Banyak pemilik bisnis sebenarnya ingin meminta ulasan, tetapi masih merasa ragu. Ada yang khawatir terdengar seperti mengemis, ada yang takut memancing ulasan negatif, dan ada juga yang tanpa sadar melanggar kebijakan Google hingga ulasannya tidak muncul.
Secara umum, persoalannya bukan terletak pada kualitas layanan. Yang belum dimiliki adalah sistem meminta ulasan yang konsisten, mudah dijalankan, dan tetap sesuai aturan.
Karena itu, panduan ini akan membahas langkah demi langkah cara membangun sistem tersebut.
Mulai dari memahami batas aturan Google, membuat link dan QR Code resmi, menentukan momen terbaik untuk meminta ulasan, menyiapkan contoh pesan, hingga menjadikannya kebiasaan bagi seluruh tim.
Dengan begitu, sistem ini bisa mulai diterapkan bahkan dalam minggu ini.
Mengapa Bisnis Perlu Memiliki Sistem Meminta Ulasan Google?
Banyak pelanggan yang benar-benar puas tidak langsung terpikir untuk menulis ulasan setelah treatment selesai. Sebaliknya, pelanggan yang kecewa biasanya lebih terdorong membagikan pengalamannya.
Akibatnya, jika tidak ada yang meminta ulasan secara konsisten, profil bisnis sering kali hanya menampilkan suara-suara yang paling ekstrem: sangat puas atau sangat tidak puas.
Selain itu, proses yang terlalu panjang juga menjadi hambatan. Ketika pelanggan harus mencari nama bisnis di Google Maps, membuka profil, lalu menemukan kolom ulasan sendiri, sebagian besar akan menundanya dan akhirnya lupa.
Ulasan Menjadi Bagian Penting dalam Keputusan Pelanggan
Saat membandingkan spa atau bisnis lain di area yang sama, calon pelanggan hampir selalu membaca ulasan terlebih dahulu.
Survei tahunan BrightLocal melalui Local Consumer Review Survey 2026 menunjukkan sekitar 97% konsumen membaca ulasan sebelum memilih bisnis, dan 4 dari 10 orang melakukannya setiap kali mencari layanan.
Meski data tersebut berasal dari Amerika Serikat, pola perilakunya sering terlihat serupa di Indonesia. Calon pelanggan tidak hanya memperhatikan rating bintang, tetapi juga jumlah ulasan, seberapa baru ulasannya, serta isi pengalaman yang ditulis pelanggan.
Bukan Sekadar Banyak Ulasan, Tetapi Proses yang Benar
Google menggunakan ulasan sebagai salah satu sinyal untuk menentukan seberapa menonjol sebuah bisnis di hasil Google Maps. Namun, ulasan hanyalah salah satu faktor, bukan satu-satunya penentu visibilitas bisnis.
Karena itu, mengejar jumlah ulasan dengan cara yang melanggar aturan justru bisa merugikan. Ulasan yang diperoleh secara tidak wajar berisiko dihapus sehingga manfaat jangka panjangnya hilang.
Solusinya Adalah Sistem yang Berjalan Terus
Masalah utama biasanya bukan kualitas layanan, kecuali memang ada keluhan yang terus berulang. Yang lebih sering terjadi adalah belum adanya proses meminta ulasan yang sederhana dan konsisten.
Daripada membuat kampanye sesekali, bangunlah sistem kecil yang dijalankan setiap hari oleh tim. Dengan batas aturan yang jelas, langkah pertama adalah menciptakan jalur paling singkat dari pelanggan menuju formulir ulasan Google.
Aturan Meminta Ulasan Google yang Aman untuk Bisnis
Sebelum membangun sistem meminta ulasan, kamu perlu memahami batasannya terlebih dahulu.
Kabar baiknya, aturan Google sebenarnya cukup sederhana: minta ulasan dari semua pelanggan yang benar-benar menggunakan layanan, tanpa memberikan imbalan dan tanpa mengarahkan isi ulasannya.
Dengan begitu, ulasan yang masuk tetap alami dan sesuai dengan kebijakan Google Maps.
Apa yang Boleh Dilakukan?
Kamu boleh meminta ulasan kepada setiap pelanggan yang selesai menikmati layanan. Yang terpenting, permintaan tersebut bersifat netral dan memberi kebebasan kepada pelanggan untuk menulis pengalaman mereka sendiri.
