Cara Mendapatkan Leads dari Google untuk Bisnis Jasa dan B2B

Leads dari Google datang lewat Maps, hasil pencarian, dan iklan. Atur agar yang menghubungi calon klien yang cocok, lalu catat mana yang menjadi klien.

Leads dari Google datang lewat tiga jalur: Google Maps, hasil pencarian organik, dan iklan Google. Kuncinya ada di dua hal. Bisnis kamu perlu muncul di jalur yang benar-benar dipakai calon klien, lalu menyaring siapa yang menghubungi.

Banyak pemilik bisnis jasa dan B2B mengira leads akan datang sendiri setelah profil Google Maps dan website jadi. Akibatnya, telepon yang masuk masih sedikit. Kalaupun ramai, tidak sedikit yang hanya bertanya harga tanpa berminat memakai layanan.

Karena itu, artikel ini membahas cara memilih jalur, menyaring calon klien yang masuk, dan mencatat leads mana yang akhirnya menjadi klien.

Tiga Pintu Leads dari Google: Google Maps, Hasil Pencarian, dan Iklan

Satu halaman hasil pencarian Google bisa menampilkan tiga area utama: iklan berlabel, Google Maps untuk pencarian lokal, dan hasil pencarian organik. Masing-masing menjadi jalur tersendiri untuk mendapatkan leads, dan akan dibahas di bagian berikutnya.

Algoritma pencarian untuk bisnis Anda

Sebelum memilih jalur, tentukan dulu apa yang kamu hitung sebagai leads. Dalam artikel ini, leads mencakup telepon, pesan WhatsApp, formulir terkirim, permintaan rute, atau booking (pemesanan) dari orang yang membutuhkan layanan kamu.

Klik, kunjungan website, dan tayangan profil belum dihitung, supaya hasilnya lebih mudah diukur.

Ketiga jalur itu bermuara di dua titik kontak yang sama: Google Business Profile dan website. Jika telepon tidak diangkat atau halaman website tidak menjelaskan layanan dengan baik, calon klien bisa pergi sebelum menghubungi kamu.

Karena itu, menambah jalur masuk saja tidak cukup kalau titik kontaknya belum siap.

Artikel ini hanya membahas leads yang datang sendiri. Sebagian orang memakai istilah “leads dari Google” untuk mencari daftar perusahaan di Google Maps lalu menghubunginya satu per satu.

Cara ini disebut outreach, yaitu mencari dan menghubungi calon klien secara langsung. Aturannya tersendiri, termasuk batasan penggunaan data pribadi, dan bisa dianggap spam jika dilakukan sembarangan.

Kalau kamu ingin menghubungi perusahaan lebih dulu, baca artikel cara mendapatkan klien B2B.

Cara Calon Klien Mencari Layanan Menentukan Jalur Leads

Tidak semua orang yang mencari layanan di Google punya pola yang sama. Orang yang butuh layanan segera berperilaku berbeda dari pembeli B2B yang membandingkan beberapa penyedia sebelum memutuskan. Perbedaan ini menentukan jalur mana yang perlu kamu utamakan.

Pria gunakan ponsel, pria kerja laptop

Kebutuhan Mendesak: Pencarian Singkat, Keputusan Cepat

Orang yang butuh layanan segera biasanya mengetik kata kunci yang singkat. Sering kali disertai nama wilayah atau kata seperti “terdekat”. Untuk bisnis seperti ini, telepon dan WhatsApp biasanya menjadi jalur kontak utama.

Google Maps sering menjadi pintu pertama yang mereka lihat. Contohnya, pasien yang sakit gigi mungkin mencari klinik terdekat yang sedang buka agar bisa segera dirawat.

Pembeli B2B: Riset Dulu, Lalu Menghubungi

Pembeli B2B biasanya memakai kata kunci yang lebih spesifik, seperti jenis layanan atau kebutuhan kontrak. Mereka mencari beberapa kali dan sering melibatkan lebih dari satu orang.

