mengecek posisi di Google Maps dari beberapa lokasi.

3. Prominence: Seberapa Dikenal Bisnis

Keterlihatan menggambarkan seberapa dikenal sebuah bisnis. Google mempertimbangkan beberapa hal, termasuk jumlah ulasan, nilai ulasan, dan jumlah situs lain yang menautkan ke bisnis kamu.

Calon pelanggan pun memeriksa ulasan, foto, jam buka, dan informasi kontak sebelum memilih. Dengan begitu, upaya meningkatkan keterlihatan di Google juga membantu mereka mendapatkan informasi sebelum menghubungi atau mengunjungi bisnis kamu.

Peringkat lokal tidak bisa dibeli. Google menyatakan bahwa peringkat lokal tidak bisa diminta atau dibayar secara langsung. Artinya, memasang iklan tidak akan mengubah peringkat organik dalam hasil pencarian lokal.

Karena itu, fokuskan upaya pada faktor yang bisa kamu perbaiki, terutama relevansi dan keterlihatan.

Baca juga: Cara optimasi Google Business Profile.

Tiga Tempat yang Membentuk SEO Lokal: Profil Google, Website, dan Data di Situs Lain

Google dan calon pelanggan mendapatkan informasi bisnis dari tiga tempat utama: Profil Bisnis Google, website, dan situs lain yang memuat informasi bisnis kamu. Ketiganya perlu menyampaikan informasi yang konsisten agar identitas bisnis mudah dikenali dan tidak membingungkan.

1. Profil Google: Kartu Bisnis di Maps dan Pencarian

Google Business Profile (GBP) atau Profil Bisnis Google adalah profil bisnis yang tampil di Google Maps dan hasil pencarian. Di sinilah calon pelanggan menemukan informasi bisnis, dan Google memahami relevansi bisnis dengan pencarian lokal.

Profil yang tidak lengkap atau berisi informasi lama membuat calon pelanggan berisiko mendapat informasi yang keliru. Karena itu, pastikan profil sudah dibuat, diverifikasi, dan dikelola lewat akun milik bisnis kamu.

Untuk mengeceknya, cari nama bisnis kamu di Google Maps dan lihat apakah profilnya sudah ada.

Baca juga: Panduan mengelola Google Business Profile, dari pengaturan awal sampai pemeliharaan rutin.

2. Website: Sinyal Lokal Minimum

Website menjelaskan informasi yang tidak bisa ditampilkan lengkap di profil Google. Untuk membangun sinyal lokal, ada dua hal minimum yang perlu kamu perhatikan:

  • Buat satu halaman untuk setiap layanan utama dan sebutkan wilayah yang benar-benar dilayani.
  • Samakan nama, alamat, dan nomor telepon bisnis dengan profil Google, termasuk di footer (bagian bawah website) dan halaman kontak.

Untuk menemukan istilah wilayah yang dipakai calon pelanggan, lakukan riset keyword. Namun, kamu tidak perlu mengulang kata “terdekat” di setiap paragraf. Praktik keyword stuffing seperti ini termasuk spam menurut kebijakan Google.

Jika bisnis melayani banyak wilayah, kamu mungkin tergoda membuat halaman terpisah untuk tiap kota dengan isi hampir sama.

Praktik ini berisiko dianggap spam doorway, yaitu halaman yang dibuat untuk menargetkan pencarian tertentu tanpa memberi nilai berbeda bagi pengunjung, sesuai kebijakan spam Google.

Pada tahap lanjutan, kamu juga bisa memakai data terstruktur atau schema, yaitu kode tambahan yang membantu Google memahami informasi bisnis di website.

Baca juga: Halaman area layanan untuk bisnis yang melayani banyak wilayah.

3. Data di Situs Lain: Sitasi

Sitasi (citation) adalah penyebutan nama, alamat, dan nomor telepon bisnis di situs lain. Contohnya meliputi direktori bisnis, media sosial, aplikasi peta lain, marketplace, situs asosiasi, dan media lokal.

Informasi di situs-situs ini penting karena calon pelanggan bisa menemukan bisnis kamu lewat berbagai platform, bukan hanya Google. Selain itu, keberadaan bisnis di berbagai sumber membantu membangun keterkenalan.

Kamu tidak perlu mendaftarkan bisnis ke ratusan direktori. Pilih platform yang memang dipakai calon pelanggan di bidang usaha dan wilayah kamu.