Contoh yang aman:
“Kalau berkenan, boleh dibantu memberikan ulasan jujur tentang pengalaman kamu di Google?”
Kalimat seperti ini mengajak, bukan mengarahkan.
Praktik yang Dilarang Google
Sebagian besar pelanggaran justru terjadi saat bisnis mencoba memengaruhi pelanggan. Berdasarkan Kebijakan Konten Google Maps, beberapa praktik berikut tidak diperbolehkan:
- Memberikan diskon, cashback, layanan gratis, atau hadiah sebagai imbalan ulasan.
- Menawarkan hadiah agar pelanggan mengubah atau menghapus ulasan negatif.
- Hanya meminta ulasan dari pelanggan yang terlihat puas.
- Melakukan review gating (menyaring pelanggan melalui survei internal sebelum diarahkan ke Google).
- Menuliskan atau menyiapkan draf ulasan untuk pelanggan.
Secara umum, Google menginginkan setiap ulasan benar-benar berasal dari pengalaman asli pelanggan.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Tim
Selain pelanggan, aturan ini juga berlaku untuk staf dan orang-orang yang memiliki hubungan dekat dengan bisnis. Beberapa hal yang sering tidak disadari antara lain:
- Memberikan target jumlah ulasan kepada setiap staf.
- Meminta pelanggan menulis ulasan yang menyebut nama terapis tertentu.
- Menekan pelanggan untuk mengisi ulasan saat masih berada di lokasi.
- Menggunakan ulasan dari karyawan, mantan karyawan, keluarga pemilik, atau mitra bisnis karena dianggap memiliki konflik kepentingan.
- Membeli ulasan atau menggunakan banyak akun untuk membuat ulasan palsu.
Praktik-praktik tersebut berisiko membuat ulasan dihapus oleh Google.
Ringkasan: Boleh vs Dilarang
Cara meminta
- Boleh: Meminta ulasan jujur dengan bahasa yang netral.
- Dilarang: Meminta bintang lima atau menyiapkan isi ulasan.
Imbalan
- Boleh: Tidak memberikan hadiah apa pun.
- Dilarang: Diskon, layanan gratis, undian, atau cashback sebagai imbalan ulasan.
Siapa yang diminta
- Boleh: Semua pelanggan yang benar-benar menggunakan layanan.
- Dilarang: Hanya pelanggan yang terlihat puas atau hasil penyaringan review gating.
Peran staf
- Boleh: Menilai staf berdasarkan kualitas pelayanan.
- Dilarang: Memberi target jumlah ulasan atau mengarahkan ulasan untuk staf tertentu.
Waktu meminta
- Boleh: Mengirim link atau QR Code setelah pelanggan selesai berkunjung.
- Dilarang: Menekan pelanggan agar langsung mengisi ulasan di tempat.
Sumber ulasan
- Boleh: Ulasan asli dari pelanggan.
- Dilarang: Ulasan dari karyawan, keluarga, mantan karyawan, atau mitra bisnis.
Bangun Sistem, Bukan Jalan Pintas
Akibat pelanggaran tidak hanya sebatas hilangnya satu atau dua ulasan. Jika terjadi berulang, Google dapat membatasi seluruh profil bisnis kamu.
Karena itu, hindari strategi seperti “kasih diskon kalau kasih ulasan” yang masih sering beredar di internet. Langkah berikutnya adalah membuat jalur paling singkat dari pelanggan menuju formulir ulasan resmi, sehingga prosesnya mudah dilakukan tanpa melanggar aturan.
Cara Membuat Link dan QR Code Ulasan Google
Setelah memahami aturan Google, langkah berikutnya adalah membuat jalur yang paling mudah bagi pelanggan untuk memberikan ulasan. Proses ini hanya membutuhkan beberapa menit dan bisa dilakukan melalui browser di komputer.
Langkah membuat link ulasan resmi
Ikuti langkah berikut:
- Buka dashboard Google Business Profile.
- Masuk ke menu Baca Ulasan.
- Klik Dapatkan Lebih Banyak Ulasan.
- Salin link ulasan yang muncul, atau unduh QR Code dengan klik kanan lalu pilih Simpan Gambar Sebagai.

QR Code Hanya Tersedia di Browser Komputer
Ada satu hal yang sering terlewat. QR Code ulasan hanya muncul melalui browser di komputer, bukan dari aplikasi Google Business Profile di ponsel.