Sebelum menghubungi, mereka membandingkan halaman layanan, ulasan, dan bukti kemampuan penyedia. Sebagian calon pembeli juga memakai ringkasan AI di Google sebagai tempat riset awal.

Studi Google/Ipsos 2023 di Amerika Serikat, yang dikutip dalam panduan Google tentang mendapatkan prospek (Maret 2025), mencatat rata-rata 5,5 titik kontak online, termasuk ulasan dan video, sebelum seseorang mengisi formulir prospek.

Respondennya 2.543 orang dewasa di AS yang dalam 12 bulan terakhir pernah mengisi formulir prospek atau membeli produk dan layanan di sektor tertentu.

Data ini tidak khusus membahas pembeli B2B dan tidak mewakili kondisi Indonesia. Meski begitu, temuannya menunjukkan pentingnya menjaga konsistensi informasi di profil bisnis, website, dan ulasan.

Satu Bisnis, Dua Pola Pencarian

Satu bisnis bisa melayani dua jenis calon klien dengan pola pencarian berbeda. Bayangkan bisnis pengendalian hama (pest control) di Denpasar dengan enam teknisi.

Selama ini, pekerjaan datang dari rumah tangga lewat telepon dan WhatsApp. Nilai tiap pekerjaan relatif kecil dan biasanya hanya satu kali kunjungan. Keputusannya cepat, sering kali oleh satu orang, dan Google Maps biasanya menjadi awal pencarian.

Pemilik bisnis kemudian ingin mendapat kontrak bulanan dari hotel, vila, dan restoran di Badung karena nilainya lebih besar dan berulang.

Pembeli seperti ini memutuskan secara bertahap, sering melibatkan beberapa orang, lalu menghubungi lewat telepon, WhatsApp, atau formulir setelah membandingkan penyedia. Awal pencariannya sering berupa halaman layanan di hasil pencarian.

Pencarian “basmi rayap Denpasar” lebih mungkin dipakai rumah tangga. Sementara itu, “jasa pest control hotel Bali” lebih sesuai dengan bagian teknik hotel yang mencari penyedia kontrak bulanan. Ini gambaran umum, bukan hasil survei.

Pemilik bisnis dalam contoh ini perlu menentukan dulu jenis klien yang ingin diprioritaskan. Keputusan itu memengaruhi informasi di profil bisnis, isi halaman website, dan strategi iklan di bagian berikutnya.

Periksa Pola Pencarian Bisnis Anda

Untuk memahami cara calon klien menemukan bisnis kamu, mulailah dengan dua langkah ini:

  • Ketik kata kunci yang mungkin mereka pakai, lalu lihat apakah Google menampilkan hasil Maps, iklan, atau artikel.
  • Tanyakan kepada beberapa klien terakhir kata kunci apa yang mereka pakai sebelum menghubungi kamu.

Jawaban mereka membantu kamu memahami jalur pencarian yang paling relevan. Untuk riset lebih dalam, ikuti langkah di panduan riset kata kunci.

Untuk pencarian yang menyertakan nama wilayah, Google Maps sering menjadi pintu pertama. Karena itu, pastikan profil bisnis kamu memuat informasi layanan, lokasi, dan kontak yang jelas.

Mulai dari Jalur Mana?

Kalau waktu dan anggaran terbatas, pilih satu jalur dulu sesuai cara calon klien mencari:

  • Kebutuhan mendesak atau pencarian lokal: mulai dari Google Maps.
  • Pembeli B2B yang riset dulu: mulai dari halaman layanan di website dan hasil pencarian organik.
  • Iklan: pertimbangkan jika nilai satu klien cukup besar dan pelacakan serta halaman tujuan sudah siap.

Hitungan untuk iklan dibahas di bagian iklan.

Optimasi Google Maps untuk Mendapatkan Leads

Optimasi Google Maps tidak berhenti ketika bisnis sudah muncul di peta. Leads juga ditentukan oleh pengalaman calon klien setelah membuka profil. Bisakah mereka langsung menelepon, menemukan layanan yang dibutuhkan, dan merasa yakin memakai jasa kamu?