Selain sitasi, tautan dari asosiasi, mitra bisnis, atau media lokal juga bisa mendukung website kamu. Tautan dari situs lain menuju website kamu disebut backlink.

Baca juga: Cara mendapatkan backlink tanpa membeli link.

Cara Mengecek dan Merapikan Nama, Alamat, dan Nomor Telepon Bisnis

Nama, alamat, dan nomor telepon bisnis sering disingkat NAP (Name, Address, Phone). Ketiganya perlu konsisten di semua platform tempat bisnis kamu tercantum. Berikut cara memeriksa dan merapikannya tanpa alat berbayar.

Kenapa Data yang Sama Penting?

Data yang konsisten membantu pelanggan menemukan lokasi dan menghubungi nomor yang benar. Sebaliknya, data yang saling bertentangan menyulitkan Google menentukan informasi bisnis yang tepat.

Konsistensi bukan satu-satunya faktor peringkat lokal, karena relevansi, jarak, dan ulasan juga berperan penting. Namun, dampak paling nyata justru dirasakan pelanggan, misalnya datang ke alamat lama atau menghubungi nomor yang sudah tidak aktif.

Itulah yang dialami studio foto di Solo Baru: beberapa calon pelanggan masih datang ke ruko lama, dan pesan ke nomor admin sebelumnya tidak dibalas karena admin tersebut sudah tidak bekerja di sana.

1. Tetapkan Satu Versi Baku

Tentukan satu versi informasi bisnis yang benar, lalu simpan dalam dokumen yang bisa dipakai siapa pun yang membantu mengelola profil dan informasi bisnis kamu. Dokumen ini sebaiknya memuat:

  • Nama bisnis: sama dengan papan nama di lokasi usaha, tanpa tambahan kata layanan atau nama kota.
  • Alamat: alamat lengkap sesuai dokumen usaha, dengan penanda lokasi yang sesuai di Google Maps.
  • Nomor telepon: nomor bisnis yang aktif dan dijawab langsung oleh pihak bisnis, bukan nomor pribadi staf yang bisa berganti.
  • Jam buka: jam operasional yang sesuai dengan kondisi sehari-hari.
  • Alamat website: satu versi yang dipakai secara konsisten.

Pedoman Google mengharuskan nama profil mencerminkan nama yang dipakai di dunia nyata. Nama tersebut tidak boleh ditambah tagline (slogan), informasi layanan, atau informasi lokasi. Google juga meminta bisnis memakai nomor telepon yang bisa dihubungi langsung.

Studio foto rekaan tadi memilih satu dari dua versi nama yang pernah dipakai, lalu menetapkan alamat baru di Solo Baru dan satu nomor admin yang aktif.

2. Temukan Tempat Data Itu Muncul

Setelah data baku ditetapkan, cari semua tempat yang masih memuat informasi lama. Mulailah dengan mencari nama bisnis ditambah nama kota di Google.

Kamu juga bisa mencari nomor telepon lama dan alamat lama dengan tanda kutip. Cara ini membantu menemukan halaman yang memuat teks persis seperti yang kamu cari.

Selanjutnya, periksa platform yang umum menampilkan informasi bisnis:

  • Profil Bisnis Google
  • Website, terutama footer dan halaman kontak
  • Instagram, Facebook, dan TikTok
  • Profil WhatsApp Business
  • Aplikasi peta lainnya
  • Marketplace atau aplikasi pemesanan, jika dipakai
  • Direktori bisnis dan situs asosiasi

Catat empat hal untuk setiap temuan: tempat informasi ditemukan, data yang tercantum, kesesuaiannya dengan data baku, dan pihak yang bisa memperbaruinya.

Berikut contoh hasil pemeriksaan untuk studio foto rekaan di Solo Baru:

TempatData yang tertulisSesuai versi baku?Pihak yang bisa mengubah
Profil GoogleAlamat Solo Baru, nomor admin baruYaPemilik
Footer websiteAlamat ruko lamaTidakPemilik atau pengelola website
Halaman kontak websiteNomor admin lamaTidakPemilik atau pengelola website
Bio InstagramAlamat ruko lamaTidakPemilik
Halaman FacebookAlamat ruko lama, nama dengan kata “Photography”TidakPemilik
Dua direktoriAlamat ruko lama, nama dengan kata “Solo”TidakPengelola direktori atau pemilik jika akun sudah diklaim

Pola seperti ini mudah terjadi setelah bisnis pindah lokasi atau berganti admin, karena setiap platform diperbarui secara terpisah.