Karena itu, sebaiknya buat dan simpan QR Code dari laptop atau PC agar hasilnya siap digunakan untuk dicetak maupun dibagikan secara digital.
Uji Link Sebelum Diberikan ke Pelanggan
Sebelum menyebarkan link atau QR Code, lakukan pengujian menggunakan ponsel dan akun Google yang berbeda. Tujuannya sederhana: memastikan pelanggan benar-benar diarahkan ke profil bisnis yang tepat.
Langkah kecil ini membantu menghindari kesalahan, terutama jika nama bisnis kamu mirip dengan bisnis lain di area yang sama.
Hindari Menyuruh Pelanggan Mencari Sendiri
Jangan meminta pelanggan untuk “cari saja nama kami di Google Maps”. Meskipun terdengar mudah, proses tambahan tersebut justru meningkatkan kemungkinan pelanggan salah memilih profil atau batal memberikan ulasan.
Semakin sedikit langkah yang harus dilakukan pelanggan, semakin besar peluang mereka menyelesaikan ulasannya.
Simpan di Tempat yang Mudah Diakses Tim
Agar sistem berjalan konsisten, simpan link ulasan dan gambar QR Code di lokasi yang bisa diakses seluruh staf. Misalnya:
- Catatan cepat di WhatsApp Business.
- Template nota atau invoice.
- Folder bersama yang digunakan tim resepsionis.
Dengan begitu, siapa pun yang bertugas dapat langsung membagikan link tanpa perlu mencarinya terlebih dahulu.

Link dan QR Code hanyalah alat. Yang paling menentukan apakah pelanggan benar-benar memberikan ulasan adalah momen ketika kamu memintanya.
Kapan Waktu Terbaik Meminta Ulasan Google?
Prinsipnya sederhana: minta ulasan setelah pelanggan benar-benar merasakan hasil layanan, bukan hanya setelah pembayaran selesai.
Banyak bisnis meminta ulasan terlalu cepat. Padahal, ketika pengalaman positif masih terasa, pelanggan lebih mudah mengingat detail layanan dan lebih bersedia membagikannya secara jujur.
Contoh Penerapan di Spa
Pada contoh spa di Sanur, terapis meminta ulasan secara langsung saat tamu masih bersantai setelah treatment. QR Code ditunjukkan melalui kartu kecil di meja sehingga pelanggan bisa langsung membukanya jika berkenan.
Selain itu, spa juga mengirim pesan pengingat melalui WhatsApp pada keesokan harinya. Khusus tamu wisatawan, permintaan dilakukan sebelum mereka meninggalkan Bali karena peluang menulis ulasan biasanya menurun setelah mereka kembali ke negara asal.
Momen Terbaik untuk Berbagai Jenis Bisnis
Setiap jenis usaha memiliki waktu yang berbeda untuk meminta ulasan. Yang penting, pelanggan sudah menerima manfaat utama dari layanan tersebut.
- Klinik gigi: Setelah seluruh perawatan selesai, bukan di tengah rangkaian treatment.
- Kontraktor: Setelah serah terima atau ketika satu tahap proyek diterima klien.
- Akuntan atau konsultan pajak: Setelah laporan atau SPT selesai dikirim.
- Studio foto: Setelah file digital atau album diterima klien, bukan sesaat setelah sesi pemotretan.
- Spa: Saat pelanggan bersantai setelah treatment, lalu diikuti satu pesan pengingat keesokan harinya.
Ingatkan Sekali, Lalu Berhenti
Satu pengingat biasanya sudah cukup. Hindari mengirim pesan berulang yang justru membuat pelanggan merasa terganggu.
Yang tidak kalah penting, gunakan momen yang sama untuk semua pelanggan, termasuk mereka yang sempat menyampaikan keluhan. Jangan hanya meminta ulasan kepada pelanggan yang terlihat puas karena sistem yang konsisten jauh lebih sehat daripada memilih-milih siapa yang diminta.
Waktu yang tepat akan bekerja lebih baik jika dipadukan dengan saluran komunikasi yang memang sudah akrab bagi pelanggan, seperti WhatsApp atau QR Code yang mudah dipindai.
Pilih Saluran yang Paling Nyaman bagi Pelanggan
Saluran untuk meminta ulasan sebaiknya mengikuti kebiasaan pelanggan, bukan yang paling praktis bagi bisnis. Semakin mudah prosesnya, semakin besar peluang pelanggan benar-benar menulis ulasan.