Peta dan lokasi bisnis ponsel

Menurut Google, posisi bisnis di pencarian lokal dipengaruhi relevansi, jarak, dan keterlihatan bisnis. Posisi itu tidak bisa diminta atau dibayar.

Karena itu, bagian ini fokus pada cara membuat orang yang sudah melihat profil mau menghubungi kamu. Untuk faktor peringkat, baca panduan cara optimasi Google Business Profile.

Rapikan Jalur Kontak di Profil

Periksa setiap jalur kontak di profil bisnis kamu agar calon klien mudah menghubungi.

  • Nomor telepon: Pastikan nomornya benar dan panggilan dijawab selama jam operasional.
  • Tautan website: Arahkan pengunjung ke halaman layanan yang relevan, bukan hanya halaman utama.
  • Link booking: Tambahkan jika layanan kamu memakai sistem janji temu. Fitur ini belum tentu tersedia di Indonesia, jadi cek di profil kamu. Kalau opsinya tidak muncul, berarti belum tersedia.
  • Kategori dan daftar layanan: Bedakan layanan rumah tangga dan layanan komersial agar calon klien mudah menemukan yang sesuai.

Fitur chat lama di profil sudah dihentikan Google. Detail opsi pesan lewat WhatsApp atau SMS ada di bagian Pertanyaan yang Sering Diajukan.

Contohnya, profil bisnis pengendalian hama di Denpasar hanya mencantumkan layanan “basmi rayap”. Saat pengelola hotel membuka profil itu, mereka mungkin tidak menemukan bukti bahwa bisnis ini menangani kunjungan rutin untuk hotel dan restoran.

Solusinya, tambahkan layanan komersial ke profil, lalu arahkan tautan website ke halaman khusus pengendalian hama untuk hotel dan restoran. Dengan begitu, calon klien lebih mudah menilai kesesuaian layanan sebelum menghubungi kamu.

Ulasan Membantu Calon Klien Mengambil Keputusan

Calon klien sering membaca ulasan untuk mengetahui apakah bisnis kamu pernah menangani kebutuhan serupa. Ulasan yang menyebut jenis pekerjaan, seperti kunjungan rutin untuk restoran, memberi gambaran lebih jelas daripada jumlah bintang saja.

Karena itu, minta ulasan secara sukarela dan sesuai kebijakan Google. Aturan dan caranya dibahas di artikel cara meminta ulasan Google. Untuk menarik hotel, restoran, atau perusahaan lain, pastikan juga foto di profil menampilkan pekerjaan komersial dan tim yang menanganinya.

Google Maps Tidak Cukup untuk Semua Calon Klien

Google Maps berperan besar ketika calon klien mencari layanan di sekitar lokasi mereka. Namun, jika target klien kamu berada di luar wilayah sekitar atau memakai istilah pencarian yang lebih spesifik, website berperan lebih besar.

Pembeli B2B yang membandingkan beberapa penyedia juga butuh informasi lebih lengkap, dan biasanya mereka menemukannya di website dan hasil pencarian organik.

Untuk bisnis tanpa kantor fisik yang dikunjungi pelanggan, gunakan pengaturan area layanan agar wilayah layanan sesuai dengan model operasional. Selain itu, jalankan optimasi Google Maps bersama perbaikan website, dengan informasi yang konsisten di keduanya.

Mendapatkan Leads dari Hasil Pencarian Organik

Leads dari hasil pencarian organik biasanya masuk lewat halaman layanan, bukan beranda atau artikel umum. SEO baru membantu mendatangkan leads ketika halaman yang muncul di Google menjawab kebutuhan calon pembeli.

Analisis data ke peringkat teratas

Satu Halaman untuk Setiap Layanan dan Jenis Klien

Idealnya, setiap layanan utama punya halaman sendiri. Jika perlu, buat juga halaman khusus untuk tiap jenis klien yang ingin kamu jangkau. Halaman itu bisa muncul untuk pencarian yang relevan sekaligus menjadi tujuan iklan.