3. Rapikan dengan Urutan yang Tepat

Perbaiki data yang tidak sesuai secara bertahap. Mulailah dari platform yang bisa kamu kendalikan sendiri, lalu lanjutkan ke platform yang membutuhkan bantuan pihak lain. Urutannya:

  1. Platform yang dikelola sendiri: perbarui Profil Bisnis Google, website, media sosial, dan WhatsApp Business.
  2. Platform dengan akun bisnis: periksa marketplace, aplikasi pemesanan, dan direktori yang sudah pernah diklaim.
  3. Situs milik pihak lain: hubungi pengelola direktori atau situs terkait untuk meminta perubahan informasi.

Hindari membuat profil atau listing (daftar bisnis) baru jika informasi lama masih bisa diperbarui atau akun yang ada masih bisa diklaim. Cara ini mencegah munculnya profil ganda yang bisa membingungkan calon pelanggan.

Khusus untuk bisnis yang baru pindah lokasi, perubahan alamat di Profil Bisnis Google perlu dilakukan lewat prosedur yang sesuai.

Mulai dari Mana: Urutan SEO Lokal untuk Bisnis Kecil

Jika waktu dan anggaran terbatas, urutan kerja lebih penting daripada mengerjakan banyak hal sekaligus. Tidak ada satu strategi SEO lokal yang terbukti paling efektif untuk semua bisnis. Karena itu, urutan berikut adalah rekomendasi editorial, bukan hasil studi tertentu, dan bisa kamu sesuaikan dengan kondisi bisnis.

Urutan Lima Langkah

  1. Pastikan Profil Bisnis Google siap. Periksa apakah profil sudah dibuat, diverifikasi, dan dikelola lewat akun pemilik bisnis. Pastikan kategori bisnis dan jam buka juga sudah benar.
  2. Samakan data bisnis di semua platform. Pastikan nama, alamat, dan nomor telepon konsisten di profil Google, website, media sosial, dan situs lain yang mencantumkan bisnis kamu.
  3. Kumpulkan ulasan pelanggan secara rutin. Minta pelanggan yang benar-benar memakai layanan kamu untuk memberi ulasan, tanpa menawarkan imbalan.
  4. Buat halaman untuk setiap layanan utama di website. Jelaskan layanan yang ditawarkan dan wilayah yang benar-benar kamu layani.
  5. Bangun sitasi dan tautan lokal yang relevan. Sitasi adalah penyebutan informasi bisnis di situs lain, sedangkan backlink adalah tautan dari situs lain menuju website kamu. Prioritaskan sumber yang relevan dengan bidang usaha dan wilayah bisnis.

Kenapa Urutannya Begitu?

Tiga langkah pertama berfokus pada informasi dan reputasi bisnis yang sering diperhatikan dalam pencarian lokal. Ketiganya bisa mulai kamu kerjakan minggu ini, tanpa menunggu perubahan pada website atau hubungan dengan situs lain.

Sementara itu, langkah keempat dan kelima membutuhkan waktu lebih panjang. Meski begitu, keduanya juga mendukung SEO biasa, sehingga manfaatnya tidak terbatas pada pencarian lokal.

Ukur dari jumlah leads, Bukan dari Posisi

Peringkat Google memang perlu diperhatikan, tetapi jangan jadikan satu-satunya ukuran keberhasilan SEO lokal. Lihat juga apakah optimasi yang kamu lakukan membantu calon pelanggan menghubungi atau mengunjungi bisnis. Beberapa hal yang bisa kamu pantau:

  • Jumlah telepon yang masuk dari profil bisnis.
  • Permintaan rute menuju lokasi usaha.
  • Klik ke website lewat profil bisnis.
  • Pesan dari calon pelanggan yang menyebut Google sebagai sumber informasi.

Selain itu, biasakan bertanya kepada setiap pelanggan baru bagaimana mereka mengenal bisnis kamu. Jawabannya menunjukkan saluran mana yang berkontribusi membawa pelanggan.