Beberapa saluran yang umum digunakan antara lain:
- WhatsApp Business sebagai saluran utama untuk pelanggan di Indonesia.
- Permintaan langsung, lalu arahkan ke QR Code di meja kasir atau ruang tunggu.
- Email atau nota, cocok untuk bisnis jasa seperti akuntan dan kontraktor.
- Kartu ucapan terima kasih, terutama untuk wisatawan yang akan segera pulang.
Susunan Pesan yang Efektif
Pesan permintaan ulasan tidak perlu panjang. Umumnya, pesan yang efektif memiliki empat bagian sederhana:
- Sapa pelanggan dengan namanya.
- Sebutkan layanan yang baru mereka gunakan.
- Jelaskan mengapa ulasan mereka bermanfaat, yaitu membantu calon pelanggan lain memilih.
- Sertakan link ulasan Google dan tutup dengan kalimat netral seperti “apa pun pengalamannya”.
Hindari meminta bintang lima atau mengarahkan isi ulasan karena hal tersebut tidak sesuai dengan kebijakan Google.
Template WhatsApp untuk Tamu Spa
Halo Kak [Nama], terima kasih sudah berkunjung ke [Nama Spa] hari ini. Kalau berkenan, boleh dibantu memberikan ulasan jujur melalui link berikut: [link ulasan]? Cerita Kakak akan membantu tamu lain yang sedang mencari spa yang cocok. Apa pun pengalamannya, masukan tersebut sangat berarti bagi kami.
Template Email untuk Klien B2B
Yth. [Nama Klien], terima kasih telah mempercayakan [nama layanan] kepada kami bulan ini. Jika berkenan, kami mengundang kamu memberikan ulasan singkat di Google melalui [link ulasan]. Ulasan tersebut membantu calon klien lain menemukan layanan yang sesuai. Apa pun masukannya, kami akan membacanya dan menghargainya.
Kirim Secara Personal, Bukan Massal
Secara umum, pesan yang ditulis khusus untuk satu pelanggan lebih efektif dibandingkan broadcast ke banyak kontak sekaligus. Sapaan yang personal membuat permintaan terasa lebih alami dan relevan.
Jika kamu memiliki banyak pelanggan lama, kirim permintaan ulasan secara bertahap mengikuti momen yang wajar.
Google tidak menetapkan angka pasti mengenai jumlah permintaan yang dianggap aman, tetapi kebijakannya menekankan agar bisnis menghindari pola atau volume yang terlihat tidak wajar.
Jadikan Kebiasaan Tim
Template yang baik tidak akan memberikan hasil jika hanya digunakan sesekali oleh pemilik bisnis.
Karena itu, ubah proses meminta ulasan menjadi kebiasaan yang dijalankan seluruh tim secara konsisten setelah pelanggan menerima layanan. Dengan begitu, jumlah ulasan dapat bertambah secara alami tanpa melanggar aturan Google.
Jadikan Permintaan Ulasan sebagai SOP Tim
Agar jumlah ulasan bertambah secara konsisten, permintaan ulasan perlu menjadi bagian dari rutinitas penutupan layanan. Tentukan dengan jelas siapa yang meminta, kapan momen yang tepat, dan saluran apa yang digunakan sehingga prosesnya tidak bergantung pada ingatan satu orang.
Dengan sistem yang sederhana, seluruh tim bisa menjalankannya dengan cara yang sama setiap hari.
Buat Alur yang Konsisten
Pada contoh spa sebelumnya, setiap terapis menggunakan satu kalimat standar yang netral saat mengajak pelanggan memberikan ulasan. Mereka juga tidak meminta pelanggan menyebut nama terapis di dalam ulasan.
Selain itu, staf tidak diberi target jumlah ulasan. Kinerja mereka tetap dinilai berdasarkan kualitas pelayanan, bukan banyaknya ulasan yang masuk atas nama masing-masing.
Lakukan Evaluasi Singkat Setiap Bulan
Luangkan waktu beberapa menit setiap bulan untuk meninjau perkembangan ulasan Google. Fokuskan evaluasi pada dua hal:
- Berapa ulasan baru yang berhasil diperoleh.
- Tema atau keluhan apa yang paling sering muncul.
Jika ada keluhan yang terus berulang, berarti yang perlu diperbaiki adalah pengalaman pelanggannya, bukan cara meminta ulasannya.