Tanpa halaman yang sesuai, calon klien komersial bisa masuk ke beranda yang lebih banyak membahas layanan rumah tangga. Mereka sulit menemukan informasi yang dibutuhkan, lalu meninggalkan website.

Pada contoh pengendalian hama di Denpasar, pemiliknya bisa membuat halaman berjudul “Pest Control untuk Hotel dan Restoran”, terpisah dari halaman layanan rumah tangga.

Jawab Pertanyaan Pembeli B2B di Halaman Layanan

Bagi pembeli B2B, halaman layanan berfungsi menjawab pertanyaan sebelum mereka menghubungi penyedia. Semakin jelas informasinya, semakin mudah mereka menilai apakah layanan kamu cocok. Periksa apakah halaman layanan kamu sudah memuat:

  • Cakupan pekerjaan: jenis pekerjaan yang ditangani dan batas layanan yang tersedia.
  • Jadwal kunjungan: frekuensi serta pengaturan waktu kunjungan.
  • Laporan yang diberikan: dokumentasi atau laporan setelah pekerjaan selesai.
  • Izin dan sertifikasi: izin usaha serta sertifikasi yang relevan dan berlaku.
  • Contoh klien sejenis: pengalaman menangani klien dengan kebutuhan serupa, jika boleh disebutkan.
  • Cara harga dihitung: faktor yang menentukan biaya layanan atau kontrak.
  • Tim dan testimoni: siapa yang menangani pekerjaan dan apa kata pelanggan sebelumnya.

Misalnya, hotel mungkin butuh catatan dan laporan kunjungan pengendalian hama untuk keperluan audit keamanan pangan. Halaman layanan yang menjelaskan jenis laporan itu membantu hotel menilai kecocokan penyedia dengan kebutuhannya.

Nilai SEO dari Kontak, Bukan Sekadar Trafik

Artikel yang menjawab pertanyaan sebelum pembelian, seperti biaya kontrak bulanan atau isi survei layanan, membantu calon klien menemukan halaman layanan yang relevan.

Sebaliknya, artikel yang hanya menarik pencari informasi, seperti cara membasmi rayap sendiri, bisa mendatangkan trafik tanpa banyak leads.

Karena itu, keberhasilan SEO tidak cukup dinilai dari jumlah pengunjung. Lihat juga berapa banyak kontak yang masuk lewat halaman website dan berapa di antaranya yang berpotensi menjadi klien.

SEO membutuhkan waktu dan proses berurutan, dari riset sampai pengukuran hasil. Tahapannya dijelaskan di panduan SEO untuk pemilik bisnis.

Tidak ada angka pasti soal lamanya, karena bergantung pada tingkat persaingan dan kondisi website kamu. Selama menunggu, pantau kontak yang masuk lewat halaman layanan sebagai indikator awal.

Cara Mendapatkan Leads dari Iklan Google

Iklan Google sering dianggap jalan pintas untuk mendapatkan klien, tetapi fungsinya hanya mengatur siapa yang melihat penawaran kamu. Kualitas leads tetap bergantung pada pengaturan iklan dan kesesuaian halaman tujuan dengan kebutuhan calon pembeli.

Konversi prospek bernilai tinggi

Google Maps dan pencarian organik butuh waktu dan tidak bisa mengatur sepenuhnya siapa yang melihat profil atau halaman kamu. Iklan menawarkan pengaturan yang lebih terarah, selama penargetan dan pengaturannya dilakukan dengan cermat.

Hitung Dulu Apakah Iklan Masuk Akal

Efektivitas iklan Google, termasuk untuk bisnis B2B di Indonesia, bergantung pada dua hal. Pertama, apakah ada orang yang mencari layanan itu. Kedua, apakah nilai satu klien sebanding dengan biaya untuk mendapatkannya.

Iklan bisa mulai tampil dengan cepat dan memungkinkan kamu membatasi siapa yang melihat penawaran. Namun, volume pencarian B2B sering lebih sedikit, sementara nilai satu klien bisa lebih besar. Tanpa hitungan, anggaran bisa habis untuk klik yang tidak menghasilkan klien.