Posisi pencarian tetap perlu dicek, tetapi dari sudut pandang lokasi calon pelanggan, bukan hanya dari ponsel kamu sendiri.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Diskusi ide dengan papan visual
01

Apakah penulisan alamat dan nomor telepon harus sama persis di semua tempat?

Tidak harus sama huruf per huruf. Singkatan umum seperti “Jl.” dan “Jalan”, atau nomor yang ditulis 0812 dan +62 812, umumnya tetap dikenali sebagai data yang sama. Yang perlu dihindari adalah data yang bertentangan, seperti alamat lama atau nomor berbeda.

Sebagai contoh, spa di Ubud yang menulis “Br.” di satu tempat dan “Banjar” di tempat lain masih aman.

02

Apakah nama bisnis perlu ditulis lengkap dengan PT atau CV?

Tidak harus. Pakai nama yang dikenal pelanggan dan tertulis di papan nama, lalu tulis sama persis di profil, website, dan media sosial. Pedoman Google meminta nama profil mencerminkan nama bisnis di dunia nyata.

Nama badan hukum lengkap cukup dicantumkan di halaman legal atau footer.

03

Apakah alamat dan nomor telepon perlu dicantumkan di setiap halaman website?

Tidak perlu. Alamat dan nomor cukup di footer, yang otomatis tampil di semua halaman, dan di halaman kontak, dengan versi baku yang sama seperti di profil. Tulis sebagai teks, bukan gambar, agar bisa dibaca dan disalin.

Bisnis jasa panggilan yang menyembunyikan alamat di profil cukup menulis wilayah yang dilayani.

04

Perlukah menyematkan peta Google Maps di website?

Berguna jika pelanggan datang ke lokasi. Peta di halaman kontak membantu pengunjung menemukan tempat dan rutenya.

Belum ditemukan rujukan resmi Google yang menyebut peta tersemat menaikkan posisi, jadi pasang karena membantu pelanggan, bukan demi peringkat.

05

Bagaimana SEO lokal untuk bisnis yang punya beberapa cabang?

Setiap cabang yang benar-benar ada punya profil Google sendiri dan halaman lokasi sendiri di website, masing-masing dengan alamat, jam buka, dan kontak cabang itu. Data setiap cabang dirapikan dengan cara yang sama seperti satu lokasi.

Pengaturan profil untuk banyak cabang dibahas di artikel tersendiri.

06

Berapa biaya jasa SEO lokal di Indonesia?

Biayanya bergantung pada cakupan pekerjaan (profil, website, atau keduanya) dan tingkat persaingan di wilayah kamu. Kisaran harga dijelaskan di halaman harga jasa SEO.

07

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melihat hasil dari SEO lokal?

Tidak ada waktu pasti. Perbaikan profil dan data bisnis biasanya lebih cepat terlihat dampaknya daripada perbaikan website.

Faktor yang menentukan lama SEO berhasil dibahas di artikel tersendiri.

Penutup

SEO lokal bukan sekadar trik agar bisnis muncul di Google Maps. Strategi ini memastikan informasi bisnis kamu tetap akurat dan konsisten di berbagai platform.

Google menilai bisnis dari relevansi, jarak, dan keterlihatan. Karena itu, rawat Profil Bisnis Google, website, dan informasi di situs lain dengan memastikan nama, alamat, dan nomor telepon selalu sesuai.

Cukup tetapkan satu versi baku data bisnis, lalu perbarui setiap kali ada perubahan. Ulasan pelanggan dan pemeriksaan berkala juga perlu dijaga secara konsisten.

Bantuan pihak luar bisa dipertimbangkan ketika bisnis mulai memiliki banyak cabang atau kamu tidak punya cukup waktu untuk mengelolanya sendiri.

Pada akhirnya, keberhasilan SEO lokal lebih tepat diukur dari telepon, permintaan rute, dan kunjungan pelanggan, bukan hanya dari posisi di Google.

Jika masih ragu apakah informasi bisnis kamu sudah konsisten di profil Google, website, dan direktori, kamu bisa memulainya dengan audit SEO dan Google Business Profile secara gratis.

Tinggalkan komentar

Butuh Jasa Website?

Yuk ngobrol dulu. Nggak harus langsung mulai, kita bisa diskusi ringan dulu buat tahu apa yang paling pas untuk bisnis kamu.

Konsultasi Gratis

Yuk, ngobrol lewat WhatsApp

desain website