Jangan Hanya Mengumpulkan, Tetapi Juga Membalas
Ulasan yang sudah masuk sebaiknya selalu dibaca dan diberi balasan. Respons tersebut dapat dilihat oleh calon pelanggan lain, sehingga menunjukkan bahwa bisnis benar-benar menghargai masukan pelanggan.
Baik ulasan positif maupun negatif sama-sama layak mendapatkan balasan yang sopan dan profesional.
Siapkan Pendekatan untuk Pelanggan dengan Kondisi Khusus
Tidak semua pelanggan memiliki situasi yang sama. Sebagian mungkin membutuhkan pendekatan yang lebih hati-hati karena identitas, privasi, atau kondisinya lebih sensitif dibanding pelanggan pada umumnya.
Karena itu, sistem yang baik tetap memberi ruang bagi tim untuk menyesuaikan cara berkomunikasi tanpa meninggalkan prinsip meminta ulasan secara jujur, netral, dan sesuai kebijakan Google.
Penyesuaian Permintaan Ulasan untuk Pelanggan dengan Identitas Sensitif
Tidak semua pelanggan nyaman identitasnya dikaitkan dengan layanan yang mereka gunakan. Karena itu, cara meminta ulasan perlu disesuaikan agar tetap menghormati privasi dan etika bisnis.
Secara umum, prinsipnya adalah meminta ulasan tanpa mengungkap informasi pribadi pelanggan, baik melalui pesan maupun saat membalas ulasan yang sudah dipublikasikan.
| Niche | Penyesuaian wajib sebelum meminta |
|---|---|
| Klinik gigi | Pesan tidak menyebut jenis perawatan atau kondisi pasien |
| Akuntan / konsultan pajak | Sampaikan bahwa ulasan tampil dengan nama profil Google pengulas; hormati kalau menolak |
| Studio foto | Pisahkan permintaan ulasan dari izin memakai foto atau nama klien |
| Spa & kontraktor | Tamu wisatawan bebas menulis bahasa apa pun; kontraktor minta ulasan ke pemilik proyek, bukan tukang atau pemasok |
Klinik Gigi: Jaga Kerahasiaan Pasien
Pada klinik gigi, pesan permintaan ulasan sebaiknya tidak menyebutkan tindakan medis maupun kondisi gigi pasien. Alasannya sederhana, pesan tersebut bisa saja terbaca oleh orang lain melalui ponsel pasien.
Selain itu, jika pasien menulis detail kondisinya di ulasan, balasan dari klinik tetap sebaiknya tidak mengonfirmasi informasi medis tersebut.
Catatan: Bagian ini sebaiknya ditinjau oleh dokter gigi atau manajer klinik sebelum dipublikasikan karena berkaitan dengan kerahasiaan pasien.
Akuntan dan Konsultan Pajak: Hormati Privasi Klien
Sebagian klien tidak ingin identitasnya terlihat menggunakan jasa akuntan atau konsultan pajak. Karena itu, sampaikan secara terbuka bahwa ulasan akan tampil menggunakan nama profil Google milik pengulas.
Jika klien menolak, keputusan tersebut perlu dihormati tanpa memberikan tekanan.
Studio Foto: Bedakan Ulasan dan Izin Portofolio
Memberikan ulasan bukan berarti klien mengizinkan foto atau namanya dipublikasikan. Kedua hal tersebut memiliki tujuan dan persetujuan yang berbeda.
Oleh karena itu, mintalah izin penggunaan foto atau nama klien melalui proses terpisah, bukan bersamaan dengan permintaan ulasan.
Spa dan Kontraktor: Sesuaikan dengan Pengambil Keputusan
Untuk spa, tamu wisatawan dapat menulis ulasan dalam bahasa apa pun sesuai kenyamanan mereka. Sementara itu, pada bisnis kontraktor, ulasan sebaiknya diminta kepada pemilik proyek sebagai pihak yang mengambil keputusan, bukan kepada tukang atau pemasok yang terlibat di lapangan.
Sistem meminta ulasan yang baik bukan hanya memudahkan pelanggan, tetapi juga menghormati privasi dan peran masing-masing pelanggan sesuai konteks layanannya.
Lima Langkah Memulai Sistem Ulasan Google
Membangun sistem meminta ulasan tidak harus rumit atau mahal. Yang terpenting adalah membuat prosesnya konsisten sehingga bisa dijalankan oleh seluruh tim, bukan hanya pemilik bisnis.