Hitung batas biayanya dengan tiga langkah ini:

  1. Tentukan laba dari satu klien.
  2. Perkirakan berapa persen leads yang akhirnya menjadi klien, misalnya 1 dari 10 leads.
  3. Kalikan laba satu klien dengan persentase itu. Hasilnya adalah biaya maksimal per leads.

Sebagai ilustrasi, jika laba dari satu klien hotel selama kontrak Rp6 juta dan 1 dari 10 leads menjadi klien, biaya per leads maksimal sekitar Rp600 ribu. Jika biaya per leads di wilayah kamu jauh di atas batas itu, iklan belum masuk akal dijalankan.

Kalau belum punya data, mulai dari perkiraan konservatif, lalu perbarui setelah lembar pencatatan leads terisi.

Iklan juga tidak langsung menghasilkan data yang cukup untuk dasar keputusan. Leads pertama biasanya baru masuk setelah pelacakan dan halaman tujuan siap.

Biaya per leads pun butuh data beberapa minggu sebelum hasilnya bisa dinilai lebih stabil. Untuk perbandingan lengkap dengan SEO, termasuk cara menghitung biaya per klien, baca artikel iklan Google dibandingkan SEO.

Lima Pengaturan yang Menentukan Siapa yang Datang

Lima pengaturan utama berikut membantu iklan menjangkau calon pembeli yang relevan.

  • Kata kunci pembeli: Pilih kata atau frasa yang benar-benar dipakai calon pembeli. Atur jenis pencocokan kata kunci agar jangkauan tidak terlalu luas.
  • Kata kunci negatif: Tambahkan kata yang mencegah iklan tampil di pencarian yang tidak relevan. Untuk jasa pengendalian hama, contohnya “cara”, “sendiri”, “obat”, dan “lowongan”.
  • Lokasi: Untuk jasa yang dikerjakan di tempat klien, pertimbangkan opsi “Kehadiran” agar penargetan lebih sesuai dengan lokasi calon pelanggan.
  • Jadwal tayang: Atur waktu tayang agar sesuai dengan jam ketika bisnis kamu bisa menerima dan menjawab panggilan.
  • Aset telepon: Tambahkan fitur telepon jika panggilan menjadi jalur kontak utama.

Menurut dokumentasi Google Ads, kata kunci negatif tidak otomatis mencakup semua varian dekat. Terlalu banyak kata kunci negatif juga bisa membatasi jangkauan iklan.

Karena itu, cek laporan istilah penelusuran secara rutin, lalu tambahkan kata yang tidak relevan ke daftar kata kunci negatif.

Untuk lokasi, Google menyediakan opsi bawaan bernama “Kehadiran atau minat”. Beralih ke “Kehadiran” bisa mengurangi jumlah tayangan karena penargetannya lebih terbatas.

Penjelasan lengkapnya ada di dokumentasi opsi penargetan lokasi Google Ads. Nama menu di akun iklan bisa berubah, jadi cek tampilan terbaru sebelum menerapkannya.

Pada contoh bisnis pengendalian hama tadi, iklan tanpa kata kunci negatif dan dengan penargetan lokasi yang terlalu luas berisiko menarik orang yang mencari cara membasmi rayap sendiri atau mencari lowongan kerja.

Klik semacam itu menghabiskan anggaran tanpa mendekatkan bisnis pada calon klien yang tepat.

Arahkan Klik ke Halaman Layanan

Arahkan calon pembeli ke halaman layanan yang sesuai dengan kata kunci iklan, bukan ke beranda. Halaman tujuan perlu menjelaskan layanan secara spesifik dan menyediakan formulir atau tombol kontak yang mudah ditemukan.

Dengan begitu, calon klien bisa memahami penawaran dan menghubungi kamu tanpa mencari informasi di halaman lain.

Beri Tahu Google Leads yang Menjadi Klien

Ukur hasil iklan dari konversi, seperti panggilan telepon atau formulir terkirim, bukan sekadar klik. Jika memungkinkan, kirim juga data leads yang akhirnya menjadi klien kembali ke Google Ads.

Data ini membantu sistem iklan mempelajari ciri calon pembeli yang benar-benar menghasilkan penjualan, bukan sekadar pengguna yang paling murah dijangkau.

Google merekomendasikan fitur Konversi yang Disempurnakan untuk Prospek untuk mendukung proses ini. Fitur tersebut memakai data pihak pertama, seperti alamat email dari formulir website, untuk meningkatkan akurasi pengukuran dan performa bidding.

Jika penjualan terjadi setelah calon klien dihubungi lewat telepon atau ditindaklanjuti manual, gunakan impor konversi offline, yaitu memasukkan data penjualan di luar website ke Google Ads.

Kalau iklan hanya dioptimalkan untuk klik, sistem cenderung mencari pengguna yang mudah mengeklik iklan. Mereka belum tentu punya kebutuhan, anggaran, atau wewenang untuk membeli.

Karena itu, evaluasi iklan secara rutin dengan memantau kualitas leads, biaya yang dikeluarkan, dan jumlah calon klien yang akhirnya menjadi pelanggan.

Cara Menyaring Leads agar Mendapatkan Calon Klien yang Tepat

Jumlah leads yang masuk bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Telepon yang hanya menanyakan harga bisa lebih menguras waktu dan tenaga daripada beberapa kontak dari calon klien yang benar-benar butuh layanan.

Karena itu, fokusnya bukan sekadar mendatangkan lebih banyak leads, tetapi memastikan yang menghubungi sesuai dengan target bisnis kamu.

Corong penjualan bisnis prospektif

Tulis Definisi Leads Berkualitas

Mulailah dengan menulis definisi leads berkualitas dalam satu kalimat. Dasarkan pada keputusan soal jenis klien yang ingin kamu prioritaskan dari pola pencarian sebelumnya. Definisi ini mencakup jenis klien, wilayah layanan, kebutuhan, dan nilai minimal pekerjaan.

Untuk bisnis pengendalian hama, contohnya: hotel, vila, atau restoran di Badung dan Denpasar yang butuh kunjungan rutin, bukan penyemprotan satu kali.

Definisi ini membantu kamu menentukan calon klien yang diprioritaskan. Selain itu, kriteria yang jelas memudahkan kamu menyusun saringan di setiap jalur.

Pasang Filter di Setiap Jalur Leads

Setiap jalur butuh cara penyaringan yang berbeda. Berikut saringan yang bisa kamu pasang sebelum calon klien menghubungi:

  • Profil Google Maps: Tampilkan layanan dan foto yang menunjukkan pengalaman menangani pekerjaan komersial, bukan hanya rumah tangga.
  • Website: Pakai judul dan isi halaman yang spesifik, seperti “untuk hotel dan restoran”. Cantumkan kisaran harga atau nilai minimal kontrak jika relevan.
  • Iklan: Pakai kata kunci negatif dan pengaturan lokasi yang sesuai dengan target calon klien.
  • Formulir: Tambahkan satu atau dua pertanyaan penyaring, misalnya jenis properti dan jumlah kamar.

Kisaran harga atau nilai minimal kontrak bisa mengurangi calon klien yang hanya mencari harga termurah. Dengan begitu, orang yang menghubungi punya gambaran lebih jelas tentang layanan dan biayanya.

Cara ini mirip papan informasi di depan toko: orang tahu layanan yang tersedia sebelum masuk.

Pilihan kontak juga memengaruhi jenis leads yang masuk. WhatsApp, telepon, dan formulir menarik calon klien dengan kebiasaan komunikasi yang berbeda.

Jika jalur kontak tidak sesuai dengan kebutuhan pembeli, calon klien B2B bisa meninggalkan website, atau kamu justru kewalahan menjawab pertanyaan harga yang tidak relevan.