Berikut lima langkah praktis yang bisa mulai kamu terapkan minggu ini.
1. Hentikan Praktik yang Melanggar Aturan
Mulailah dengan menghapus kebiasaan yang berisiko melanggar kebijakan Google, seperti:
- Memberikan diskon atau hadiah sebagai imbalan ulasan.
- Melakukan review gating (menyaring pelanggan sebelum diarahkan ke Google).
- Memberikan target jumlah ulasan kepada staf.
Dengan begitu, ulasan yang diperoleh tetap alami dan lebih aman untuk jangka panjang.
2. Buat Link dan QR Code Ulasan Resmi
Salin link ulasan dari Google Business Profile, lalu unduh QR Code resminya. Setelah itu, uji keduanya menggunakan ponsel untuk memastikan pelanggan diarahkan ke profil bisnis yang benar.
Langkah sederhana ini mengurangi hambatan saat pelanggan ingin memberikan ulasan.
3. Tentukan Satu Momen Meminta Ulasan
Pilih satu momen yang paling sesuai dengan jenis layanan kamu. Misalnya, spa meminta ulasan setelah treatment selesai, sedangkan kontraktor melakukannya setelah serah terima proyek.
Konsistensi waktu jauh lebih penting daripada meminta di setiap kesempatan.
4. Siapkan Template di Saluran yang Sering Digunakan
Simpan template pesan di saluran yang memang sudah akrab bagi pelanggan, seperti WhatsApp Business atau email. Dengan begitu, staf dapat mengirim pesan yang sopan, personal, dan tetap netral tanpa harus menulis ulang setiap kali.
5. Tunjuk Satu Penanggung Jawab
Tetapkan satu orang yang bertugas mengecek perkembangan ulasan setiap bulan. Fokuskan evaluasi pada jumlah ulasan baru dan pola masukan yang paling sering muncul.
Tujuannya bukan mengejar angka, melainkan menemukan peluang untuk meningkatkan kualitas layanan.
Kelima langkah di atas tidak memerlukan biaya tambahan dan biasanya mulai menunjukkan hasil dalam beberapa minggu ketika dijalankan secara konsisten.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bisakah saya menghapus ulasan Google yang buruk atau palsu?
Pemilik bisnis tidak bisa menghapus ulasan sendiri. Cara yang bisa dilakukan adalah melaporkan ulasan yang melanggar kebijakan, dengan langkah lengkap di cara melaporkan ulasan palsu.
Bagaimana cara meningkatkan rating Google Bisnis secara keseluruhan?
Rating biasanya membaik kalau bisnis meminta ulasan dari semua pelanggan secara rutin, bukan cuma yang terlihat puas. Dengan begitu, pelanggan puas yang selama ini diam ikut bersuara.
Kalau ada keluhan yang sama terus berulang, benahi layanannya, bukan menutupinya. Bantuan Google sendiri menyebut perpaduan ulasan positif dan negatif justru lebih dipercaya calon pelanggan.
Berapa banyak ulasan yang dibutuhkan bisnis?
Tidak ada angka pasti. Patokan yang lebih berguna adalah jumlah dan kebaruan ulasan bisnis sejenis di sekitar, karena itu yang biasanya calon pelanggan bandingkan. Ulasan baru yang datang rutin lebih meyakinkan daripada lonjakan sekali lalu berhenti.
Bagaimana kalau pelanggan tidak punya akun Gmail?
Pelanggan tetap bisa menulis ulasan, asal sudah login ke Akun Google. Pelanggan bisa membuat Akun Google pakai alamat email selain Gmail. Untuk pelanggan yang tetap enggan membuat akun, jangan paksa.
Apakah ulasan Google bisa dinonaktifkan?
Tidak. Ulasan adalah bagian publik dari profil bisnis; pemiliknya tidak bisa mematikannya. Pemilik bisnis cuma bisa membalas ulasan yang masuk dan melaporkan yang isinya melanggar kebijakan.
Kesimpulan
Pertumbuhan ulasan yang sehat berasal dari pengalaman pelanggan yang baik, ditambah sistem sederhana yang terus berjalan.
Jika nantinya kamu ingin mengelola Google Business Profile secara lebih menyeluruh, seperti kategori bisnis, optimasi profil, hingga jadwal posting, itu bisa menjadi tahap berikutnya setelah fondasi sistem ulasan sudah terbentuk.
Tinggalkan komentar