Terima Konsekuensinya: Leads Lebih Sedikit, tetapi Lebih Sesuai

Setelah saringan dipasang, jumlah leads mungkin menurun. Namun, proporsi calon klien yang sesuai target berpotensi naik, dan waktu untuk menjawab calon klien yang tidak cocok bisa berkurang.

Karena itu, jangan langsung menganggap penurunan jumlah leads sebagai tanda strategi gagal. Periksa apakah calon klien yang masuk lebih sesuai dengan layanan, wilayah, dan nilai pekerjaan yang kamu kejar.

Tetap tanggapi leads yang tidak sesuai dengan sopan, lalu catat asal dan kecocokannya agar keputusan berikutnya berdasarkan data.

Cara Melacak Leads dari Google dan Mengetahui Asalnya

Jika semua kontak masuk lewat satu nomor WhatsApp, asal leads sulit diketahui. Kondisi ini umum terjadi pada bisnis kecil, tetapi bisa diatasi dengan pencatatan sederhana.

Dengan begitu, kamu tahu jalur mana yang mendatangkan calon klien dan mana yang menghasilkan pelanggan.

Visualisasi data penjualan dan SEO

Catat Leads dari Setiap Jalur

Mulailah dengan memantau aktivitas di setiap jalur kontak:

  • Google Business Profile: Lihat data telepon, klik website, dan permintaan rute di dasbor profil bisnis.
  • Website: Catat klik WhatsApp, klik telepon, dan formulir yang berhasil dikirim.
  • Iklan Google: Pakai pelacakan konversi (pencatatan tindakan bernilai, seperti telepon atau formulir terkirim) untuk mengukur kontak yang masuk dari iklan.

Panduan teknis untuk memasang pelacakan klik WhatsApp dan telepon membantu kamu menyiapkan pencatatan dari website.

Bedakan Asal Leads yang Masuk Lewat Satu Nomor

Ada dua cara sederhana untuk membedakan asal leads yang masuk lewat satu nomor WhatsApp.

Pertama, tanyakan di awal percakapan, “Bapak/Ibu tahu kami dari mana?”, lalu catat jawabannya. Kedua, pada tombol WhatsApp di website, siapkan teks pesan awal yang menyebut halamannya, misalnya “Halo, saya tertarik pest control untuk hotel”.

Dengan cara kedua, pesan pertama sudah menunjukkan dari halaman mana calon klien datang.

Buat Lembar Pencatatan Leads

Setelah pelacakan siap, catat setiap leads di spreadsheet atau excel dengan kolom berikut:

  • Tanggal
  • Pintu asal leads
  • Jenis klien
  • Kecocokan dengan definisi leads berkualitas
  • Perkiraan nilai pekerjaan
  • Status menjadi klien atau tidak

Sebagai ilustrasi, bukan data aktual, pencatatan selama satu bulan di bisnis pengendalian hama mungkin menunjukkan bahwa sebagian besar leads dari Google Maps berasal dari rumah tangga.

Sementara itu, calon klien hotel justru lebih banyak datang lewat halaman layanan komersial di website.

Pola seperti ini bisa menjadi petunjuk langkah berikutnya. Misalnya, kamu bisa memperkuat halaman layanan komersial jika halaman itu terbukti mendatangkan calon klien yang sesuai target.

Evaluasi Hasil Setiap Bulan

Setiap bulan, hitung jumlah leads yang sesuai target dan jumlah klien yang diperoleh dari setiap jalur. Jika memakai iklan berbayar, hitung juga biaya per klien untuk melihat seberapa efisien anggarannya.

Untuk mengukur hasil berdasarkan klien yang diperoleh, bukan sekadar trafik, baca panduan cara menghitung ROI dari klien.

Setelah evaluasi, tentukan satu langkah perbaikan untuk setiap jalur. Contohnya menambah kata kunci negatif di iklan, memperbaiki satu halaman layanan, atau meminta ulasan dari klien komersial yang bersedia memberikannya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Diskusi ide dengan papan visual
01

Apa Saja Tools Gratis untuk Mencari Leads dari Google?

Tergantung leads yang dimaksud. Untuk leads yang datang sendiri, ada tiga alat gratis. Google Business Profile menunjukkan angka telepon dan permintaan rute. Google Search Console dan Google Analytics melengkapi data dari website.

Untuk mencari daftar perusahaan, Google Maps bisa dibuka manual. Alat yang mengambil kontak secara massal berisiko melanggar ketentuan Google dan UU Pelindungan Data Pribadi (UU PDP).

02

Berapa Banyak Leads yang Bisa Didapat dari Google Setiap Bulan?

Tidak ada angka umum. Batas atasnya adalah jumlah orang yang mencari layanan itu di wilayah layanan kamu, lalu berapa yang menghubungi dan berapa yang cocok.

Perkiraan permintaan bisa dicek dari data pencarian, misalnya lewat Keyword Planner. Karena itu, hitung dulu jumlah pencarian di wilayah kamu sebelum menetapkan target.

03

Apakah Iklan Layanan Lokal (Local Services Ads) dari Google Bisa Dipakai di Indonesia?

Belum, per Oktober 2026. Halaman bantuan Google tidak mencantumkan Indonesia di daftar negara yang tersedia. Panduan berbahasa Inggris sering menyarankannya karena fitur ini tersedia di Amerika Serikat dan sebagian Eropa.

Di Indonesia, padanannya adalah iklan pencarian biasa dengan aset telepon dan pengaturan lokasi yang ketat, ditambah profil Google Maps.

04

Apakah Calon Klien Bisa Mengirim Pesan WhatsApp Langsung dari Profil Google Maps?

Bergantung wilayah. Fitur chat lama di profil dihentikan Google sejak 31 Juli 2024, tetapi calon klien tetap bisa menelepon lewat profil.

Google kini menyediakan opsi chat lewat WhatsApp atau SMS untuk profil terverifikasi, tetapi hanya di wilayah tertentu dan belum tentu muncul di Indonesia. Detailnya ada di penjelasan Google tentang perubahan fitur chat dan histori panggilan.

Kalau opsinya tidak ada di profil kamu, pastikan nomor telepon di profil benar dan tautan website mengarah ke halaman dengan tombol WhatsApp.

05

Apakah Formulir Prospek Langsung di Iklan Google Cocok untuk Bisnis B2B?

Bisa dicoba, dengan catatan. Formulir di dalam iklan memudahkan orang mengirim kontak tanpa membuka website, sehingga sebagian leads mungkin kurang serius.

Google mensyaratkan antara lain riwayat kebijakan yang baik, kebijakan privasi yang ditautkan, dan strategi bidding yang berfokus pada konversi. Ketersediaannya di Indonesia perlu dicek di akun iklan.

Kalau opsinya tidak muncul, berarti belum tersedia untuk akun kamu. Tambahkan pertanyaan penyaring, lalu nilai hasilnya dari leads yang cocok.

Penutup

Leads dari Google tidak datang hanya karena satu pengaturan selesai dalam sehari. Prosesnya dimulai dari memahami cara calon klien mencari, menyiapkan jalur dan kontak yang jelas, menyaring siapa yang menghubungi, lalu mencatat hasilnya setiap bulan.

Karena itu, keberhasilan mendapatkan leads sebaiknya tidak diukur dari banyaknya telepon yang masuk, tetapi dari berapa banyak yang cocok dan akhirnya menjadi klien.

Mulailah dari definisi leads dan satu halaman layanan yang paling penting. Setelah itu, catat hasilnya agar keputusan berikutnya berdasarkan data.

Jika kamu belum yakin bagian mana yang perlu dibenahi lebih dulu, audit SEO dan Google Business Profile gratis bisa membantu menentukan prioritasnya sebelum kamu mengalokasikan lebih banyak waktu atau anggaran.

Tinggalkan komentar

Butuh Jasa Website?

Yuk ngobrol dulu. Nggak harus langsung mulai, kita bisa diskusi ringan dulu buat tahu apa yang paling pas untuk bisnis kamu.

Konsultasi Gratis

Yuk, ngobrol lewat WhatsApp

desain website